Suara.com - Banyak yang beranggapan bahwa anak muda tidak begitu peduli dengan isu perubahan iklim, namun anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar. Inisiatif berbagai gerakan dari kalangan anak muda dalam memperjuangkan isu iklim telah terjadi, salah satunya dilakukan oleh Teens Go Green Indonesia.
Syifa Fauziyyah, yang tergabung dalam Teens Go Green Indonesia, mengungkapkan bahwa organisasi ini, yang berdiri sejak tahun 2007, awalnya diinisiasi oleh sejumlah pihak, termasuk NGO dan pemerintah, bersama dengan siswa-siswa SMA.
Mereka tidak hanya diajak untuk memahami alam, tetapi juga untuk berkontribusi dalam menyelesaikan masalah-masalah lingkungan dengan cara menghadirkan solusi baru melalui tindakan nyata.
“Anak-anak muda ini awalnya diajak untuk mengenal alam, baru masuk ke masalah-masalah terkait lingkungan, kita belajar untuk mencari solusi baru melakukan aksi langsung,” kata Syifa.
Syifa juga menyoroti masalah-masalah lingkungan yang berbeda di setiap wilayah, seperti potensi banjir rob di Jakarta Utara dan masalah sampah yang menjadi fokus utama di Jakarta.
Meskipun demikian, dia menegaskan bahwa anak muda memiliki peran penting dalam mengatasi masalah tersebut, dan Teens Go Green telah memberikan fasilitas serta program-program yang mendukung anak muda untuk berkontribusi dalam pelestarian lingkungan, termasuk pemberian beasiswa.
Selain itu, anak muda juga menggunakan teknologi dan jejaring sosial mereka untuk merespons isu perubahan iklim, seperti pembuatan video yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pelestarian lingkungan.
Diskusi ini, yang diadakan oleh Koaksi Indonesia bersama Humanis dan beberapa koalisi lainnya, bertujuan untuk meningkatkan kesadaran akan aksi-aksi iklim lokal, seperti yang ditampilkan dalam film "Climate Witness". Film ini telah diproduksi dua kali dan mengisahkan aksi iklim di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT), serta didukung oleh berbagai koalisi sipil.
Melalui acara ini, diharapkan bahwa kisah-kisah inspiratif ini akan memotivasi masyarakat dari berbagai tingkatan untuk turut serta dalam upaya mitigasi perubahan iklim di tingkat lokal maupun nasional.
Baca Juga: Sambangi Solo, Alam Ganjar Singgung Anak Muda Butuh Proses dan Pengalaman, Sindir Gibran?
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Ciri-Ciri Kulkas Boros Listrik, Kenali sebelum Tagihan Membengkak
-
6 Cara Mencegah Bunga Es Muncul di Kulkas agar Mesin Tidak Cepat Rusak
-
3 Aluminium Foil Insulasi untuk Menahan Panas Pada Atap Seng, Rumah Adem dan Tak Berisik
-
5 Cara Atasi Saluran Air Mampet Akibat Tanah atau Lumpur di Rumah
-
Mengenal Kandungan PDRN dalam Skincare, Bahan Aktif Viral yang Bikin Kulit Kencang dan Glowing
-
Cushion Mini yang Bagus Merek Apa? Ini 3 Pilihan Mungil dengan Hasil Maksimal
-
4 Cara Pakai Soda Api untuk Atasi Saluran Air Mampet akibat Rambut atau Lumpur
-
Selain Koi, 6 Ikan Ini Dipercaya Membawa Keberuntungan Menurut Feng Shui
-
4 Cara Atasi Pompa Air yang Harus Dipancing Terus-menerus
-
4 Posisi Kamar Mandi yang Baik Menurut Feng Shui agar Hunian Lebih Nyaman