Suara.com - Dilantik jadi Menteri ATR/BPN, riwayat pendidikan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dibandingkan dengan riwayat pendidikan Raja Juli Antoni, yang langsung jadi bawahan putra sulung Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
Raja Juli Antoni saat ini menjabat sebagai Wakil Menteri ATR/BPN (Agraria dan Tata Ruang atau Badan Pertanahan Nasional), setelah sebelumnya menjadi bawahan Hadi Tjahjanto yang posisinya saat ini digantikan AHY.
Bukan cuma AHY, di hari yang sama Rabu (21/2/2024) Presiden Joko Widodo (Jokowi) juga melantik Hadi Tjahjanto sebagai Menko Polhukam. Jabatan Menko Polhukam ditinggalkan Mahfud MD yang memilih mundur karena berkontestasi di Pemilu 2024 dan sedang kampanye, tidak seperti kandidat capres dan cawapres lainnya yang masih duduk di pemerintahan.
Kini setelah resmi dilantik, Raja Juli Antoni resmi menjadi 'anak buah' AHY. Meskipun keduanya tetap akan memiliki tugas dan wewenang yang berbeda saat memimpin Kementerian ATR/BPN.
Simak yuk adu riwayat pendidikan Raja Juli Antoni vs pendidikan AHY dirangkum suara.com, Rabu (21/2/2024).
1. Riwayat pendidikan Raja Juli Antoni
Melansir situs resmi rajajuliantoni, disebutkan lelaki kelahiran 13 Juli 1977 ini sudah meraih gelar doktor dan merupakan anak dari tokoh masyarakat Riau, Raja Ramli Ibrahim.
Raja merupakan alumni Pondok Pesantren Darul Arqam Muhammadiyah, Garut, Jawa Barat. Ia meraih gelar sarjana Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir dari IAIN Syarif Hidayatullah (UIN Jakarta) pada tahun 2001 dengan skripsi berjudul Ayat-ayat Jihad: Studi Kritis terhadap Penafsiran Jihad sebagai Perang Suci.
Ia kemudian menempuh pendidikan master di The Department of Peace Studies, Universitas Bradford, Inggris, setelah mendapatkan beasiswa Chevening Award pada tahun 2004, dan menyelesaikannya dengan tesis yang berjudul The Conflict in Aceh: Searching for A Peaceful Conflict Resolution Process.[6]
Baca Juga: Detik-detik AHY dan Prabowo Saling Hormat Usai Dilantik Jadi Menteri ATR/BPN
Dengan beasiswa dari Australian Development Scholarhip (ADS) pada tahun 2010, Raja meneruskan studi doktoral di School of Political Science and International Studies pada Universitas Queensland, Australia.
Ia berhasil mendapatkan gelar Ph.D alias doktor dengan disertasi berjudul Religious Peacebuilders: The Role of Religion in Peacebuilding in Conflict Torn Society in Southeast Asia, dengan mengambil studi kasus Mindanao (Filipina Selatan) dan Maluku (Indonesia).
2. Riwayat pendidikan AHY
AHY pernah mengenyam pendidikan di Timor Timur saat ayahnya, SBY bertugas di sana. Pada tahun 1984 hingga 1988, AHY menempuh pendidikan dasar di Sekolah Dasar Kuntum Wijaya Kusuma Pasar Rebo Jakarta Timur.
Selanjutnya ia bersekolah SMPN 5 Bandung, lalu pindah ke SMPN 20 Jakarta Timur. Melanjutkan di SMA Taruna Nusantara, Magelang tahun 1994. Kemudian lulus AKMIL pada 2000 silam.
Pada 1988 hingga 1991, AHY melanjutkan pendidikan di Amerika Serikat saat ikut SBY di negeri Paman Sam itu. AHY bersekolah di David J. Brewer School, Leavenworth, Kansas.
Selama bersekolah di Amerika AHY mendapat sejumlah prestasi salah satunya menjuarai Spelling Contest dan mendapatkan penghargaan dari Presiden AS George H. W. Bush.
Selama menjadi prajurit militer, AHY juga menempuh pendidikan tinggi formal. Suami Annisa Pohan itu juga memiliki tiga gelar pendidikan Master.
AHY punya galar Master of Science in Strategic Studies di Universitas Teknologi Nanyang, Singapura pada tahun 2006. AHY juga memiliki gelar Master in Public Administration dari Universitas Harvard, Amerika Serikat pada tahun 2010.
Tak hanya itu, AHY juga memiliki gelar Master of Arts in Leadership and Management dari Webster University Amerika Serikat pada tahun 2015.
AHY juga menempuh pendidikan di US Army Maneuver Captain Career Course di Fort Benning, Amerika Serikat pada tahun 2011. AHY juga menempuh pendidikan di US Army Command and General Staff College di Fort Leavenworth, Kansas, Amerika Serikat pada 2015.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Arya Iwantoro Anak Siapa? Ternyata Ayahnya Eks Sekjen Kementan yang Pernah Diperiksa KPK!
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
Pilihan
-
Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
-
Tensi Tinggi! Jose Mourinho Boikot Konferensi Pers Jelang Real Madrid vs Benfica
-
Gunung Dempo Masih Waspada, Warga Pagaralam Diminta Jangan Abaikan Imbauan Ini
-
Alfamart-Indomaret Tak Boleh Ekspansi, Kopdes Merah Putih Prabowo Takut Tersaingi?
-
SBY Sentil Doktrin Perang RI: Kalau Serangan Udara Hancurkan Jakarta, Bagaimana Hayo?
Terkini
-
Bosan dengan Hiruk Pikuk Kota? Temukan Oase Ketenangan Ramadan di Pinggir Pantai Dekat Jakarta
-
5 Shio Paling Beruntung pada 25 Februari - 1 Maret 2026, Banjir Rezeki!
-
9 Tips Puasa Anti Haus, Hindari Minum Ini Biar Kuat sampai Maghrib
-
Jenis Buah yang Baik dan Tidak Dianjurkan Dikonsumsi Saat Berbuka Puasa
-
Sering Lupa Baca Doa Buka Puasa, Bagaimana Hukumnya?
-
Pembagian THR Paling Lambat Kapan? Tidak Boleh Dicicil, Cek Batas Waktunya
-
5 Cushion dengan Refill yang Lebih Hemat dan Praktis Mulai Rp70 Ribuan
-
Cara Daftar Mudik Gratis BTN 2026 dan Info Detail Perjalanan
-
Kronologi Pelecehan Seksual Sutradara terhadap Anak di Bawah Umur Berkedok Casting Film
-
Jadwal Buka Puasa Semarang Hari Ini 24 Februari 2026, Cek Panduan Resmi Kemenag