Suara.com - KGPAA Mangkunegara X atau yang akrab dikenal dengan nama Gusti Bhre Sudjiwo sedang menjadi sorotan publik. Ia masuk dalam bursa pencalonan wali kota Solo, menggantikan Gibran Rakabuming Raka.
KGPAA Mangkunegara X masuk dalam bursa pencalonan wali kota Solo bersama dengan 12 nama lain, melansir dari hasil survei Solo Raya Polling Suwardi.
Kesebelas nama lain yang muncul dalam bursa ini di antaranya Kaesang Pangarep, Teguh Prakosa, Budi Prasetyo, Budi Murtono, Mashuri.
Kemudian ada juga nama Rheo Yuliana Fernandes, Her Suprabu, RA Yashinta Sekarwangi Mega, Astrid Widayani, Sekar Tanjung, serta Sugeng Riyanto.
Masuk ke dalam bursa pencalonan wali kota Solo menggantikan Gibran Rakabuming Raka, menarik untuk diketahui mengenai riwayat pendidikan dan prestasi KGPAA Mangkunegara X. Simak ulasannya di bawah ini.
KGPAA Mangkunegara X merupakan putra GPAA Mangkunegara IX dari istri keduanya, GKP Prisca Marina Yogi Supardi. Ia lahir pada 29 Maret 1997 dengan nama Gusti Pangeran Haryo Bhre Cakrahutomo Wira Sudjiwo.
Sosok yang akrab dikenal dengan nama Gusti Bhre ini diketahui memiliki riwayat pendidikan dan prestasi yang begitu moncer. Ia merupakan alumni Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FH UI). Ia baru lulus pada 2019 lalu.
Tiga tahun berselang usai mendapatkan Sarjana Hukum (S.H), Gusti Bhre resmi dinobatkan sebagai Raja Mangkunegara X menggantikan sang ayah yang meninggal dunia karena penyakit jantung pada 13 Agustus 2021.
Lebih lanjut, semasa berkuliah Gusti Bhre diketahui memiliki sejumlah prestasi yang begitu membanggakan. Ia bersama timnya pernah meraih gelar Champion di ajang Pre-Moot Willem C. Vis International Commercial Arbitration Moot yang digelar pada tahun 2018.
Baca Juga: Ridwan Hisjam Sebut Jika Jokowi Ternyata Telah Gabung Golkar Sejak 2015
Gusti Bhre juga pernah meraih Juara 2 Debat Konstitusi Nasional (LDK-Nas)yang digelar Universitas Gajah Mada (UGM) pada tahun 2019. Lalu, memenangkan Juara 3 Lomba Debat Hukum Internasional yang digelar universitasnya sendiri.
Berita Terkait
-
Ridwan Hisjam Sebut Jika Jokowi Ternyata Telah Gabung Golkar Sejak 2015
-
Ganjar-Mahfud 'Menang' Soal Penggunaan Dana Kampanye, Tapi 'Babak Belur' Soal Perolehan Suara
-
Beda Gaya Gibran Rakabuming Raka dan Selvi Ananda ke Inggris: Harga Sweaternya Beda Puluhan Kali Lipat!
-
Beda Selera, Gibran Rakabuming Lebih Suka Produk Lokal Dibanding Selvi Ananda yang Kerap Pakai Barang Branded
-
Namanya Muncul di Bursa Pilkada Sleman, Begini Riwayat Pendidikan Kaesang Pangarep
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 HP Murah Baterai 7000 mAh, Tahan hingga 2 Hari dengan Performa Kencang
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- Rumah Lansia 82 Tahun Dieksekusi PN Jakbar Meski Masih Sengketa
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
Polisi Buru 2 Otak Perusakan Kabel Optik Pademangan, Dibayar Rp1 Juta untuk Jegal Pesaing
-
Geger Pistol dan CD Porno di Sekolah Harapan Ibu: 580 Siswa PJJ; Yayasan Lapor KPAI dan DPR
-
3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
-
Promo Indomaret Terbaru Hari Ini 9 Agustus 2026, Susu dan Perlengkapan Balita Diskon Besar
-
6 Skin Tint yang Cocok untuk Kulit Kering dan Dehidrasi, Hasil Makeup Lebih Nyatu
-
Alur Gila 'The Scarecrow': Trauma Lama, Pembunuh Berantai dan Misteri Gelap
-
Jorge Messi Wafat, Lionel Messi Pimpin Prosesi Perpisahan dengan Penjagaan Ketat
-
5 Fakta Mengejutkan Temuan 995 Senjata dan CD Porno di Sekolah Swasta Jaksel
-
Kata-kata Ole Romeny Usai Cetak Gol, Pelatih PSV Dibuat Naik Pitam
-
Mengenal Kerajinan 'Anam Kepang', Esensi Edukatif yang Mati Ditelan Zaman