Suara.com - Pendidikan dan pekerjaan Andi Amar Maruf Sulaiman, anak Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, disorot publik karena menggelar pernikahan mewah di tengah harga beras naik. Tak main-main, pernikahan yang dijuluki Royal Wedding 2024 ini digelar 12 jam nonstop.
Saking mewahnya, pernikahan Andi Amar dengan pujaan hatinya Ihsani Nurul Izzah, dihadiri 7.500 undangan dan digelar di hotel bintang 4 Makassar. Lokasi pesta pun didekorasi dengan indah dan memukau selaiknya pernikahan putra kerajaan.
Pesta pernikahan ini juga mendatangkan artis ibu kota, dari mulai Tulus, Tiara Andini hingga Wika Saling, serta ada juga beberapa band lokal yang digandeng untuk menghibur para undangan.
Pernikahan politikus Gerindra ini juga dinilai tidak etis, lantaran digelar di saat masyarakat kesulitan mendapat beras murah lantaran harga beras melonjak drastis di pasaran. Bahkan, sempat viral di media sosial masyarakat berebut beras SPHP alias beras murah.
Lalu, apa sebenarnya pekerjaan Andi Amar Maruf Sulaiman sampai bisa menggelar pesta mewah seperti itu?
1. S2 di Australia
Dalam akun linkein-nya, Andi Amar diketahui merupakan lulusan S2 di The University of Queensland, Australia dengan jurusan bisnis. Proses kuliah Andi Amar berlangsung Juni 2021 hingga November 2022.
Sebelum itu, ia lebih dulu melewati jenjang pendidikan S1 dengan jurusan Manajemen Bisnis di Universitas Hasanuddin (Unhas), yang berlangsung pada 2018 hingga 2021.
2. Pemimpin berbagai perusahaan
Baca Juga: Harta Tembus Rp1,19 T, Mentan Andi Amran Gelar Nikahan Mewah buat Anak Saat Harga Beras Mencekik
Andi menulis pekerjaannya sebagai owner atau pemilik dari Syirkah Studio sejak Oktober 2020 hingga saat ini. Perusahaan yang bergerak di bidang brand fashion itu berbasis di Makassar.
Selain itu, Andi Amar juga mencantumkan diri sebagai owner atau pemilik Owner PT.SHAL, perusahaan yang bergerak di bidang jasa konsultasi bangunan sejak 2019 hingga saat ini, yang juga berbasis di Makassar, Sulawesi Selatan.
Menariknya, beberapa portal berita juga menyebutkan Andi Amar pernah menjabat sebagai komisaris PT AAS Mineral Mandiri. Ia juga disebut pernah menjabat sebagai Direktur PT Penambangan Nikel AASDIN.
Berita Terkait
-
5 Fasilitas Mentereng Hotel Royal Wedding Anak Mentan Amran Sulaiman saat Harga Beras Naik
-
Potret Mewah Pernikahan Anak Mentan Andi Amran Sulaiman Saat Rakyat 'Menjerit', Biaya Gedungnya Tembur Ratusan Juta?
-
Punya 9 Kendaraan Senilai Rp 15 Miliar, Mentan Andi Amran Gelar Pernikahan Mewah Anak di Tengah Harga Beras Naik
Terpopuler
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- 5 Pilihan HP Samsung RAM 12 GB Agustus 2026, Performa Ngebut Anti Lag
- Warga Teror Pekerja Stadion Sudiang, Pembangunan Tribun Selatan Terpaksa Ditinggalkan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Bank Sumsel Babel Tebar Promo HUT RI, Jajan Cukup Bayar Rp1.945 dengan QRIS BSB Mobile
-
Cashback Jadi Andalan Luna Maya Saat Belanja, Sudah Kumpulkan Hingga Rp 1,6 Juta
-
Bank Sumsel Babel Perluas Layanan, 624 Prajurit Yonif TP 893 Kini Punya Akses Perbankan
-
Dari Sekolah hingga UMKM, Internet Mengubah Kehidupan Warga di Daerah 3T
-
Karhutla Sumsel Makin Sulit Dikendalikan, Hujan Buatan Terkendala Awan
-
Karhutla Sumsel Makin Sulit Dipadamkan, Sumber Air Mulai Jadi Masalah
-
Viral Tukang Cukur di Rancabungur Dimarahi Karena Belum Pasang Bendera, Ini Kata Camat
-
Bintang-bintang Legendaris Liga Inggris akan Saling Berhadapan di GBK, Catat Waktunya
-
Yenti Garnasih Bongkar Indikasi TPPU Febrie dan Luruskan Istilah Kriminalisasi
-
Polisi Temukan Bukti Permulaan, Kasus Kematian Sutrimo Naik ke Tahap Penyidikan Pidana