Suara.com - Setelah cukup lama tutup mulut perihal perceraiannya, kini Teuku Ryan buka suara untuk menepis isu yang menyudutkannya beredar di media sosial.
Seperti diketahui, sejak dirinya digugat cerai oleh Ria Ricis pada Januari 2024 lalu, beragam kabar tak sedap tentangnya seliweran di media sosial.
Beberapa topik yang cukup populer jadi obrolan adalah perihal Ryan yang dianggap kurang bertanggung jawab sebagai seorang suami.
Selain itu, muncul kabar pula jika dirinya tidak memberi nafkah batin kepada Ricis sejak anak pertamanya lahir.
Melalui kuasa hukumnya Dedi Rizal Armidi, Ryan membantah beragam tudingan yang beredar, terutama seputar isu perihal nafkah batin yang menurutnya sangat sensitif.
"Kalau nafkah batin, inilah. Saya mesti hati-hati menanggapi yang di luaran ini. Yang dianggurin setelah melahirkan. Itu mesti hati-hati kita. Khawatirnya itu bukan dari hati yang paling dalam oleh RY," ungkapnya.
“Jadi yang jelas, klien saya Ryan menyatakan: Tidak benar bahwa ia (Ricis) dianggurin,” imbuhnya.
Dedi juga mengingatkan kepada publik agar tidak langsung percaya terkait informasi yang beredar di media sosial.
Menurutnya, rekam jejak digital kebersamaan Ryan dan Ricis menjadi bukti bahwa rumah tangga mereka sebenarnya cukup harmonis dan hangat.
Sehingga, segala tuduhan perihal nafkah batin tidak bisa dipercaya, apalagi dibenarkan. Di sisi lain, Ryan juga diberitakan sedang melakukan beragam upaya agar bisa rujuk dengan Ricis.
Demi mendapat simpati dari Ricis, Ryan berusaha memberikan apa yang menjadi kesukaan Ricis, seperti pakaian, makanan, hingga perhatian lebih.
"Ryan sudah berusaha memberikan baju, memberikan pakaian, makanan, menanyakan dia di mana apa segala macam mengajak untuk bicara jadi hal-hal sewajarnya lah yang dilakukan itu," terang Dedi.
Namun, menurutnya upaya Ryan masih belum membuahkan hasil sehingga dirinya mengingatkan Ryan agar lebih berjuang lagi demi meluluhkan hati Ricis.
"Tapi lagi-lagi karena dari pihak sebelah masih bertepuk sebelah tangan tentunya effort dan usahanya Ryan harus lebih baik," imbuhnya.
Kemudian, semenjak digugat oleh Ria Ricis, beredar informasi jika kesehatan Ryan cenderung memprihatinkan.
Berita Terkait
-
Digugat Cerai Ria Ricis, Teuku Ryan Galau dan Sering Menghubungi Orang Ini
-
Dekat dengan Happy Asmara, Segini Beda Harta Anak Haji Isam dan Denny Caknan
-
Beda Ekspresi Ria Ricis Rayakan Ulang Tahun Bareng Teuku Ryan Dari Tahun ke Tahun, Kok Senyumnya Makin Hilang?
-
Dugaan Penyebab Kandasnya Rumah Tangga Ria Ricis-Teuku Ryan, Ibu Mertua Ikut Terseret
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 HP Murah Baterai 7000 mAh, Tahan hingga 2 Hari dengan Performa Kencang
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- Rumah Lansia 82 Tahun Dieksekusi PN Jakbar Meski Masih Sengketa
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
Jejak Sang Maestro di Piala Presiden, Ketika Pemimpin Meletakkan Tongkat Estafet
-
Lahir dari DNA Meradelima, Kembang Goeyang Hadirkan Konsep Tempo Dulu di Sarinah
-
Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik
-
IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung
-
5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau
-
Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026
-
Kredit Macet Hantui Industri Pinjol
-
Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru
-
Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung
-
Saat Jas Putih Diuji: Selelah-lelahnya Tenaga Kesehatan, Tetap Lebih Melelahkan Jadi Pasien