Suara.com - Raffi Ahmad kembali menunjukan keakrabannya dengan Wakil Presiden terpilih Gibran Rakabuming Raka. Keduanya habiskan waktu bersama lagi saat malam minggu kemarin (Sabtu, 6 Juli) di kediaman Raffi. Istri Gibran, Selvi Ananda juga ikut serta dan nampak akrab dengan Nagita Slavina.
Tak hanya kedua pasangan tersebut, momen malam mingguan itu juga dihadiri Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad bersama istrinya Raden Euis Handayani.
"Mugi-mugi dipunsukani kesarasan salajengipun Mas Wapres Terpilih Insyallah menjaga silaturahmi dapat membuka pintu rezeki yang lebih banyak serta mendapatkan berkah yang berlimpah dari Allah SWT. Aminnnn YRA," tulis Raffi pada postingan di Instagram, Minggu (7/7/2024).
Dari postingan itu terlihat Gibran dan Selvi nampak berpakaian kasual dengan sama-sama mengenakan t-shirt. Selvi nampak anggun dengan memadukan t-shirt putih polos dengan rok denim biru motif bunga. Rambut pirangnya terlihat telah lebih panjang sampai sepinggang.
Sementara itu, penampilan Gibran yang justru lebih curi perhatian. Meski hanya memadukan t-shirt biru dan celana panjang hitam, penampilan Walikota Solo itu langsung tuai sorotan gara-gara kalung yang dia pakai.
Saat potretnya diambil secara close up, terlihat kalau anak sulung Presiden Joko Widodo (Jokowi) itu mengenakan kalung dengan tali rantai serta bandul bergambar orang-orangan. Namun, jari dari bandul tersebut justru mengacungkan jari tengah pada setiap tangan.
Selain desainnya yang 'nyeleneh', Gibran juga diketahui jarang memakai perhiasan seperti kalung. Alhasil, netizen pun merasa kalau Gibran sedang sengaja membuat tampilannya agak berbeda.
"Mas gibran pake kalung, ada aja gebrakannya," komentar netizen @sucxxxxx.
"Salfok kalungnya @gibran_rakabuming," ujar netizen @yenixxxxx.
Baca Juga: Beda Style Nagita Slavina dan Selvi Ananda saat Kumpul Bareng, Istri Raffi Ahmad Dikritik
Penelusuran suara.com, kalung yang dipakai Gibran serupa dengan produk perhiasan dari brand asal India, Miso by Sonia, dengan nama koleksi Fu*k Off Pendant with Chain. Dari situs resminya tercatat kalau kalung tersebut dibandrol seharga Rp399 ribu.
Bagian tali rantainya terbuat dari baja tahan karat. Sedangkan liontin gambar orang tersebut dibuat dari material kuningan berlapis perak. Kalung tersebut mempunyai dua ukuran, dengan 18 inci (45,72 cm) untuk perempuan dan 21 inci (53,34 cm) untuk laki-laki.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan