Suara.com - Di zaman serba digital ini, siapa pun berpeluang membuka bisnis dan memasarkan produknya secara online. Fakta ini diungkap dan dirasakan langsung oleh pendiri LS Skincare Reborn, Aceng Sunanto, saat menerima penghargaan Top Brand Skincare 2024 dalam ajang 3.0 Award Trends 2024.
Ia menceritakan pengalamannya jualan online skincare brand lokal asal Majalengka, Jawa Barat. Mengaku tak punya toko fisik untuk menjual produknya, Aceng mengandalkan TikTok Shop sebagai salah satu saluran berjualannya.
Dan ketika TikTok Shop ditutup, Aceng pun harus berusaha ekstra untuk menyelamatkan brand skincare buatannya yang berdiri pada 2020 silam.
"Kayaknya kemaren pas TikTok Shop tutup tetap struggle (berjuang), tapi punya platform dan website sendiri, jadi kita tetap bisa struggle. Jadi memang jelas 4 hingga 5 hari cukup terasa, karena itu tempat berjualan andalan," ujar Aceng Sunato dalam keterangan yang diterima suara.com beberapa waktu lalu.
Setelah melewati masa yang berat tersebut, Aceng dan istrinya tidak berpuas diri. Dengan jumlah tim yang mencapai 80 orang, dan dalam waktu dekat bakal memiliki pabrik skincarenya sendiri hingga terus melakukan inovasi produk, Aceng juga kerap berbagi tips dan trik berjualan skincare secara online.
Berikut ini tips jualan skincare online, baik untuk perorangan maupun jika ingin membuat barangnya sendiri, berdasarkan pengalaman yang dirasakan Aceng Sunanto secara langsung:
1. Andalkan distributor dan agen
Menurut Aceng, penjualan produk terbaik yaitu sebaik mungkin mampu mendekati konsumen. Jika tidak memiliki toko offline, maka sistem berjualan distributor dan agen bisa jadi pilihan.
Distributor adalah pihak perantara yang menyalurkan produk dari produsen ke retailer maupun konsumen. Sedangkan agen adalah orang atau perusahaan perantara yang mengusahakan penjualan bagi perusahaan lain atas nama pengusaha perwakilan. Sehingga walaupun tidak memiliki toko offline, namun pelanggan bisa mendatangi agen terdekat untuk menanyakan dan mencari informasi lebih dalam terkait produk.
"Kita juga punya sistem distributor dan agen, kebetulan per hari ini dibarengi mendapatkan penghargaan ini (penyelenggaraan Indonesia Award Magazine), kita ada 2 distributor. Tadinya nggak ada distributor, tapi sekarang ada di Brebes sama Cirebon," papar Aceng.
2. Produk terdaftar di BPOM
Menurut Aceng, meski dirinya belum memiliki toko offline yang tidak sedikit membuat banyak orang ragu, ia memastikan bahwa kualitas skincare miliknya bisa dipercaya konsumen dengan jaminan sudah terdaftar di Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).
Menurutnya, tidak kurang dari 38 varian skincare miliknya semua sudah memiliki izin edar sehingga masuk kategori legal.
"Sekarang banyak kandungan legal yang niacinamide kan itu sudah banyak brand yang pakai, sudah nggak zaman lagi hidrokuinon dan merkuri kalau sekarang," papar Aceng.
3. Investasi dari leher ke atas
Berita Terkait
Terpopuler
Pilihan
-
LIVE Final Piala Asia Futsal 2026: Israr Megantara Menggila, Timnas Indonesia 3-1 Iran
-
Menuju Juara Piala Asia Futsal 2026: Perjalanan Timnas Futsal Indonesia Cetak Sejarah
-
PTBA Perkuat Hilirisasi Bauksit, Energi Berkelanjutan Jadi Kunci
-
Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
-
Kisah Petani Gurem, Dihantui Pangan Murah Rendah Gizi
Terkini
-
5 Sepeda Hybrid Paling Nyaman Buat Gowes, Siapkan untuk Teman Ngabuburit
-
Liburan Hemat ke Singapura: Tips Praktis untuk Traveler Indonesia
-
Asmara Lancar, Ini 5 Shio yang Diprediksi Beruntung 8 Februari 2026
-
Kapan Tiket Kereta Tambahan Lebaran 2026 Dibuka? Jangan Sampai Ketinggalan Jadwalnya
-
5 Rekomendasi Model Baju Imlek Wanita 2026 yang Nyaman dan Elegan
-
5 Lipstik Jadul Legendaris Mulai Rp10 Ribuan, Kualitas Tidak Murahan
-
Sosok Benny Indra Ardhianto, Wakil Bupati Klaten Meninggal Dunia di Usia 33 Tahun
-
KUIS: Cek Chemistry, Kalian Tipe Pasangan Apa dan Cocoknya Kencan di Mana Sih?
-
5 Sleeping Mask dengan Kolagen untuk Usia 40-an, Bikin Kulit Kencang saat Bangun Tidur
-
5 Produk Viva Cosmetics untuk Mencegah Penuaan Dini, Jaga Kulit Tetap Awet Muda