Suara.com - Nama kekasih Lolly, Vadel Badjideh kembali menjadi sorotan usai dikabarkan kembali genit dengan wanita lain. Padahal, Vadel Badjideh sendiri diketahui masih menjalin hubungan dengan putri Nikita Mirzani tersebut.
Dalam tangkapan layar yang diunggah akun Tiktok Gekyaaa, ia mengaku kalau Vadel Badjideh mengirimkan pesan kepadanya melalui direct message alias DM. Dalam unggahan tersebut ia melampirkan chat dari akun VadelBadjideh yang merupakan akun Instagram kekasih Lolly.
"Ikut spill dm si 'V'" keterangan pemilik akun dalam unggahannya.
Sebelumnya, Vadel Badjideh juga sempat diketahui genit dengan seorang influencer bernama Hanna Ashab. Hal itu sempat membuat Lolly menjadi marah. Namun, Vadel Badjideh beralibi kalau hal tersebut hanya untuk bercanda dan mengetes saja.
Dengan adanya info kalau Vadel Badjideh genit dengan wanita lainnya, para warganet langsung mengingatkan Lolly. Beberapa mengingatkan, kalau aksi yang dilakukan Vadel Badjideh bisa saja pertanda kalau kekasih Lolly itu berselingkuh.
Bahkan, menurut warganet, meski awalnya bercanda, hal itu bisa saja menjadi perselingkuhan kalau wanita lainnya menanggapi. Namun, benarkah sikap genit berarti berselingkuh?
Melansir PsychCentral, Perilaku genit sendiri pada dasarnya bukan berarti berselingkuh. Namun, aksi genit ini juga memiliki batasan tertentu. Jika aksi genitnya berlebihan, bisa saja dapat menjadi sebuah perselingkuhan.
Berikut, terdapat beberapa red flag aksi genit bisa menjadi tanda perselingkuhan. Beberapa tanda tersebut di antaranya sebagai berikut.
1. Adanya kontak fisik
Baca Juga: Vadel Badjideh Baru Tahu Pacari Anak Nikita Mirzani, Menyesal Ajak Lolly Jadian?
Jika aksi genit pasangan sudah melakukan kontak fisik, maka hal ini patut untuk dipertanyakan. Pasalnya, kontak fisik yang berlebihan bisa mengundang hasrat seksual yang berakhir perselingkuhan. Dalam penelitian pada 2020, ditemukan kalau seringnya kontak fisik akan membuat ketertarikan satu sama lainnya.
2. Berbohong tentang aksi genitnya
Jika pasangan sudah berbohong mengenai aksi genitnya itu, maka patut diwaspadai. Hal ini karena mereka melakukan aksi genit diam-diam alias di belakang pasangannya. Jika hal ini terjadi, maka patut diwaspadai karena bisa menjadi tanda pasangan akan selingkuh.
3. Membangun keintiman
Jika pasangan genit kepada orang lain untuk membangun keintiman satu sama lain, maka ini menjadi red flag. Hal tersebut akan membangun rasa nyaman secara fisik maupun emosional sehingga memperbesar peluang pasangan selingkuh.
4. Tidak menjadi prioritas
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- REDMI 15 Resmi Dijual di Indonesia, Baterai 7.000 mAh dan Fitur Cerdas untuk Gen Z
- 5 Motor Irit tapi Bukan Honda BeAT, Mesin Awet untuk Jangka Panjang, Cocok untuk Pejuang Nafkah
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 23 Maret 2026: Klaim THR, Diamond, dan SG2 Tengkorak
Pilihan
-
Iran Angkat Mohammad Bagher Zolghadr sebagai Pengganti Ali Larijani
-
Heboh Wanita Muda Hendak Akhiri Hidup di Depan Istana Merdeka, Untung Ketahuan Paspampres
-
Kasus Dean James Memanas, Pundit Belanda: Efeknya Bisa Guncang Eredivisie
-
BTS ARIRANG Pecahkan Rekor Netflix! Comeback Global Tak Terkalahkan di 77 Negara
-
Yaqut Kembali Ditahan di Rutan KPK
Terkini
-
7 Rekomendasi Bedak Tabur yang Bagus dan Tahan Lama untuk Makeup Harian
-
4 Rekomendasi Sepatu Lari Specs untuk Pemula, Mulai Rp200 Ribuan
-
Ramalan Keuangan Zodiak 25 Maret 2026: Ini 5 Zodiak Paling Moncer, Ketiban Rezeki Nomplok
-
5 Body Lotion untuk Mencerahkan dan Meratakan Warna Kulit Setelah Mudik
-
Terpopuler: Bank BCA Kapan Buka? Promo Alfamart Paling Murah Sejagat
-
7 Rekomendasi Sunscreen Ringan Hasil Matte, Tidak Bikin Wajah Kelihatan Berminyak
-
5 Minuman Alami Penghancur Lemak Setelah Makan Opor Ayam dan Rendang
-
5 Buah Penurun Kolesterol Paling Cepat dan Ampuh, Solusi Sehat Setelah Lebaran
-
Bolehkah Puasa Syawal 3 Hari Saja? Jangan Sampai Salah, Ini Penjelasan Lengkapnya
-
Inovasi Keuangan Digital yang Dorong Perusahaan Lokal Indonesia Naik Kelas