Suara.com - Kopi saset di rumah Nagita Slavina menuai perhatian dari netizen. Sebab, istri Raffi Ahmad itu terpantau memakai produk kopi spesial dengan harga yang terbilang mahal.
Informasi tentang kopi Nagita Slavina terungkap dari unggahan di media sosial. Ibu dua anak itu nampak tengah menyeduh kopi di dapurnya dalam unggahan yang beredar.
"Ini kopi apa Gi?" tanya seorang pria di balik kamera, dikutip dari unggahan ulang akun TikTok ransdailyupdate pada Kamis (11/1/2024).
"Kopi biasa aja," celetuk Nagita Slavina sambil terus menyeduh kopi di gelas.
Kendati dibilang biasa saja oleh Nagita Slavina, nyatanya kopi yang dimaksud bukan produk sembarangan. Hal itu terungkap dari unggahan akun Instagram fanpage_nagitaslavina.
Dari unggahan itu diketahui bahwa Nagita Slavina menyeduh kopi merek Bacha Coffee varian Milano Morning. Kopi ini dibanderol dengan harga Rp380 ribu per boks.
Informasi tentang kopi Nagita Slavina pun menuai banyak komentar dari netizen. Mereka heboh lantaran tahu bahwa Nagita meminum kopi saset seharga ratusan ribu Rupiah.
"Habis Teh TWG terbitlah Bacha Coffee. Yang biasa beli kopi seribuan minggir dulu (emoji tertawa)," kata netizen. "Mbuh banget mehh ngopi sasetan wae (Enggak tahu, mau ngopi sasetan aja)," tulis yang lain.
Sementara itu, kopi yang dikonsumsi oleh Nagita Slavina menyimpan beberapa fakta menarik. Berikut akan dibahas fakta kopi Bacha Coffee yang dirangkum dari berbagai sumber.
Baca Juga: Beda Sikap Raffi Ahmad dan Nagita Slavina saat Dikerumuni Fans Jadi Omongan, Sangat Berbeda?
1. Bermula di Istana Dar el Bacha
Bacha Coffee adalah kopi legendaris yang bermula di Istana Dar el Bacha pada tahun 1910. Dalam bahasa Indonesia, Dar el Bacha berarti rumah pasha. Istana ini dulunya merupakan kediaman Thami El Glaoui yang diberi gelar pasha (bisa diartikan sebagai gubernur Marrakesh atau pejabat tinggi lainnya).
2. Kopi Legenda Maroko Berusia 114 Tahun
Seperti disebutkan sebelumnya, kopi ini sudah ada sejak tahun 1910. Jadi jika dihitung-hitung, Bacha Coffee sudah berusia sekitar 114 tahun pada 2024. Nama Bacha diambil dari Istana Dar el Bacha yang menjadi tempat awal munculnya kopi tersebut.
3. Menghadirkan Varian Kopi dari 30 Negara
Mengutip dari laman resmi Bacha Coffee, merek yang satu ini menghadirkan varian kopi dari 30 negara. Di antaranya ada negara Brasil, Liberia, Haiti, Laos, hingga India. Mereka mengeklaim bahwa produk Bacha Coffee hanya memakai 100 persen biji kopi arabika dari masing-masing negara.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- 5 Pilihan HP Samsung RAM 12 GB Agustus 2026, Performa Ngebut Anti Lag
- Warga Teror Pekerja Stadion Sudiang, Pembangunan Tribun Selatan Terpaksa Ditinggalkan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Bank Sumsel Babel Tebar Promo HUT RI, Jajan Cukup Bayar Rp1.945 dengan QRIS BSB Mobile
-
Cashback Jadi Andalan Luna Maya Saat Belanja, Sudah Kumpulkan Hingga Rp 1,6 Juta
-
Bank Sumsel Babel Perluas Layanan, 624 Prajurit Yonif TP 893 Kini Punya Akses Perbankan
-
Dari Sekolah hingga UMKM, Internet Mengubah Kehidupan Warga di Daerah 3T
-
Karhutla Sumsel Makin Sulit Dikendalikan, Hujan Buatan Terkendala Awan
-
Karhutla Sumsel Makin Sulit Dipadamkan, Sumber Air Mulai Jadi Masalah
-
Viral Tukang Cukur di Rancabungur Dimarahi Karena Belum Pasang Bendera, Ini Kata Camat
-
Bintang-bintang Legendaris Liga Inggris akan Saling Berhadapan di GBK, Catat Waktunya
-
Yenti Garnasih Bongkar Indikasi TPPU Febrie dan Luruskan Istilah Kriminalisasi
-
Polisi Temukan Bukti Permulaan, Kasus Kematian Sutrimo Naik ke Tahap Penyidikan Pidana