Suara.com - Erina Gudono tetap rajin olahraga selama hamil anak pertama. Istri Kaesang Pangarep itu mengatakam kalau dirinya ingin tetap aktif secara fisik meski kini tengah berbadan dua. Alhasil, Erina pun tetap rutin lakukan beberapa olahraga bahkan memantau jumlah kalori yang berhasil ia bakar setiap harinya.
Puteri Indonesia Yogyakarta 2022 itu mengungkapkan kalau dirinya mengandalkan jam tangan pintar khusus olahraga untuk memantau itu semua.
"Saat ini olahraga ku cuma jalan, pilates, sama home workout jadi pakai ini bisa track steps &kalori kalau jalan, dan track kalori kalau olahraga lain, berguna bagi bumil yang mencoba selalu aktif," curhat Erina lewat Instagram story pribadinya, dikutip Selasa (11/6/2024).
Saat pertama kali kabar kehamilan Erina diungkap ke publik oleh Kaesang pada awal Mei lalu, usia janin menantu Presiden Joko Widodo itu telah mencapai 4 bulan. Artinya, saat ini kehamilan Erina telah memasuki usia lima bulan.
Ibu hamil memang dianjurkan tetap aktif secara fisik. Dikutip dari Alodokter, ibu hamil yang rutin bergerak aktif bisa membuatnya makin mudah menyesuaikan diri dengan perubahan bentuk fisik dan mengontrol penambahan berat badan. Beragam jenis olahraga kehamilan juga dapat mempermudah proses persalinan bahkan mengembalikan bentuk tubuh setelah melahirkan dengan lebih cepat.
Selain itu, olahraga saat hamil juga bermanfaat untuk meringankan berbagai keluhan, seperti sakit punggung, sembelit, dan perut kembung. Janin juga akam mendapatkan manfaat bila ibunya rutin olahraga. Karena dapat menunjang perkembangan otak dan kecerdasan janin berkat nutrisi yang tersalurkam cukup.
Ibu hamil dianjurkan untuk melakukan olahraga kehamilan selama 30 menit setiap hari atau minimal 150 menit per minggu. Jika ibu hamil jarang olahraga sebelumnya, disarankan untuk mulai berolahraga selama 5 menit setiap hari, kemudian tambahkan 5 menit pada minggu berikutnya hingga mencapai 30 menit per hari.
Jalan kaki serta workout, seperti yang dilakukan Erina, terbilang aman bagi ibu hamil selama dilakukan dengan intensitas tidak berat. Rutin jalan santai bagi ibu hamil bahkan dapat memperbaiki suasana hati dan menguatkan otot-otot tubuhnya.
Baca Juga: Hamil Besar Syahrini Masih Berani Pakai Heels, Padahal Berisiko Jatuh dan Kaki Tertekan
Berita Terkait
-
Beda Pendidikan Felicia Tissue dan Erina Gudono: Kini Diselamati vs Dikasihani Netizen
-
Dikasihani Usai Nikahi Kaesang, Erina Gudono Kebingungan Ditanya Alasan Mau Jadi Menantu Presiden
-
Dikasihani Gegara Nikah dengan Kaesang Pangarep, Pendidikan Erina Gudono Ternyata Lebih Mentereng dari Felicia Tissue
Terpopuler
- Harga Kulkas Mini 1 Pintu Termurah di Pasaran, Ini 3 Rekomendasinya Mulai Rp400 Ribuan
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 7 Rekomendasi sesuai Review
- Air Mawar Viva Dipakai Kapan? Ini Urutan Pemakaian dan Review Pembeli
- 17 Kode Redeem FF 25 Agustus 2026: Kesempatan Dapat Voucher dan Skin Senjata Terbaru
- Waduk Jatigede Surut, Warga Sumedang Manfaatkan Lahan untuk Bertani
Pilihan
-
Polisi Bubarkan Massa Aliansi Pati yang Galang Donasi di Depan DPR
-
Kemenag Bantah Nasaruddin Umar Mundur dari Menag: Isu Bursa Caketum PBNU Itu Spekulasi Liar
-
Menag Nasaruddin Umar Bantah Mundur: Itu Ada Orang yang Panik
-
Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
-
Dari Pengumpul Data Hingga Perantara, Bagaimana DSI Bekerja
Terkini
-
Kaltim Masuk 10 Besar Nasional Provinsi Rawan Karhutla
-
Ratusan Kepala SPPG Dipecat, 455 Dapur MBG Ditutup
-
Makan Malam Berubah Jadi Mimpi Buruk, 8 Anggota Keluarga Tewas dalam Penembakan Montana
-
Totalitas Tanpa Batas! Rachma Julia Siapkan Single Baru Sambil Galang Aksi untuk NTT
-
GPI Ajak Warga Tak Terprovokasi Aksi Demo: Jangan Klaim Diri Merepresentasikan Rakyat
-
5 Pasangan Zodiak yang Paling Tidak Cocok Dijadikan Rekan Kerja Satu Tim
-
Secret Service Buka Suara, Nyawa Anak Bungsu Donald Trump Dihargai Rp156 Miliar
-
Persib Bandung Luncurkan Jersey Musim Kompetisi 2026/2027
-
ISPA Palembang Tembus 9.313 Kasus Saat Kabut Asap Karhutla, Ini Data Terbarunya
-
Kebakaran Lahan Gambut Seluas 311 Hektare Terjadi di Kutai Kartanegara