Suara.com - Menantu Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan, Letjen Maruli Simanjuntak, disebut-sebut bakal calon KSAD yang baru untuk saat ini. Rumor tersebut membuat kita ingin mengetahui perjalanan karier menantu Luhut, Maruli Simanjuntak.
Ia digadang-gadang layak menggantikan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Agus Subiyanto, yang belum lama ini dilantik sebagai Panglima TNI. Ini dia, perjalanan karier menantu Luhut Binsar Pandjaitan, Maruli Simanjuntak.
Sebelumnya, Jenderal TNI Agus Subiyanto diusulkan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk menggantikan Laksamana Yudo Margono sebagai Panglima TNI karena ia akan segera memasuki masa pensiun pada bulan November 2023 ini.
"(Maruli) salah satu kandidat," ungkap Jokowi di Indonesia Arena, Jakarta, pada Sabtu (25/11/2023).
Namun, saat ditanya kandidat lainnya Jokowi enggan membeberkan. Dia memastikan bahwa pengganti KASAD akan diumumkan pekan depan.
Perlu diketahui, Maruli Simanjuntak menikah dengan Paulina Pandjaitan, anak Menko Luhut pada tahun 1999. Sekian tahun menikah Maruli dan Paulina dikaruniai anak bernama Faye Simanjuntak. Paulina sendiri adalah putri sulung Luhut Binsar Pandjaitan.
Perjalanan Karier Maruli Simanjuntak
Mayor Jenderal (Mayjen) TNI Maruli Simanjuntak merupakan pria kelahiran Bandung, Jawa Barat pada 27 Februari 1970.
Maruli adalah alumni Akademi Militer (Akmil) tahun 1992 yang berpengalaman dalam bidabg Infanteri Kopassus dan Detasemen Tempur Cakra. Beberapa jabatan strategis pernah diembannya.
Baca Juga: Rekam Jejak Maruli Simanjuntak, Menantu Luhut Masuk Bursa Kandidat KSAD Baru
Jabatan penting yang pertama kali diemban yaitu ketika dipercaya menjadi Komandan Detasemen Tempur (Denpur) Cakra pada tahun 2002.
Lalu pada 2005, Maruli diangkat menjadi Perwira Bantuan Madya Operasi (Pabandya Ops) Kopassus hingga tahun 2008. Maruli, lantas dipercaya untuk mengisi posisi Komandan Batalyon (Danyon) 21 Grup 2 Kopassus periode tahun 2008 hingga 2009.
Di tahun yang sama, Maruli menerima promosi jabatan dengan ditunjuk menjadi Komandan Sekolah Komando Pusat Pendidikan dan Latihan Pasukan Khusus (Pusdik Passus) hingga tahun 2010. Pada rentan 2010-2013, Maruli ditunjuk sebagai Wakil Komandan Grup 1 Kopassus. Tak sampai di situ, ia juga menfuduki posisi Komandan Grup 2 Kopassus hingga 2014.
Kemudian, pada tahun 2015 Maruli menjadi Asisten Operasi Komandan Jenderal (Asops Danjen) Kopassus. Pada tahun yang sama pula, Maruli dipercaya sebagai Komandan Grup A Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) hingga tahun 2016.
Selanjutnya di tahun 2016-2017, Maruli menduduki posisi Komandan Korem (Danrem) 074/Warastratama, dan menjadi Wakil Komandan Paspampres pada tahun 2017-2018.
Tahun 2018 ia diangkat menjadi Kepala Staf Komando Daerah Militer (Kasdam) IV/Diponegoro, dan Komandan Paspampres periode 2018-2020. Sejak tahun 2020, jabatan terakhir yang diembannya sebelum ditunjuk sebagai Pangkostrad yaitu Pangdam IX/Udayana.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal
-
Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering
-
Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026
-
Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain
-
Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar
-
Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU
-
Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok
-
Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri
-
Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor
-
5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan