Suara.com - Belakangan ini kisah asmara Asnawi Mangkualam tak henti menjadi buah bibir. Usai dikabarkan dekat dengan Fuji hingga Steffi Zamora, kini isu dirinya pernah berpacaran dengan Davina Karamoy ikut dikuliti warganet.
Isu kedekatan Asnawi dan Davina pernah berembus tahun 2021 lalu. Artis cantik kelahiran 17 Agustus 2002 itu pernah mengantarkan Asnawi ke bandara menjelang keberangkatannya membangun karier internasional di Klub Liga 2 Korea Selatan, Ansan Greeners.
Namun bukan hanya Asnawi, pemain sepak bola Rafael Struick ternyata juga ikut mengagumi kecantikan Davina. Disebutkan bahwa Rafael pernah kedapatan menyukai salah satu postingan Davina kala sedang makan ramen pada 10 Juni 2023 lalu.
Tak heran bila publik kemudian membandingkan Asnawi dan Rafael, apalagi karena keduanya sama-sama pemain Timnas Sepak Bola Indonesia serta sedang membangun karier di luar negeri.
Namun tampaknya dari segi kemampuan finansial, Asnawi bisa dibilang lebih unggul daripada Rafael.
Dikutip dari Transfermarkt, nilai kontrak Asnawi yang sekarang merumput di Jeonnam Dragons itu ada di angka Rp5,65 miliar per musim. Namun pada akhir tahun 2021 silam, nilai kontraknya pernah mencapai titik yang lebih tinggi yakni sebesar Rp6,52 miliar.
Sementara itu, harga pasaran Rafael yang sekarang membela Klub Liga 2 Belanda ADO Den Haag jauh berbeda jika dibandingkan dengan Asnawi. Dikutip dari Transfermarkt, nilai kontrak Rafael ada di angka Rp1,3 miliar per tanggal 4 Juli 2023.
Namun diketahui pula Rafael lahir pada 27 Maret 2003 alias masih berusia 20 tahun. Dengan kata lain, masih terbuka lebar kesempatannya untuk meningkatkan prestasi sekaligus nilai kontraknya.
Di sisi lain, Davina Karamoy kini dikabarkan masih berpacaran dengan atlet bulu tangkis ganda putra peraih emas di Sea Games 2023, Yeremia Rambitan. Di ajang tersebut, Yeremia dipasangkan dengan Pramudya Kusumawardana yang baru-baru ini memutuskan untuk pensiun dari dunia bulu tangkis.
Berita Terkait
-
Masa Lalu Dikulik, Geger Foto Lawas Steffi Zamora Dipangku Okin
-
Asnawi Mangkualam Diam-diam Rayakan Ulang Tahun Steffi Zamora
-
Kaleidoskop 2023: Kisah Cinta Fuji dan Thariq Halilintar Kandas, Asnawi Mangkualam Ternyata Bukan Jawaban
-
Adu Gaya Telanjang Dada Asnawi Mangkualami vs Pratama Arhan: Siapa Lebih Six Pack?
-
Asnawi Mangkualam Hampir Jadi Menantu Bos Minyak dan Gas, tapi Kandas Duluan
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan