Lifestyle / Komunitas
Jum'at, 12 Januari 2024 | 17:45 WIB
Ilustrasi Puasa - Bolehkan Puasa Rajab Digabung dengan Puasa Bayar Hutang Qadha Ramadhan? (Freepik)

(وَتَزُولُ اْلكَرَاهَةُ بِفِطْرِهِ فِيْهِ وَلَوْ يَوْمًا أَوْ بِصَوْمِهِ شَهْرًا آخَرَ مِنَ السَّنَةِ قَالَ اْلمُجِدُّ وَإِنْ لَمْ يَلِهِ) أي يَلِي الشَّهْرَ اْلآخَرَ رَجَبُ (وَلاَ يُكْرَهُ إِفْرَادُ شَهْرِ غَيْرِهِ) أي غَيْرِ رَجَبَ بِالصَّوْمِ 

“Status makruh (dalam puasa Rajab) bisa hilang sebab seseorang berbuka (tidak berpuasa) di bulan Rajab walaupun hanya sehari atau berpuasa Rajab (dengan diiringi berpuasa) di bulan yang lain pada tahun tersebut. Al-Mujidd berkata: meskipun bulan yang lain itu tidak bersambung dengan bulan Rajab. Dan juga tidak dimakruhkan mengkhususkan puasa di selain bulan Rajab.” (Kasyaf al-Qina’, 2/340) 

Dengan begitu, maka Mazhab Hambali hanya menyatakan makruh bagi orang yang mengkhususkan puasa Rajab selama sebulan penuh. Sebaliknya, status makruh itu akan hilang apabila tidak berpuasa sebulan penuh atau menyambung dengan di bulan lainnya. 

Niat Puasa Rajab dan Qadha Ramadhan 

Sebagai pengingat, niat puasa Rajab dan bayar hutang puasa Ramadhan mempunyai kedudukan yang berbeda lantaran satunya bersifat wajib dan yang satunya lagi sunnah. Oleh sebab itu ada perbedaan dalam mengucapkan niat puasa. Berikut ini adalah rinciannya. 

Niat Puasa Rajab 

Diketahui, kedudukan puasa Rajab sama dengan puasa sunnah lainnya. Yakni bacaan niat bisa dilafalkan secara mutlak dan tidak disyaratkan untuk ta'yin. Maksudnya adalah niat puasa Rajab tidak harus ditambahkan dengan jenis puasanya ketika melafalkan niat. Misalnya saja 'Saya niat berpuasa karena Allah Ta'alaa' dan tidak harus ditambahkan lafal 'karena melakukan kesunahan puasa di bulan Rajab'. 

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ رَجَبَ لِلهِ تَعَالَى 

Nawaitu shauma ghadin 'an adâ'i sunnati Rajaba lillâhi ta'âlâ. 

Baca Juga: Niat Sholat Malam Rajab, Berapa Rakaat? Ini Tata Cara dan Waktu Mengerjakannya

Artinya: "Aku berniat puasa sunnah Rajab esok hari karena Allah swt." 

Jika niat puasa Rajab tidak sempat dibacakan pada malam hari, maka umat muslim tetap boleh melanjutkan puasa asalkan belum melakukan hal yang membatalkan puasa sejak subuh. Akan terapi, tetap wajib membaca niat sebelum waktu dzuhur dengan bacaan niat berikut: 

نَوَيْتُ صَوْمَ هَذَا اليَوْمِ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ رَجَبَ لِلهِ تَعَالَى 

Nawaitu shauma hâdzal yaumi 'an adâ'i sunnati Rajaba lillâhi ta'âlâ 

Artinya: "Aku berniat puasa sunah Rajab hari ini karena Allah SWT." 

Niat Puasa Qadha Ramadhan 

Puasa qadha Ramadhan adalah puasa wajib yang harus ditentukan jenis puasanya. Dalam melafalkan niat puasa, seseorang wajib menyebutkan jenis puasa yang dijalani, misal "Saya berniat berpuasa qadha Ramadhan fardhu karena Allah Ta'alaa". Berikut ini lafadz niatnya. 

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ قَضَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ لِلهِ تَعَالَى 

Nawaitu shauma ghadin 'an qadhā'I fardhi syahri Ramadhāna lillâhi ta'âlâ. 

Artinya, "Aku berniat untuk mengqadha puasa Bulan Ramadhan esok hari karena Allah SWT." 

Niat Puasa Qadha Ramadhan Sekaligus Puasa Rajab 

Apabila puasa qadha Ramadhan digabungkan dengan puasa sunnah di bulan Rajab maka tidak perlu menyebutkan jenis puasa sunnahnya.
Seperti yang sudah dipaparkan sebelumnya, berikut adalah niat puasa qadha Ramadhan digabung dengan puasa Rajab yang hanya menyebutkan satu jenis puasanya saja: 

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ قَضَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ لِلهِ تَعَالَى 

Nawaitu shauma ghadin 'an qadhā'I fardhi syahri Ramadhāna lillâhi ta'âlâ. 

Artinya, "Aku berniat untuk mengqadha puasa Bulan Ramadhan esok hari karena Allah SWT." 

Tahun ini, Puasa Rajab jatuh pada hari Sabtu, 13 Januari 2024. Itu artinya, besok umat Islam sudah bisa mulai menjalankan puasa sunnah Rajab. 

Nah demikianlah tadi ulasan terkait bolehkah puasa Rajab digabung dengan puasa bayar hutang. Berdasarkan penjelasan di atas, puasa di bulan Rajab boleh dikerjakan sekalian dengan puasa qadha Ramadhan. Semoga bermanfaat! 

Kontributor : Putri Ayu Nanda Sari

Load More