Suara.com - Kapabilitas Marshel Widianto saat menyiapkan diri berlaga di Pilkada Tangerang Selatan kini mulai diragukan.
Sebab, sosok komedian kondang tersebut tidak memiliki pengalaman politik sebelum dijagokan Partai Gerindra untuk menjadi calon wakilnya di Pilkada Tangsel.
Latar belakang pendidikan Marshel Widianto juga bukan berasal dari bidang politik. Lantas timbul pertanyaan, Marshel Widianto lulusan mana?
Pendidikan Marshel Widianto: Ternyata tak kuliah
Sebelum berkarier sebagai seorang komedian, Marshel Widianto menjalani perjalanan pendidikannya.
Komedian kelahiran Tanjung Priok, Jakarta Utara, pada 30 Mei 1996 merupakan seorang alumnus sekolah kejuruan.
Ia tercatat sebagai lulusan SMK Negeri 48.
Sayangnya, tak diketahui apakah Marshel Widianto berkuliah atau tidak.
Marshel memiliki kisah hidup yang cukup rumit. Ia sempat bekerja serabutan bahkan sebagai seorang penagih utang.
Baca Juga: Revolusi Pembelajaran untuk Mahasiswa Generasi Zilenial di Indonesia
Karier Marshel dalam dunia hiburan dimulai kala dirinya didapuk sebagai asisten pribadi Adjis Doaibu.
Ia juga menafkahi dirinya dengan menjadi penonton bayaran berbagai acara televisi.
Lalu pada ajang Stand Up Comedy Academy, Marshel memberanikan diri untuk berkarier solo sebagai seorang komedian tunggal.
Marshel juga mengasah kemampuan berkelakarnya dengan mengikuti komunitas Stand Up Indo Jakarta Utara.
Sebagai seorang komedian, Marshel juga turut tampil di berbagai film-film komedi. Beberapa di antaranya yakni Laundry Show, Ketika Berhenti di Sini serta Cek Toko Sebelah the Series 2.
Tak cukup di situ, Marshel juga mengeruk pundi-pundi Rupiah dengan mengelola akun YouTube pribadinya dan mendapatkan keuntungan dari adsense.
Berita Terkait
-
Berdampak Positif! Program Clash of Champions Patut Dilanjutkan
-
Revolusi Pembelajaran untuk Mahasiswa Generasi Zilenial di Indonesia
-
Bibit Bebet Bobot Marshel Widianto: Koar-koar Antikorupsi, Dinilai Layak Maju Pilkada Tangsel karena Pendiam
-
Marshel Akui Kesalahan Masa Lalu Usai Disebut Nikita Mirzani Tak Layak Jadi Cawawalkot: Terima Kasih Kak Nikmir!
-
Janji Manis Marshel Widianto Tak Bakal Korupsi APBD Jika Menang Pilwalkot Tangsel, Kini Jadi Gunjingan
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan