Suara.com - Belum lama ini, momen komika Kiky Saputri menyampaikan kritik pada rumah sakit Indonesia kembali beredar. Menurutnya, gedung-gedung rumah sakit yang bagus begitu berbanding terbalik dengan sistemnya.
"Rumah sakit mana? Indonesia bagus-bagus rumah sakitnya loh. Tapi sistemnya enggak," ujar Kiky Saputri saat hadir di podcast Praz Teguh, dikutip Kamis (29/2).
Tidak mengada-ada, pernyataan itu keluar berdasarkan pengalaman buruk Kiky Saputri sendiri. Kala itu kakak dari ibunya mendapat penanganan kurang baik oleh sebuah rumah sakit, padahal kondisinya sudah cukup parah.
"Saudaraku, kakaknya mamahku, nah itu jadi dia infeksi luka. Itu sampai udah pingsan. Jadi udah saking infeksinya lukanya," cerita dia.
Tapi sesampainya di rumah sakit, terjadi kendala karena kerabat keluarganya salah menyebutkan cara pembayaran. Karena kurang paham, mereka menyebut pasien umum.
"Akhirnya dibawa ke rumah sakit, (ditanya) 'pakai apa bayarnya? Umum apa BPJS?'. Kan nggak ngerti tuh, pada cengak cengok, 'pake apa nih? Umum'," terang Kiky Saputri.
Tak disangka, pihak rumah sakit langsung menolak. Mereka menyebut tak bisa lagi menerima kakak dari ibu Kiky Saputri untuk rawat inap dengan alasan kamar penuh.
Kiky Saputri langsung menyarankan untuk membayar dengan cara lain, agar kakak ibunya segera dilayani. "'Bilangnya jangan umum, (tapi) pribadi, bayar pribadi', gue bilang gitu," sambungnya.
Benar saja, setelah berganti pembayaran pihak rumah sakit langsung menyampaikan ada kamar yang tersedia. Bahkan dokter langsung mengecek kondisinya.
Baca Juga: Opie Kumis Panik! Keceplosan Langgar Aturan Kampanye, Kaesang Malah Ngakak
"Terus telepon lagi (ke rumah sakit). 'Mbak, ini pribadi', (dijawab) 'oh, pribadi? Ayo, ayo ada'. Ada kamarnya, dateng dokternya," beber Kiky.
Cuplikan uneg-uneg Kiky itu diunggah ulang akun Instagram @lambegosiip, dan menuai beragam respons netizen.
"Sudah terwakili jeritan rakyat biasahhh," komentar salah satu netizen.
"Bener banget...ayahku 24 jam d UGD gara-gara pake bpjs dibilang kmrnya penuh nunggu kosong," tambah yang lain.
"Bener sih apalagi yang pake BPJS itu lama banget dapet kamarnya," sahut yang lainnya.
"Malah di kotaku disarankan pke BPJS sm dokternya," tambah yang lain.
Berita Terkait
-
Virgoun Cuma Jenguk Sebentar, Tangis Inara Rusli Pecah Pontang-panting Sendiri Larikan Anak ke Rumah Sakit
-
Kiky Saputri Balas Cacian Jijik, Gilang Dirga dan Armand Maulana Ikut Terseret: Jangan Menutup Otak dan Hati!
-
Kiky Saputri Kena Mental, Sesumbar Belikan Barang Ini untuk Suami, Pas Tau Harganya Malah Mewek
Terpopuler
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Warga Teror Pekerja Stadion Sudiang, Pembangunan Tribun Selatan Terpaksa Ditinggalkan
- 5 Pilihan HP Samsung RAM 12 GB Agustus 2026, Performa Ngebut Anti Lag
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Bintang-bintang Legendaris Liga Inggris akan Saling Berhadapan di GBK, Catat Waktunya
-
Yenti Garnasih Bongkar Indikasi TPPU Febrie dan Luruskan Istilah Kriminalisasi
-
Polisi Temukan Bukti Permulaan, Kasus Kematian Sutrimo Naik ke Tahap Penyidikan Pidana
-
Kita Cari! Bahar bin Smith Geruduk The Sounds Project Buru Pelaku Hafalan Quran Hadiah Miras
-
Konvoi Usai Menang Futsal Berujung Petaka, 9 Pelajar Diamankan Polisi di Solo
-
Polresta Cirebon Sita 6.964 Butir Obat Keras Ilegal, Tiga Pengedar Ditangkap
-
Kolaborasi Kampus dan Industri Dinilai Penting untuk Bangun Kota Berkelanjutan
-
Mahasiswa Tersangka Tabrak Lari di Bandung Mengemudi dalam Kondisi Mabuk
-
Kasus Hafalan Ad-Dhuha Berhadiah Miras di Sound Project Dilimpahkan ke Polda Metro Jaya
-
Pelaku Pemerkosaan dan Pembunuhan di Tangerang Beraksi Saat Mabuk, Pintu Rumah Korban Tak Terkunci