Suara.com - Labuan Bajo menjadi salah satu destinasi super prioritas yang tidak hanya memiliki keindahan alam yang luar biasa tapi juga kekayaan alam, budaya, adat seni dan keragaman yang tersebar di seluruh pulau.
Hal inilah yang membuat pemerintah, khususnya Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif terus berupaya (Kemenparekraf) untuk meningkatkan berbagai hal di Labuan Bajo termasuk ketersediaan kamar atau infrastruktur dan ketersediaan pesawat atau transportasi.
Menurut Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menpar) Sandiaga Uno, kedua hal tersebut saling berkaitan. Dengan bertambahnya jumlah ketersediaan kamar, maka ketersediaan pesawat, khususnya kursi harus lebih ditingkatkan untuk mengisi hotel-hotel tersebut
"Untuk hal infrastruktur, kalau dilihat akan ada 4 hotel yang sebentar lagi akan beroperasi dan ini akan menambah jumlah kamar, berarti dibutuhkan jumlah penerbangan yang lebih ditingkatkan," kata dia saat ditemui di Labuan Bajo, baru-baru ini.
Sandiiaga mengatakan jika pihaknya dan pihak-pihak terkait tengah memgupayakan disediakannya penerbangan langsung, bukan hanya dari Jakarta tapi juga luar negeri.
Dirinya menargetkan hal ini sudah bisa terlaksana dalam waktu 6 bulan. Namun biasanya bisa lebih cepat dari itu di Q4 karena Labuan Bajo sudah berrstatus bandara internasional sehingga semua sudah disiapkan.
"Kita juga lagi mengupayakan penerbangan langsung ke Labuan Bajo, ada tiga penerbangan yang sedang kami finalisasi yaitu dari singapura, dari malaysia, dan Australia," tambahnya lagi.
Untuk soft infrastruktur, Sandiaga ingin sistem manejemennya juga diperbaiki dengan ada satu one stop clearance yang diharapkan dapat menjadi SOP bagi ssmua untuk menghindari kecelakaan, hingga bencana yang terjadi di tengah laut. Hal ini setidaknya bisa berkurang.
Selebihnya, ia justru mengimbau jika infrastruktur tak dibangun secara berlebihan di Labuan Bajo Sebab bisa berpotensi overtourism.
Baca Juga: Jelang PON XXI 2024, UMKM Sumut dan Aceh Bersiap
"Selebihnya saya justru lagi melihat bagaimana ini jangan terlalu banyak infrastruktur yang dibangun di Labuan Bajo, karena kalau tidak hati-hati bisa over tourism, kita mau menghindari ini," tambahnya.
"Karena nanti kelihatan seperti sekarang ini kan low season, tapi kalau nanti high season harus kita bisa tangani dengan baik, sehingga tidak terjadi kepadatan yang berlebihan atau over tourism," tutup dia.
Berita Terkait
-
Kisah Pilu Rio Haryanto Mantan Pembalap F1 yang Diputus Kontrak, Kini Lamar Keponakan Sandiaga Uno
-
Banyak Masyakarat Keluhkan Tiket Domestik Mahal, Menparekraf Sandiaga Uno Sebut Tambahan Pesawat Bisa Jadi Solusi
-
Tak Cukup Pariwisata Hijau, Kemenparekraf Kini Rancang Pariwisata Regeneratif: Seperti Apa?
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan