Suara.com - Di Tiktok sedang trending tanggal 28 Januari 2024 memperingati hari apa. Setelah ditelusuri ternyata tanggal 28 Januari merupakan hari untuk mengurangi Emisi CO2 Internasional.
Bagi yang belum tahu tanggal 28 Januari 2024 memperingati hari apa pastinya bingung kenapa netizen di Tiktok ramai membicarakannya. Tujuan utama dari ditetapkannya hari mengurangi emisi CO2 tentu saja adalah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat pada kesehatan dan membebaskan lingkungan dari polisi gas emisi.
Gas emisi sangat mempengaruhi kualitas udara bumi saat ini. Seperti yang mungkin sudah kamu ketahui bahwa karbondioksida atau disingkat CO2, merupakan gas yang berkontribusi besar terhadap perubahan iklim, memberikan kontribusi besar terhadap pemanasan global.
Peningkatan gas CO2 di udara yang terlalu tinggi akan menyebabkan polusi udara, sehingga tidak hanya berkontribusi pada pemanasan global, melainkan juga mengganggu kelangsungan hidup manusia, hewan, dan tumbuhan. Puncak emisi gas CO2 meningkat drastis terjadi tahun 2022.
Terhitung pada tahun tersebut, gas CO2 di udara 150 kali lebih tinggi dibandingkan gas emisi tahun 1850. Empat tahun kemudian, dibuatlah perjanjian Paris, sebanyak 196 negara setuju membatasi aktifitas pemanasan global. Dari perjanjian itulah muncul peringatan hari Pengurangan Emisi CO2 Internasional, jatuh pada 28 Januari tiap tahunnya.
Hari Privasi Data
Selain dirayakan sebagai hari mengurangi Emisi CO2 Internasional, tanggal 28 Januari juga dipergunakan untuk memeringati hari privasi data. Tujuan dari memeringati hari privasi data adalah untuk meningkatkan kesadaran pentingnya pengamanan informasi pribadi sebagai prioritas.
Era digital telah memberikan spektrum lain terhadap privasi data. Informasi pribadi telah digempur berbagai risiko sejak era digital mengambil alih cara hidup dan gaya masyarakat berinteraksi, berbelanja, dan mengakses fasilitas seperti perbankan dan seterusnya. Data privasi dimasukkan ke internet dan terintegrasi dengan berbagai hal. Sistem ini meningkatkan resiko data pribadi dicuri oleh hacker dan dimafaatkan untuk keburukan.
Dengan adanya hari privasi data, paling tidak siapa saja akan menjadi lebih peduli dan berhati-hati menggunakan datanya di internet. Agar bisa terhindar dari kejahatan cyber, harap hati-hati saat diminta memasukkan data ke suatu platform. Kamu harus pastikan bahwa platform tersebut aman.
Baca Juga: PUBG Mobile Rilis Update 3.0 Shadow Force, Gandeng 6 Kreator
Demikian itu informasi tanggal 28 Januari 2024 memperingati hari apa. Semoga bermanfaat.
Kontributor : Mutaya Saroh
Berita Terkait
-
Luker Feller Kuliah di Mana? Remaja Ini Viral Usai Ngaku Jadi Manajer di AS
-
Anies Baswedan Tanya Nikah Dulu atau Mapan Dulu? Tom Lembong Jawab Tegas: Terjang Sudah!
-
Apa Itu Punkshter Trend? Warganet TikTok Ramai Pilih Gibran Gara-gara Gaya Rambut, Padahal Ini Maknanya
-
Dinar Candy Kicep Dicibir Pelakor Oleh Pinkan Mambo: Kok Mukanya Beda Ya Setelah Dikatain?
-
Bolak Balik Ancam Ceraikan Pinkan Mambo, Sikap Arya Khan Dicibir Seperti Anak Kecil
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Desil Mendadak Melonjak, Warga Jogja Terancam Kehilangan Bansos
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Wajah Baru Bogor Barat, 6 Stasiun Kereta Siap Garap Jalur Parung Panjang - Jasinga
-
Dear Mom, Kabut Asap Makin Pekat, Ini Tanda Anak Mulai Terdampak
-
Kabut Asap Palembang Makin Pekat, Kapan Sekolah Mulai Belajar dari Rumah?
-
Ekonom Ungkap Efek Domino Karhutla: Dari Biaya Berobat hingga Pendapatan Warga Tertekan
-
Sumsel Dikepung 1.742 Hotspot, Seberapa Aman Warga dari Kabut Asap?
-
Viral Debt Collector Cek Nomor Mesin Kendaraan, Anggota DPR: Ya Sudah Lha
-
Lahan Perkebunan Indofood di Muba Terbakar, Mengapa Sumber Api Diminta Diusut?
-
Tak Perlu Transit, Citilink Kini Terbang Langsung Palembang-Yogyakarta Setiap Hari
-
Megawati Sentil Pragmatisme Politik: Jangan Jadikan Uang dan Kekuasaan sebagai Tujuan
-
Rekening Aktivis Pati Dibekukan, Koalisi Sipil: Jangan Jadikan Bank Alat Membungkam Kritik