Suara.com - Aksi Raffi Ahmad membawa serta beberapa pegawai RANS untuk naik haji bersama tak henti menjadi buah bibir. Apalagi karena Raffi mengajak ketiga pegawainya itu ke Tanah Suci dengan program Haji Furoda Luxury dengan biaya Rp509,3 juta per jemaah.
Jelas ini bukan nominal yang sedikit, meski tampaknya juga sepadan dengan perjuangan keras ketiga pegawai tersebut, terutama untuk membesarkan Rans sampai sekarang.
Misalnya saja Abrar, yang dahulu sampai harus mengetuk satu-persatu calon klien saat RANS masih merintis. Kisah ini seperti dituturkan langsung oleh Abrar di hadapan Deryansha Azhary alias Dery eks Vierra.
“Di awal juga suffer (menderita) kita, Mas,” tutur Abrar yang dilabeli sebagai COO RANS Entertainment, seperti dikutip dari akun TikTok @ria_0901, Minggu (2/6/2024).
Pengakuan Abrar ini tak serta-merta dipercaya oleh Dery, apalagi karena yang menjadi pemilik perusahaan adalah selebritis sebesar Raffi Ahmad. Namun diakui Abrar, nama besar Raffi pun tak membuat klien melirik apalagi percaya.
“Masa segede (nama) Raffi masa suffer? Kan lu tinggal nebeng nama besarnya dia, Raffi (dan) Nagita,” kata Dery.
“Tapi saat 2018, advertiser itu belum tentu percaya terhadap (perusahaan) digital. Dikit banget. Dari situ susah banget untuk ngeyakinin klien, meskipun kita dompleng nama besarnya Raffi,” jelas Abrar.
Bahkan saking sulitnya, Abrar sampai mendatangi satu-persatu kantor calon klien yang berpotensi. Tak hanya itu, Abrar juga rela menunggu berjam-jam di kantor calon klien meski akhirnya tidak membawa hasil yang sepadan.
“Kita ketok satu-satu pintunya. Kayak waktu itu 2018 saya datang ke bekas kakak kelas saya dulu waktu di kampus, iya (bos sebuah brand). Gue datang ke dia pun, gue nungguin sampai 2 jam, 3 jam,” ujar Abrar.
Baca Juga: Padahal Punya 40 Pegawai, Tapi Rumah Mewah Raffi Ahmad dan Nagita Slavina Dinilai Berantakan
Beruntung saat itu Abrar sempat mempresentasikan potensi usaha RANS yang masih merintis, seperti memperlihatkan jumlah penonton video yang diproduksi. “Sampai segitunya, maksudnya kita susah jualan di awal tuh, (tapi hanya dijawab) ‘Entar gue lihat lagi deh’,” tandas Abrar.
Perjuangan itulah yang belakangan disorot warganet. Tak sedikit yang menilai sangat wajar apabila Raffi kemudian menghargai Abrar dengan mengajaknya beribadah haji bersama.
“Mangkanya wajar dia banyak dikasih hadiah, dihargai,” komentar warganet. “Alhamdulillah, wajar rafi menghajikan dia.. perjuangan sama-sama dari NOL,” timpal yang lainnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor
-
5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan
-
Terungkap Penyebab Kematian Dokter PPDS di RSUD Tengku Rafian Siak
-
Profil Direktur PO ALS yang Jadi Tersangka Kasus Kecelakaan Bus Tewaskan 19 Orang
-
Pertamina Marine Solutions Resmi Jalin Kerjasama dengan Perusahaan China, Ini Rinciannya
-
Tak Cukup Alim, Cak Imin Minta Santri Melek Literasi Keuangan Agar Tak Terjebak Judol dan Pinjol
-
Berdayakan Puluhan Kelompok Usaha, Klaster Unggulan BRI Sukses Dongkrak Potensi Peternak
-
Mahkamah Konstitusi 'Main Aman' Beri Legitimasi Program MBG yang Bermasalah
-
Sering Olahraga Bikin Rambut Lepek dan Ketombe? Ini Tips Menjaga Kulit Kepala Sehat
-
Gus Ipul Ingatkan Seluruh Jajaran: Program Sekolah Rakyat Butuh Kolaborasi dan Integritas