Suara.com - Di lingkungan profesional penampilan yang baik bukan hanya sekadar ciri, namun sebagai suatu alat pemberdayaan. Studi dari Harvard menunjukkan bahwa individu yang dianggap memiliki kecantikan di atas rata-rata cenderung menghasilkan lebih banyak daripada rekan-rekan mereka.
"Beauty privilege" ini menegaskan signifikansi ekonomi dari penampilan fisik, mencerminkan disparitas rasial dan gender yang diamati di tempat kerja.
Demikian pula, temuan dari Universitas Buffalo, yang menunjukkan bahwa individu yang menarik memiliki kesempatan yang lebih tinggi untuk mendapatkan pekerjaan, menerima evaluasi yang lebih baik, dan mendapatkan gaji yang lebih tinggi di berbagai profesi.
Hal tersebut menegaskan pentingnya penampilan perempuan di lingkungan profesional, menekankan perlunya individu untuk mengoptimalisasi kecantikan alamiah mereka dengan percaya diri. Oleh karena itu Klinik DERMALOGIA berkomitmen untuk mendukung pemberdayaan perempuan melalui perawatan yang personal dan berbasis ilmiah.
"Kami percaya bahwa penampilan seseorang adalah suatu katalis untuk kesuksesan, memberdayakan perempuan untuk berkembang dalam kehidupan pribadi dan kehidupan profesional mereka. Melalui pendekatan holistik kami terhadap perawatan kulit, kami memberdayakan perempuan untuk menunjukkan kecantikan alami mereka dengan percaya diri, membekali perempuan Indonesia untuk berkembang dalam setiap aspek kehidupan mereka,” ujar dokter spesialis kulit dr. Arini Astasari Widodo, SM, Sp.DVE dari Klinik DERMALOGIA, dalam keterangannya baru-baru ini.
Arini menjelaskan, bahwa misinya ialah untuk merawat kulit jangka panjang atau ‘radiate timeless beauty at every age’ lebih dari sekadar perbaikan sementara.
"Kami berkomitmen untuk memberikan perawatan berbasis ilmiah (science based treatment), perawatan yang diberikan secara personalisasi, menggunakan kemajuan terbaru dalam teknologi estetika," ujar dr. Arini, “ misalnya menggunakan mesin skin analyzer dan energy based device dengan AI (artificial intelligence) integrated machines”.
Kombinasi dari jiwa artistik, mesin yang canggih, teknologi AI, dan tim dokter yang terdepan, Dermalogia memiliki solusi terbaik untuk berbagai masalah kulit. Lebih dari sekedar alat, melayani dengan hati dan empati merupakan hal yang dijunjung tinggi. Dermalogia percaya bahwa merawat kulit dengan hati akan membantu seseorang mencintai kulitnya, mencintai dirinya, dan membawa perjalanan perawatan kulit (skincare journey) menjadi bagian dari perjalanan hidup yang menyenangkan.
"Kami percaya bahwa kulit tidak hanya harus cantik, tetapi juga sehat. Itulah sebabnya kami mengembangkan berbagai perawatan yang menargetkan masalah kulit secara spesifik serta mempromosikan kesehatan dan daya tahan tubuh secara keseluruhan. Kita mentargetkan perawatan jangka panjang dan hasil berkelanjutan, tidak hanya hasil instan," tambah Dr. Arini Widodo.
Baca Juga: 3 Rekomendasi Body Lotion Terbaik untuk Mencerahkan Kulit Kusam
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- 7 Lukisan Pembawa Hoki Menurut Feng Shui untuk Dipajang di Ruang Tamu
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- 12 Sepeda Gunung United Detroit Lengkap dengan Harga dan Spesifikasinya
- 5 Rekomendasi Rice Cooker Digital, Nasi Tetap Pulen hingga 48 Jam
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Polisi Klaim 995 Pistol di Ruang Kerja Eks Ketua Yayasan Sekolah Jaksel Bukan Senpi
-
Kalau Standarnya Cuma "Daripada Dikorupsi", Semua Program Terlihat Bagus
-
Bursa Kripto CFX10 Melesat, Bitcoin dan Ethereum Naik
-
Warga Teror Pekerja Stadion Sudiang, Pembangunan Tribun Selatan Terpaksa Ditinggalkan
-
Kala Lapar Bertemu Deadline Kerjaan Tanpa Ampun, Lahirlah Kutukan 'Hangry'
-
Pemerintah Ubah Sebutan Pemulung Jadi 'Pemilah Sampah', Bakal Jadi Profesi Terlindungi
-
Kasus Kematian Mantan Istri Anggota Polri, Komisi III DPR RI: Jangan Gegabah Simpulkan Bunuh Diri
-
Ribuan Pemilah Sampah di Bantargebang Kini Punya Jaminan Kerja
-
Waspada Potensi Bencana Alam di Jateng, Sarif Abdillah: Pelatihan Relawan Jangan Kendor!
-
Berbagi Kisah & Harapan: Ketika Menagih Pajak Tidak Sekadar Soal Angka