Suara.com - Amien Rais dikenal sebagai tokoh pendiri PAN setelah lengsernya Soeharto dari kursi kepresidenan tahun 1998. Namun sejak saat itu, kontroversi Amien Rais tak pernah berhenti dibicarakan publik. Berikut ringkasannya.
Amien Rais adalah politikus senior Indonesia. Lahir di Solo dan salah satu tokoh berpengaruh di era reformasi. Ia muncul dalam dunia politik Indonesia pada masa akhir pemerintahan Soeharto. Ia pernah menjabat sebagai Ketua MPR periode 1999-2004. Manuver-manuver politik Amien Rais cukup berpengaruh di era reformasi, terutama di tengah persaingan politik nasional memperebutkan kursi kepresidenan setelah kepemimpinan BJ Habibi.
Berikut ringkasan kontroversi Amien Rais, dirangkum dari berbagai sumber:
1. Jin dan Genderuwo Hotel Borobudur
Amien Rais pernah membuat manajemen Hotel dan KPU buka suara membantah pernyataan Amien Rais yang menyebut ada jin dan genderuwo di Hotel Borobudur. Hal ini terjadi pada periode Pemilu 2004 dan 2014.
Amien Rais menolak penghitungan suara dilakukan oleh KPU di Hotel Borobudur. Amien Rais mengkhawatirkan akan terjadi kecurangan yang dilakukan oleh jin dan genderuwo.
2. Menciptakan People Power yang Gaduh
Pada periode Pilpres 2019 lalu, Amien Rais menyatakan akan menggalang people power alih-alih mengajukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK) setelah Prabowo Subianto kalah di Pilpres 2019 lalu.
Aksi Amien Rais diikuti oleh Front Pembela Islam (FPI) dan Forum Umat Islam (FUI). Amien Rais pada saat itu menjabat sebagai Dewan Pengarah Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Publik hingga Mahkamah Konstitusi juga mengecam tindakan Amien Rais.
3. Menuding Jokowi Melakukan Pembohongan Publik
Amien Rais pada 18 Maret 2018, ketika menjadi pembicara di Bandung menuding pembagian sertifikat tanah oleh Presiden Jokowi merupakan kebohongan publik. Amien Rais menyebut setidaknya ada 74 persen tanah di negeri ini dikuasai oleh kelompok tertentu.
4. Partai Allah dan Partai Setan
Kontroversi Amien Rais berikutnya ialah Amien Rais menyebutkan partai Allah dan partai setan. Ia menyatakan hal itu saat mengisi tausiah usai mengikuti Gerakan Indonesia Sholat Subuh berjamaah di Masjid Baiturrahim, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan tahun 2018 lalu.
5. Disebut-sebut dalam Sidang Tipikor
Amien Rais pernah disebut oleh jaksa KPK dalam persidangan tindak pidana korupsi (tipikor) terdakwa Siti Fadilah Supari. Jaksa menyebut uang yang diterima sebagai keuntungan pihak swasta juga mengalir ke rekening pribadi Amien Rais.
6. Minta Presiden Balik Lagi Dipilih oleh MPR
Amien Rais menyampaikan setuju jika pemilihan presiden kembali dilakukan oleh MPR melalui amandemen UUD 1945. Hal itu disampaikannya usai bertemu pimpinan MPR di kompleks parlemen, Rabu, 5 Juni 2024.
Amien Rais menyatakan ide pemilihan Presiden dilakukan secara langsung karena ia meyakini pemilu oleh rakyat akan jauh dari praktik politik uang. Amien Rais berpikir bahwa tidak akan ada yang mau mengeluarkan uang hingga ratusan triliun untuk menyogok penduduk memilih presiden. Akan tetapi, pada kenyataannya harapan itu meleset. Praktik uang tetap ada.
Maka Amien Rais berharap lewat amandemen, MPR akan kembali menjadi lembaga tertinggi di Indonesia. Ini juga akan memperkuat posisi MPR sebagai lembaga.
7. Setuju Presiden Adalah Orang Indonesia Asli
Selain setuju pemilihan Presiden dilakukan oleh MPR, Amien Rais juga menyatakan setuju jika Pasal 6 Ayat 1 Undang-undang tentang fungsi MPR mencantumkan Presiden adalah orang Indonesia asli. Dulu hal itu pernah tercantumkan tetapi dihapuskan. Sekarang, Amien Rais merenungkan celah yang mungkin bisa terjadi yakni ada sosok yang berwarga negara ganda, memiliki pasporRI dan juga paspor asing. Orang ini kemudian menggunakan kekuatan besarnya untuk menjadi Presiden di Indonesia.
Demikian itu sejumlah kontroversi Amien Rais yang baru saja mengusulkan presiden dipilih oleh MPR.
Kontributor : Mutaya Saroh
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Warga Teror Pekerja Stadion Sudiang, Pembangunan Tribun Selatan Terpaksa Ditinggalkan
- 5 Pilihan HP Samsung RAM 12 GB Agustus 2026, Performa Ngebut Anti Lag
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Kolaborasi Kampus dan Industri Dinilai Penting untuk Bangun Kota Berkelanjutan
-
Mahasiswa Tersangka Tabrak Lari di Bandung Mengemudi dalam Kondisi Mabuk
-
Kasus Hafalan Ad-Dhuha Berhadiah Miras di Sound Project Dilimpahkan ke Polda Metro Jaya
-
Pelaku Pemerkosaan dan Pembunuhan di Tangerang Beraksi Saat Mabuk, Pintu Rumah Korban Tak Terkunci
-
Donald Trump Ingin 3 Periode, Bakal Tabrak Konstitusi AS?
-
Tak Ditemukan Tanda Kekerasan, Penyebab Kematian Sutrimo Masih Misteri
-
Bencana Karhutla Bukan Soal Tak Mampu, Masalahnya Ada di Komitmen
-
Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
-
Korban Tolak RJ, Sidang Kasus Pengeroyokan Anggota DPRD Kabupaten Bekasi Berlanjut
-
Telok Abang Palembang Bukan Sekadar Tradisi Agustus, Kini Jadi Ikon Budaya Kota