Suara.com - Media sosial belakangan dihebohkan dengan cerita seorang istri sah yang dilaporkan oleh selingkuhan suaminya. Terlebih selingkuhan suaminya adalah pegawainya sendiri.
Pada unggahan yang akun Instagram @rumpi_asiik, tampak seorang perempuan bernama Aina Lutfi yang bercerita bahwa seorang karyawannya ketahuan menjadi selingkuhan suami. Padahal Aina tengah hamil kala itu.
"Karyawanku yang jadi pelakor ini emang agak lain aku tengok. Jelas-jelas sedari awal dia ini salah ya. Sudah bagus aku naikin jabatan dia dari sales sampai bisa jadi manager, kok belum puas juga ternyata suamiku direbut, dikelonin, dikasih masakan," ungkap Aina.
"Enggak punya hati dan pikiran lihat bosnya lagi hamil, enggak peduli yang penting bisa ngangkaningin suami orang," imbuhnya.
Tahu ada yang main api, Aina semoat melabrak perempuan benama DFF itu bersama suami. Keduanya langsung kalang kabut, namun sang suami malah merasa bingung dan kembali ke istri sah.
Sementara DFF malah melaporkan istri sah dengan tuduhan penganiayaan. Uniknya, setelah membuat laporan ke polisi, DFF meminta damai demi mendapatkan uang damai.
"Terus ujung-ujungnya ngajak damai. Lah kamu sehat Daf? Capek ngelaporin ujung-ujungnya minta uang damai Rp 200 juta," ungkap Aina.
"Jelas gue enggak mau, sama aja kayak gue bayarin l*nte suami. Enak banget ngelonin suami abis itu minta Rp 200 juta," imbuhnya.
Menurut pengakuan Aina, bukan hanya dia yang dilaporkan namun ibu, adik, dan sahabatnya yang ikut melabrak dua pasangan haram itu.
Baca Juga: Profil Aisyah Hijanah dan Alif Teega, Kisah Poligami Influencer Malaysia Viral di TikTok
"Jadi total yang dilaporin empat orang, yang enggak ada sangkut pautnya sama sekali dengan konteks aku nyiram dia pakai es kopi," tulis Aina.
"Gue enggak mau damai, gaspol sampai aku bisa jadi tersangka atas tuduhan yang timpang. Giliran ini kasus aku jadi tersangka ke up sama media, aku dikawal media dan lawyer dia kabur mengundurkan diri, takut dirujak neizen lo?" imbuhnya.
Padahal menurut Aina, DFF sebelumnya tak mau mencabut laporan meski sudah menikah dengan pria lain.
Berita Terkait
-
Siapa Dewi Bulan? Viral Usai Tantang Allah Hancurkan Hidupnya Dalam Sebulan
-
Kronologi Alif Teega Selingkuhi Aisyah Hijanah Pakai Kedok Poligami
-
Diangkat Jadi Manager, Wanita Ini Malah Rebut Suami Bos Sendiri
-
Profil Aisyah Hijanah dan Alif Teega, Kisah Poligami Influencer Malaysia Viral di TikTok
-
Kesal Diserang Terus di TikTok, Tentara Israel Ledek Netizen Indonesia Butuh Operasi Hidung!
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
- 5 Sepatu Lari di Bawah Rp500 Ribu di Sports Station, Performa Nyaman Sesuai Review
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Gurita Pungli Dinas ESDM Jatim: Kabid Geologi Jadi Tersangka, Peras 217 Pemohon
-
Buka 31 Formasi Jabatan, Bupati Bogor Jamin Proses Seleksi ASN Transparan dan Bebas Orang Dalam
-
Dari Pencurian Ayam hingga Bentrok Jalanan: Mengapa Amuk Massa Terus Berulang?
-
Dari Made in Indonesia ke Made by Indonesia, Mendorong Produk Lokal Naik Kelas
-
Presiden Prabowo Diminta Segera Evaluasi Kinerja Mendag, Ada Apa?
-
Abdul Wahid Menunggu Vonis, Berharap Putusan Benar-benar Adil
-
Puluhan Tangki Tiap Musim Kemarau Tak Selesaikan Masalah, Warga Kemesu Minta Pencarian Sumber Air
-
Kasus Hutan Lindung Tanjung Piayu, PT GTP Resmi Jadi Tersangka Korporasi
-
9 Rekomendasi Parfum yang Cocok untuk Zodiak Taurus, HMNS hingga Mykonos
-
Kebakaran Hebat Landa Permukiman Padat di Kebayoran Lama, 28 Unit Damkar Dikerahkan