Suara.com - Belakangan ini, masuknya aplikasi Temu ke 58 negara tengah menjadi sorotan dari berbagai pihak. Aplikasi yang berasal dari China ini telah terhubung dengan 80 pabrik dan produknya bisa langsung diterima oleh seluruh konsumen di dunia.
Seperti apa fakta aplikasi Temu yang dianggap mengancam UMKM Indonesia ini?
Apa Itu Aplikasi Temu?
Temu adalah sebuah platform e-commerce asal China yang mirip seperti tempat belanja online lainnya seperti Amazon, Alibaba, Shopee, dan lain sebagainya. Di aplikasi ini, para konsumen bisa menemukan berbagai produk mulai dari pakaian, sepatu, aksesoris, hingga elektronik, peralatan dapur, perlengkapan otomotif, dan masih banyak lagi.
Aplikasi Temu pertama kali diluncurkan di Amerika Serikat pada tahun 2022 lalu, dan saat ini layanannya sudah tersedia di puluhan negara. Menurut data, aplikasi Temu ini sudah berhasil di-download 30 juta kali dalam sebulan, hingga menjadikannya aplikasi belanja nomor satu di Apple App Store dan Google Play Store.
Sosok Pendiri Aplikasi Temu
Orang di balik kesuksesan PDD adalah Colin Huang, yang mendirikan perusahaan tersebut pada 2015 silam. Kemudian, Huang menjabat sebagai CEO sampai dengan Juli 2020 dan ketua dewan direksi hingga Maret 2021. Huang sendiri lahir dari pekerja pabrik di Hangzhou, sebuah kota di China timur dan kuliah di Universitas Zhejiang, sebuah sekolah terkemuka di Negeri Tirai Bambu. Kemudian, ia juga memperoleh gelar master di bidang ilmu komputer dari Universitas Wisconsin pada 2004 dan pada tahun yang sama, Huang dipekerjakan oleh Google sebagai seorang insinyur.
Lalu pada 2006, Huang kembali ke China untuk bergabung dengan unit Google Tiongkok yang dipimpin oleh Kai-fu Lee. Huang mengundurkan diri tidak lama setelah itu dan mendirikan situs e-commerce bernama Oku, yang dijual seharga US$2,2 juta pada 2010.
Selanjutnya, Pinduoduo (PDD) yang merupakan startup keempat Huang menjadi salah satu startup paling sukses hingga saat ini. Dalam beberapa tahun, ia bahkan telah diakui sebagai salah satu wirausahawan terkaya di China. Pada 2021 lalu, Forbes menempatkannya di peringkat ke-6 dalam 'Daftar Orang Terkaya di Tiongkok Daratan' dengan kekayaan bersih sekitar US$30 miliar. Ketika ia memutuskan untuk mengundurkan diri dari PDD tahun itu, Huang menjelaskan bahwa dirinya keluar untuk mengejar 'peluang yang baru dalam jangka panjang'.
Aplikasi Temu Diawasi Kemendag
Aplikasi asal China bernama Temu ini memang disebut-sebut akan menjadi ancaman baru UMKM Indonesia setelah TikTok Shop. Kementerian Perdagangan (Kemendag) lantas angkat bicara terkait kabar tersebut. Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemendag Isy Karim mengatakan bahwa sampai saat ini aplikasi Temu belum masuk ke Indonesia, namun pihaknya akan memantau terus pergerakan dari aplikasi tersebut. Aplikasi Temu memiliki model bisnis yang berbeda dengan kebijakan Indonesia, dan bahkan dianggap tidak cocok dengan aturan Indonesia.
Sebelumnya, aplikasi ini telah diungkap oleh Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Teten Masduki pada saat rapat kerja dengan DPR RI Komisi VI, pada Senin awal pekan kemarin. Menurutnya, aplikasi Temu menggunakan metode penjualan factory to consumer (penjualan langsung dari pabrik ke konsumen). Dan dengan masuknya aplikasi tersebut ke 58 negara, apalagi jika hingga masuk ke Indonesia dengan metode Factory to Consumer, tentunya bisa berdampak pada UMKM dan lapangan pekerjaan di Indonesia.
Baca Juga: Kopi Produksi UMKM Asal NTT Maju ke Festival Dunia di Copenhagen
Kontributor : Rishna Maulina Pratama
Berita Terkait
Terpopuler
- Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
- Partai Kaesang Tutup Pintu Rapat untuk Ketum Projo: Tempat Budi Arie Bukan di PSI
- Desil Tak Akurat Bisa Bikin Warga Kehilangan Hak Bansos!
- Dilaporkan ke Bareskrim Polri, Gus Lilur Tantang 4 Tokoh NU Ngaji Kitab Kuning Saat Muktamar
- Harga Kulkas Mini 1 Pintu Termurah di Pasaran, Ini 3 Rekomendasinya Mulai Rp400 Ribuan
Pilihan
-
Massa Bikin Barikade di Jalan Palmerah Utara, Hadapi Polisi yang Tembakkan Gas Air Mata
-
Palmerah Dihujani Gas Air Mata oleh Polisi, Massa Terus Melawan
-
Dua Sepeda Motor yang Dibakar Massa di Pos Polisi Pejompongan Diduga Milik Intel
-
Sepeda Motor Dibakar Dekat Pos Polisi Pejompongan, Bentrok Pecah
-
Tolak MBG dan Kopdes, FMN: Anggaran Hanya Lari ke Prabowo dan Kroni-kroninya!
Terkini
-
Momen Hangat Rudy Susmanto di Balai Kesejahteraan Sosial: Dari Beri Makan Warga hingga Cek Fasilitas
-
Massa Pati Dikecam Ojol usai Tinggalkan Aksi DPR, Botok Buka Suara
-
Palmerah Dihujani Gas Air Mata oleh Polisi, Massa Masih Terus Melawan
-
Cerita Suara Dentuman Kagetkan Warga Pandeglang: Rumah Hancur Meledak, Penghuni Berhamburan
-
AMPB Akhirnya Minta Maaf ke Ojol Usai Dikecam karena Tinggalkan Massa Aksi di Jakarta
-
Perang 400 Anggota Gangster Pecah di Jalan Raya Jakarta-Bogor, Satu Orang Terluka Bacok
-
Massa Bikin Barikade di Jalan Palmerah Utara, Hadapi Polisi yang Tembakkan Gas Air Mata
-
Revaldo Kembali Tergiur Narkoba Setelah Bertemu Pemasok di Bogor
-
Demo DPR Ricuh, Polisi Bubarkan Massa dengan Gas Air Mata
-
Palmerah Membara: Pospol Petamburan Dikabarkan Dibakar Massa, Gas Air Mata Pecah Berkali-kali