Suara.com - Juru Bicara atau Jubir Gerakan Nasional Anti atau Granati LGBT, Novel Bamukmin tengah menjadi sorotan publik. Sebab, ia mengatakan kelompoknya itu mengancam bakal membakar dan merobohkan panggung jika konser Coldplay di Jakarta tetap digelar.
Adapun sudah sejak beberapa bulan lalu, Granati LGBT meminta agar konser band asal Inggris itu dibatalkan. Alasannya, karena khawatir mereka akan kampanye soal hubungan sesama jenis. Namun, permintaan ini diabaikan pemerintah hingga Novel beri ancaman.
Ia menyebut akan membakar panggung dan mengaku telah melaporkan Menko Polhukam Mahfud MD sebagai wakil pemerintah yang tak menggubris permintaan Granati LGBT. Hal ini lantas membuat profil dan biodata Novel Bamukmin menuai rasa penasaran.
Profil Novel Bamukmin
Pemilik nama lengkap Novel Chaidir Hasan Bamukmin itu lahir di Jakarta pada 15 Desember 1972. Dengan kata lain usianya kini menginjak 50 tahun. Ia merupakan seorang tokoh Front Pembela Islam (FPI) dan Koordinator Humas Persaudaraan Alumni (PA) 212.
Novel Bamukmin adalah lulusan Teknik Sipil Universitas Trisakti Jakarta pada tahun 2002. Setelah menamatkan studinya, ia menjadi aktivis Islam dan bergabung dengan sejumlah organisasi. Sebut saja, Hizbut Tahrir Indonesia dan FPI sebelum akhirnya masuk ke PA 212.
Ia pernah menjadi salah satu saksi dalam kasus penistaan yang menjerat Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok. Di sisi lain, Novel Bamukmin juga sempat menjabat sebagai Sekjen DPD FPI Jakarta sebelum akhirnya diberhentikan pada 26 Desember 2017 silam.
Novel pun pernah dipercaya menjadi Wasekjen PA 212 sebelum menjabat Koordinator Humas. Dalam beberapa tahun terakhir, ia semakin dikenal karena aktivismenya di PA 212 dan partisipasinya di berbagai demo. Lalu, pandangannya kerap memicu kontroversi.
Di antaranya, Novel pernah menyatakan bahwa perayaan Hari Valentine dan Halloween merupakan bentuk dari budaya kafir. Ia juga menolak konser-konser musik yang dianggap tak sesuai dengan nilai-nilai Islam. Terbaru, konser Coldolay yang dinilai pro LGBT.
Biodata Novel Bamukmin
Nama Lengkap: Novel Chaidir Hasan Bamukmin
Nama Beken: Novel Bamukmin
Tempat, Tanggal Lahir: Jakarta, 15 Desember 1972
Usia: 50 Tahun
Pendidikan: Universitas Trisakti
Berita Terkait
-
Pilihan Transportasi Umum Menuju GBK Buat yang Nonton Konser Coldplay, dari Luar Jakarta Wajib Catat!
-
Profil Granati LGBT, Ancam Bakar Panggung Konser Coldplay Jika Tetap Digelar
-
Prediksi Setlist Konser Coldplay di Jakarta Besok, Bakal Ditutup dengan Lagu Biutyful?
-
Profil Novel Bamukmin, Tokoh Ormas Islam yang Tolak Konser Coldplay karena Dinilai Pro LBGT
-
Buntut Pernyataan Polri Tak Netral, Jubir TPN Ganjar-Mahfud Aiman Dilaporkan ke Polisi
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Sebar Hoaks Ajakan Demo Jelang HUT RI, Pria Asal Ciamis Ditangkap Polda Metro Jaya
-
Hadapi Sidang Banding, Nadiem Makarim Sindir Pihak yang Lakukan Kriminalisasi terhadap Dirinya
-
Emosi Memuncak! Pria di Bandung Bakar Motor Sendiri, Tiga Rumah Ludes Dilalap Api
-
Rekor Timnas Indonesia vs Singapura di Jalan Besar Stadion: Dramatis, dan Tak Pernah Mudah
-
Menteri PU Dody Hanggodo Wacanakan Pembangunan Tol Pekanbaru-Kuansing
-
Sunscreen Apa yang Cocok untuk Kulit Berminyak dan Berjerawat? Ini 6 Rekomendasinya
-
Purbaya Curhat Gagal Beli Harley-Davidson Gegara Gratifikasi
-
War Ticket Upacara 17 Agustus di Istana Baru Dibuka, Antrean Virtual Tembus 4 Jam!
-
Kasus Korupsi Tunjangan DPRD Ponorogo Berlanjut, Kejari Isyaratkan Ada Tersangka Baru
-
A Stone Sat Still, Buku Anak yang Mengajarkan Empati Lewat Sebuah Batu