Suara.com - Setiap 31 Oktober, terdapat sebuah perayaan yang sering dirayakan oleh masyarakat, yakni Halloween. Perayaan Halloween sendiri yakni peringatan hantu orang mati kembali ke bumi. Nantinya orang-orang akan memakai berbagai kostum hantu tau cosplay untuk merayakannya.
DI Indonesia sendiri saat ini juga banyak perayaan Halloween yang sering dilakukan. Bahkan, umat Islam juga turut ikut pada perayaan Halloween. Padahal, dalam syariat sendiri sudah dijelaskan kalau umat Islam dilarang untuk merayakan Halloween.
Mengutip NU Online, umat Islam dilarang mengikuti perayaan suatu kaum. Pasalnya, itu menjadikan umat Islam bagian dari kaum tersebut. Dalam hadis hadis riwayat Abu Dawud dijelaskan, “Siapa yang menyerupai suatu kaum, maka ia termasuk bagian dari mereka.” (HR: Abu Dawud).
Dalam syarah Sunan Abi Dawud berjudul Aunul Ma’bud dijelaskan:
Maksud redaksi “siapa yang menyerupai suatu kaum” menurut pendapat Munawi dan Al-Alaqami adalah berbusana seperti busana mereka, berjalan, bertingkah seperti mereka. Sedangkan menurut Ali al-Qari adalah siapapun yang menyamakan dirinya dengan misalnya busana atau apapun yang berkaitan dengan kaum kafir, atau dengan kaum fasik, kaum durjana, atau dengan ahli tasawuf maupun orang-orang shalih.
Oleh sebab itu, melakukan perayaan Halloween merupakan suatu hal yang dilarang. Hal ini justru hanya akan membuat orang itu menjadi bagian dari kaum kafir. Apalagi pada perayaan Halloween beberapa orang bisa memakai pakaian seperti pastor, suster, jin atau setan, dan lainnya.
Untuk hukum berpakaian menyerupai orang kafir ini juga dijelaskan sebagai berikut.
- Bila penyerupaannya bertujuan meniru orang kafir untuk ikut menyemarakkan kekafirannya maka hukumnya menjadi kafir.
- Bila penyerupaannya bertujuan hanya meniru tanpa disertai untuk ikut menyemarakkan kekafirannya, maka hukumnya tidak kafir, namun berdosa.
- Bila penyerupaannya tidak sengaja meniru sama sekali, akan tetapi sekedar menjalani sesuatu yang kebetulan sama dengan mereka, maka tidak haram tetapi makruh.
Sementara itu Buya Yahya juga tegas mengatakan kalau Halloween bukanlah budaya orang Islam sehingga dilarang untuk melakukannya. Buya Yahya juga berdoa agar orang yang melakukannya bisa mendapat hidayah dan tidak melakukannya lagi.
“Itu perayaan dan bukan tradisi umat Islam. Umat Islam semestinya tidak ikut-ikutan. Jika ada kaum Muslimin ikut-ikutan, salah. Semoga Allah memberikan hidayah dan mengampuni serta tahun depat agar tidak ikut-ikutan lagi,” jelas Buya Yahya dalam video yang diunggah di kanal Youtube Al-Bahjah TV, satu tahun lalu.
Baca Juga: 5 Fakta Masjid Al-Aqsa yang Kerap Menjadi Rebutan Palestina dan Israel
Buya Yahya menyarankan, dibanding merayakan Halloween, umat Muslim lebih baik membuat acara yang berkenaan dengan agama Islam. Hal ini justru lebih disarankan dan mendapat pahala dibandingkan ikut Halloween.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Desil Mendadak Melonjak, Warga Jogja Terancam Kehilangan Bansos
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Wajah Baru Bogor Barat, 6 Stasiun Kereta Siap Garap Jalur Parung Panjang - Jasinga
-
Dear Mom, Kabut Asap Makin Pekat, Ini Tanda Anak Mulai Terdampak
-
Kabut Asap Palembang Makin Pekat, Kapan Sekolah Mulai Belajar dari Rumah?
-
Ekonom Ungkap Efek Domino Karhutla: Dari Biaya Berobat hingga Pendapatan Warga Tertekan
-
Sumsel Dikepung 1.742 Hotspot, Seberapa Aman Warga dari Kabut Asap?
-
Viral Debt Collector Cek Nomor Mesin Kendaraan, Anggota DPR: Ya Sudah Lha
-
Lahan Perkebunan Indofood di Muba Terbakar, Mengapa Sumber Api Diminta Diusut?
-
Tak Perlu Transit, Citilink Kini Terbang Langsung Palembang-Yogyakarta Setiap Hari
-
Megawati Sentil Pragmatisme Politik: Jangan Jadikan Uang dan Kekuasaan sebagai Tujuan
-
Rekening Aktivis Pati Dibekukan, Koalisi Sipil: Jangan Jadikan Bank Alat Membungkam Kritik