Suara.com - Muhammad Ferarri seketika menjadi buah bibir lantaran berhasil memasukkan bola ke gawang Uzbekistan yang dijaga oleh kiper Abduvakhid Nematov. Pasalnya itu adalah bola pertama yang berhasil dijebloskan ke gawang Uzbekistan, meski pada akhirnya wasit Shen Yinhao menganulirnya.
Namun di luar prestasinya sebagai pesepakbola, Ferarri juga diketahui memiliki karier yang moncer sebagai Polantas di Polda Metro Jaya. Bahkan Polda Metro Jaya tak ragu menunjukkan kebanggaan mereka kepada Ferarri di sebuah unggahan Instagram.
Lantas seperti apa perbedaan penghasilan Ferarri sebagai seorang atlet dan seorang anggota kepolisian? Berikut adalah estimasi perbandingan penghasilannya, seperti dikutip dari berbagai sumber:
Penghasilan Muhammad Ferarri Sebagai Pesepakbola
Muhammad Ferarri merupakan atlet sepak bola kelahiran Jakarta, 21 Juni 2003 yang merumput bersama Persija Jakarta sejak tahun 2020.
Selain menjadi salah satu pentolan Persija Jakarta, Ferarri juga bergabung dalam skuad Timnas Indonesia U-23. Sepanjang permainan profesionalnya, Ferarri sudah mengikuti 18 pertandingan dan menciptakan 2 gol.
Dengan prestasi sebaik itu, tak heran jika Ferarri diganjar dengan harga kontrak yang mumpuni. Melansir Transfermarkt, harga pasaran Ferarri sekarang adalah sebesar Rp2,61 miliar. Namun nilai kontraknya pernah mencapai angka tertinggi pada 10 Maret 2023, yakni sebesar Rp3,04 miliar.
Penghasilan Muhammad Ferarri Sebagai Polisi
Umumnya seorang polisi bisa menerima penghasilan bulanan berupa gaji pokok dan tunjangan. Besarnya pendapatan ini disesuaikan dengan pangkat serta lama masa jabatannya.
Baca Juga: Jokowi: Feeling Saya Timnas Masuk Olimpiade
Sebagai seorang polisi, Muhammad Ferarri kini berpangkat Brigadir Polisi Dua (Bripda) yang merupakan Bintara tingkat satu di Polri. Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 2024, pangkat Bripda berhak menerima gaji pokok sebesar Rp2.272.100 sampai Rp3.733.700 per bulan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- Contoh Teks Sambutan Ketua RT Malam Tirakatan 17 Agustus yang Singkat, dan Penuh Makna
- 4 Rice Cooker Mini Murah yang Cepat Matang dan Hemat Listrik Sesuai Review Pembeli
Pilihan
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
Terkini
-
Local Media Community Gandeng Google Dukung Penguatan Ekosistem Media Lokal
-
Tegas! Menkeu Purbaya Ungkap Tak Ada Kenaikan Gaji Guru di 2027
-
Renjana Perca, Saat Fashion Indonesia Bertemu Ekonomi Sirkular
-
Modal Foto AI Berseragam Polisi, Pria di Bandung Tipu Korban dan Bawa Lari Uang
-
Insentif Guru Ngaji di Bogor Jadi Rp1,2 Juta per Tahun
-
Jaga Gajah Sumatera, Pertamina Kilang Plaju Perkuat Upaya Melestarikan Warisan Alam Sumsel
-
Temukan 1.500 Warga Terjebak Grup LGBT Daring, Pemkab Serang Siapkan Langkah Pembinaan
-
Bank Sumsel Babel dan Unsri Bersinergi Menyiapkan Generasi Pemimpin Masa Depan
-
Havaianas Debut Kitten Heel di Copenhagen Fashion Week
-
Perombakan Buku Sekolah, Solusi Literasi atau Cuma Proyek Bisnis Baru?