Suara.com - Belakangan ini, susu berbahan dasar oat semakin populer di kalangan masyarakat Indonesia, terutama karena banyaknya orang yang mengalami intoleransi laktosa sehingga tidak bisa mengonsumsi susu sapi. Hal ini membuat susu nabati menjadi pilihan yang lebih ramah bagi mereka.
Banyak figur publik, seperti Deddy Mahendra Desta (Desta) dan Boiyen, mulai mengadopsi kebiasaan mengonsumsi susu nabati ini. Boiyen sendiri telah lama menikmati produk susu berbahan dasar nabati, terutama produk OATSIDE.
"Dari awal diluncurkan, aku sudah jatuh cinta dengan rasa OATSIDE. Aku senang banget akhirnya mereka meluncurkan varian baru Caramel Macchiato yang praktis dinikmati kapan saja," ujar Boiyen.
Sementara itu, Desta, yang juga pecinta kopi susu, mengakui bahwa hadirnya varian baru ini sangat menyenangkan baginya. Bagi Desta, menikmati kopi merupakan bagian penting dari keseharianny. Paduan susu nabati ini hadir sebagai pendamping sempurna kopi favoritnya dalam kemasan praktis yang dapat dibeli di minimarket.
"Buat aku yang punya aktivitas padat, sekarang ngopi minum OATSIDE Mocha praktis dan gak ribet," tambahnya.
Brand susu nabati itu memang menggabungkan susu nabati dari oat dengan kopi pilihan, menciptakan pengalaman menikmati kopi yang semakin seru. Selain menjadi pilihan bagi peserta diet karena bebas dari kacang-kacangan, kedelai, dan laktosa, susu oat juga kaya akan beta glukan, serat larut yang baik untuk kesehatan jantung. Beta glukan membantu mengurangi penyerapan kolesterol LDL, yang berhubungan dengan penyakit jantung.
Mereka juga baru-baru ini meluncurkan varian baru, termasuk Caramel Macchiato dan Mocha, dengan Desta dan Boiyen ditunjuk sebagai brand ambassador. Benedict Lim, Founder dan CEO OATSIDE, menyatakan bahwa produk ini hadir untuk memungkinkan lebih banyak orang merasakan nikmatnya kopi susu yang dibuat dari biji kopi pilihan dan susu nabati dari oat.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Desil Mendadak Melonjak, Warga Jogja Terancam Kehilangan Bansos
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Dear Mom, Kabut Asap Makin Pekat, Ini Tanda Anak Mulai Terdampak
-
Kabut Asap Palembang Makin Pekat, Kapan Sekolah Mulai Belajar dari Rumah?
-
Ekonom Ungkap Efek Domino Karhutla: Dari Biaya Berobat hingga Pendapatan Warga Tertekan
-
Sumsel Dikepung 1.742 Hotspot, Seberapa Aman Warga dari Kabut Asap?
-
Viral Debt Collector Cek Nomor Mesin Kendaraan, Anggota DPR: Ya Sudah Lha
-
Lahan Perkebunan Indofood di Muba Terbakar, Mengapa Sumber Api Diminta Diusut?
-
Tak Perlu Transit, Citilink Kini Terbang Langsung Palembang-Yogyakarta Setiap Hari
-
Megawati Sentil Pragmatisme Politik: Jangan Jadikan Uang dan Kekuasaan sebagai Tujuan
-
Rekening Aktivis Pati Dibekukan, Koalisi Sipil: Jangan Jadikan Bank Alat Membungkam Kritik
-
Kebakaran Desa Adat Sade, Gubernur NTB Ungkap Dugaan Awal: Masalah Listrik