Suara.com - Keberadaan ketua RT 02 Kelurahan Karangmulya, Kecamatan Kesambi, Kota Cirebon, Abdul Pasren di kasus Vina sempat jadi teka teki.
Abdul Pasren sendiri telah dilaporkan ke Bareskrim Polri atas dugaan memberikan keterangan palsu di kasus Vina Cirebon.
Pengacara Razman Arif sebelumnya menegaskan bahwa Pasren tidak menghilang. Ia pun mengatakan mengetahui keberadaan Abdul Pasren.
Terbaru, muncul video Abdul Pasren tengah berada di dalam mobil mewah jenis Alphard yang harganya berkisar Rp1,4 miliar.
Di video yang viral itu, tampak Pasren duduk bersama dengan sang anak, Kahfi di tengah mobil Alphard berwarna putih tersebut.
Abdul Pasren tampak mengenakan masker dan berpeci hitam. Ia sempat melambaikan tangan ke arah awak media saat pintu mobil mewah itu dibuka.
Namun, Pasren dan Kahfi tidak mengeluarkan pernyataan apapun. Mobil mewah jenis Alphard yang dikemudian sopir itu kemudian melaju meninggalkan awak media.
Video ini pun membuat banyak netizen menyoroti mobil mewah yang dinaiki oleh Pasren.
"RT sewa 11 pengacara...Mobil alphard+driver... njirrr ternyata RT milyarder," tulis salah satu pengguna Tiktok.
Baca Juga: Tampang Kades yang Kecewa Bule Perbaiki Jembatan Rusak, Publik: Pak Jokowi Lihat Nih
Netizen juga mempertanyakan pemilik mobil mewah yang dinaiki oleh Pasren tersebut.
"nitezen tolong donk cek nmre kendaraannya milik siapa," komentar akun Tiktok lainnya.
Sebelumnya, sejumlah keluarga terpidana yang datang ke Gedung Bareskrim Polri didampingi politikus Dedi Mulyadi melaporkan Abdul Pasren lantaran tak terima disebut memberikan iming-iming kepada yang bersangkutan.
"Mereka datang untuk menguji kebenaran terkait putusan sidang pengadilan 2016 dimana ada putusan yang menyebut bahwa ibu Aminah bersimpuh di pangkuan pak RT Tasren kemudian meminta agar pak RT berbohong dengan iming-iming yang kemudian didampingi pengacara," terang Dedi Mulyadi, Selasa (25/6/2024).
Lebih lanjut, Dedi menegaskan tak ada upaya dari keluarga terpidana terkait memberi iming-iming seperti yang dijelaskan dalam putusan pengadilan 2016 silam itu.
"Tak ada peristiwa itu yang ada justru mereka datang ke pak Tasren meminta agar Pak RT berkata jujur dan sebenarnya. Itu yang mereka sampaikan dan tak ada mereka duduk di pangkuan yang ada adalah bersimpuh di bawah kakinya pak Tasren karena dia sedang duduk di kursi," paparnya.
Dedi mengaku berani pasang badan untuk keluarga terpidana karena telah mengamati dan menelusuri peristiwa yang sudah sebulan tersebut. Ia berharap kasusnya bisa diuji agar tak jadi opini publik.
Lebih jauh, politisi partai Gerindra tersebut meminta Polri menguji kebenaran mengenai iming-iming uang kepada pak Tasren tersebut secara tuntas.
Berita Terkait
-
Tampang Kades yang Kecewa Bule Perbaiki Jembatan Rusak, Publik: Pak Jokowi Lihat Nih
-
Warga Miskin di Daerah Ini Dapat Jatah Subsidi 200 Jutaan untuk Beli Mobil Listrik, "Pemprov"-nya Patut Dicontoh
-
Balik Melawan! Riyuka Bunga Jangan Kaget, Heri Horeh Bakal Keluarkan Kartu Truf
-
Hard Gumay Kembali Ramalkan Ada Sosok Artis Alami Kecelakaan Mobil yang Mengerikan, Mirip Kasus Nike Ardila
-
Mobil Listrik Citroen E-C3 Mulai Didistribusikan di Semarang
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan
-
Jadwal Padat Piala Presiden 2026 Diprotes Klub, Panpel Klaim Sudah Direstui AFC
-
Sambut HUT RI ke-81, PB ORADO Gelar Turnamen Bertajuk Piala Panglima TNI
-
Terancam Sanksi! FK UGM Investigasi dr. Elda Putri Soal Komentar Rendahkan Pasien BPJS
-
Tiket Pesawat Jakarta-Yogyakarta Rp890 Ribuan! Ini Daftar Promo untuk Liburan Hemat
-
Perang Timur Tengah Belum Goyahkan Ekspor RI, BPS Ungkap Mesin Pertumbuhan Ekonomi Masih Ngebut
-
Bukan Sekadar Tempat Transit, Wajah Baru Lounge Bandara Ini Setara Hotel Berbintang
-
Bahlil Beri Tugas Baru Lemigas Urus Impor Minyak dan LPG, Targetkan Pasokan Nasional Lebih Terjamin
-
Tunda Kenaikan Gaji Kepala Daerah! Korupsi Itu Soal Integritas, Bukan Kurang Penghasilan
-
Industri Kecantikan Indonesia Makin Bergairah, Inovasi dan Teknologi Jadi Kunci Persaingan