Suara.com - Belum lama ini, Bunga Citra Lestari alias BCL sudah resmi melepaskan status jandanya. Ia menikah dengan Tiko Aryawardhana.
Pernikahan itu berlangsung pada 2 Desember 2023. Hari bahagia itu digelar di Bali dengan hanya mengundang kerabat dekat dan keluarga.
Banyak yang mengucapkan selamat untuk Bunga Citra Lestari. Pelantun Cinta Sejati itu disebut berhak bahagia setelah hampir empat tahun menjanda sejak ditinggal Ashraf Sinclair untuk selama-lamanya.
Namun tidak sedikit yang mencibir Bunga Citra Lestari. Saat Ashraf Sinclair meninggal pada 18 Februari 2020 lalu, penyanyi yang akrab disapa Unge itu membeli dua lahan makam sekaligus di San Diego Hills, Karawang, Jawa Barat.
Bunga Citra Lestari tak ingin berpisah dari almarhum suaminya itu sehingga berpesan agar kelak dimakamkan berdampingan. BCL diketahui membeli lahan makam tipe semi private senilai Rp260 juta.
Warganet tak menyangka bintang film Habibie dan Ainun itu memutuskan untuk menikah lagi. Padahal mereka meyakini BCL akan bertahan agar bisa berjodoh sampai ke surga dengan Ashraf Sinclair.
Tahukah kamu, ada sebuah studi yang mengatakan kalau kebanyakan ujaran kebencian di media sosial menargetkan perempuan? Berikut ulasannya.
FRA Ungkap Ujaran Kebencian Targetkan Perempuan
Laporan dari Badan Uni Eropa untuk Hak Fundamental (FRA) pada Rabu (29/11/2023) mengungkap bahwa kebanyakan ujaran kebencian di media sosial menargetkan perempuan. Ujaran kebencian tersebut termasuk dalam bahasa kasar, pelecehan, dan hasutan untuk melakukan kekerasan seksual.
Baca Juga: Outfit Ardi Bakrie di Pernikahan BCL dan Tiko Aryawardhana Disorot: Tampilan Orang Kaya Sesungguhnya
Kesimpulan ini diambil berdasarkan studi di empat negara anggota Uni Eropa, yakni Bulgaria, Jerman, Italia, dan Swedia pada Januari sampai Juni 2022.
Ada beberapa media sosial yang diteliti oleh FRA, diantaranya adalah Youtube, Telegram, Reddit, dan X (Twitter).
Hasil Analisis FRA dan Dampak Ujaran Kebencian Bagi Korban
Dari 1.500 unggahan yang telah diseleksi oleh alat moderasi konten, lebih dari setengah 53% masih dianggap mengandung kebencian.
Mulai ditargetkan sebagai misoginis, stereotip negatif, hingga pelecehan. Hampir 47% dari seluruh unggahan ujaran kebencian merupakan pelecehan langsung.
Hal itu tentu membawa dampak buruk bagi korbannya, mereka bisa merasa rendah diri, merasa tidak percaya diri, menimbulkan stres, menyebabkan kecemasan dan serangan panik, sulit tidur, hingga nggak bisa konsentrasi dalam waktu lama.
Berita Terkait
Terpopuler
- Urutan Skincare Wardah Pagi dan Malam untuk Usia 50 Tahun ke Atas
- Ini 4 Smartphone Paling Diburu di Awal Januari 2026
- 5 Sepatu Nike Diskon hingga 40% di Sneakers Dept, Kualitas Bagus Harga Miring
- 5 Tablet dengan SIM Card Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking Anti Ribet
- Beda dengan Inara Rusli, Wardatina Mawa Tolak Lepas Cadar Demi Uang
Pilihan
-
UMP Minim, Biaya Pendidikan Tinggi, Warga Jogja Hanya jadi Penonton Kemeriahan Pariwisata
-
Cek Fakta: Video Rapat DPRD Jabar Bahas Vasektomi Jadi Syarat Bansos, Ini Faktanya
-
Dipecat Manchester United, Begini Statistik Ruben Amorim di Old Trafford
-
Platform Kripto Indodax Jebol, Duit Nasabah Rp600 Juta Hilang Hingga OJK Bertindak
-
4 HP RAM 12 GB Paling Murah Januari 2026, Pilihan Terbaik untuk Gaming dan Multitasking
Terkini
-
5 Kulkas 2 Pintu yang Awet dan Hemat Listrik, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Asam Urat Kumat Bikin Nyeri Sendi, Coba Resep Ramuan Daun Kumis Kucing Ini
-
5 Face Wash Mengandung Salicylic Acid, Hempaskan Kulit Berjerawat Membandel
-
2 Cara Merebus Daun Bidara untuk Turunkan Kadar Kolesterol Jahat
-
Shampo Kuda untuk Manusia, Benarkah Aman? Diklaim Ampuh Memanjangkan Rambut
-
Air Fryer Vs Microwave Mana yang Lebih Hemat Listrik? Cek 5 Rekomendasi Watt Rendah
-
4 Fakta Buba Tea Bali yang Viral Jual Matcha Infus, Harga Mulai Rp190 Ribu
-
5 Pilihan Teh Herbal yang Ampuh Turunkan Kadar Kolesterol, Mulai dari Rp20 Ribuan
-
Inspirasi Kado Nikah 2026: Rekomendasi Hadiah Unik yang Berkesan
-
Gonta-ganti Sunscreen, Apakah Berbahaya? Simak Penjelasan Dokter Spesialis Kulit