Suara.com - Kini berkelimang harta, Sandra Dewi mengaku bahwa saat masih gadis dirinya jarang berbelanja. Sandra menyebutkan bahwa dulu dia adalah orang yang hemat.
"Aku tuh tadinya orang yang paling irit tadunya, maksudnya aku enggak mau kalau masih single tuh kayak jarang belanja," ujar Sandra Dewi dalam video lawasnya yang diunggah kembali akun TikTok @yayan_selaras.
Kebiasaan belanjar Sandra kemudian berubah setelah ia memiliki suami dan anak. Menurut Sandra, perubahan itu lantaran kebutuhan rumah tangga yang ada-ada saja.
Terlebih kebutuhan anak yang menurutnya mahal.
"Tapi setelah punya anak punya suami, aku engak bisa begitu lagi karena ternyata kebutuhan anak itu banyak sekali," kata Sandra Dewi.
"Apalagi aku mau ngasih mereka makanan yang terbaik, misalnya tiap hari aku belanjar buah sayur. Mereka tuh banyak makan sayur 4 sehat 5 sempurna itu semua harus fresh," imbuhnya.
Menurut Sandra Dewi berbagai kebutuhan anak cukup mahal seperti tisu hingga popoknya. Penryataan Sandra Dewi sontak mengundang berbagai respons dari warganet.
"Kayaknya dia cuma pinter ngomong doang," komentar warganet.
"Beda kalau dibelanjain negara," tambah warganet lain.
Baca Juga: Profil Rieke Diah Pitaloka, Anggota DPR yang Desak Kejagung Cekal Keluarga Koruptor Timah
"Ya irit lah tadunya uangnya kan terbatas," tulis warganet di kolom komentar.
"Sekarang udah beda ceritanya," timpal lainnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Karhutla Memanas, Kabut Asap Selimuti Kota Palembang
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!