Suara.com - Mesin pencuci piring atau dishwasher telah menjadi bagian dari banyak dapur modern. Namun, masih banyak orang yang memilih untuk mencuci piring secara manual. Bahkan, di tengah sibuknya kegiatan di luar rumah, tak sedikit masyarakat yang belum mau mengandalkan mesin pencuci piring.
Tentu bukan tanpa alasan mengapa masih banyak rumah tangga yang memilih untuk mencuci piring dengan cara manual, meski dishwasher telah cukup lama hadir di tengah pasar. Salah satunya adalah karena beberapa mitos berikut, seperti dibagikan oleh Bosch Home Appliances Indonesia:
Mitos 1: Dishwasher bikin biaya listrik melonjak tinggi
Banyak orang khawatir penggunaan mesin pencuci piring akan membuat biaya listrik membengkak. Padahal faktanya, mesin pencuci piring modern dirancang untuk efisiensi energi yang dilengkapi dengan siklus pencucian yang optimal dan teknologi pengeringan yang mengurangi konsumsi energi. Dalam jangka panjang, mesin pencuci piring dapat membantu mengurangi biaya listrik rumah tangga.
Mitos 2: Dishwasher boros air
Mitos ini adalah yang paling sering kita dengar tentang mesin pencuci piring. Padahal, mesin pencuci piring modern dirancang untuk menggunakan jumlah air yang tepat untuk setiap siklus pencucian. Studi Universitas Bonn yang dimuat oleh Choice.com mendapati bahwa untuk mencuci 144 item secara manual ternyata memerlukan sampai 100 liter air.
Mitos 3: Dishwasher hanya cocok untuk alat dapur kecil tertentu
Banyak orang merasa sayang membeli mesin pencuci piring karena dianggap tak bisa mencuci alat masak berukuran besar. Padahal, dishwasher dapat menangani berbagai jenis peralatan makan, masak, dan wadah lainnya. Desain pada rak dishwasher dapat yang dapat disesuaikan. Pengguna dapat mengatur ruang dalam mesin untuk memuat berbagai ukuran dan bentuk peralatan makan dengan efisien.
Mitos 4: Dishwasher tidak membersihkan piring dengan baik
Baca Juga: Hemat Listrik dan Waktu, Kompor Gas Tanam dan Mesin Cuci Piring Ini Bisa Jadi Pilihan
Banyak orang percaya bahwa mencuci piring dengan tangan menggunakan sabun dan air panas lebih bersih dibandingkan dengan menggunakan mesin pencuci piring. Faktanya, berbagai mesin pencuci piring kini menawarkan berbagai siklus pencucian, mulai dari siklus ringan untuk piring yang tidak terlalu kotor hingga siklus intensif untuk peralatan masak yang berat dengan hasil bersih dan higienis.
Mitos 5: Dishwasher tidak praktis, harus membilas piring sebelum masuk ke dalam mesin
Membilas piring sebelum dimasukkan ke dalam mesin pencuci piring sebenarnya tidak perlu. Deterjen mesin cuci piring dirancang untuk mengatasi sisa makanan yang menempel pada piring. Membilas terlebih dahulu justru dapat membuang deterjen dan air secara percuma.
Nah, itulah 5 mitos seputar mesin pencuci piring yang selama ini banyak beredar dan diyakini banyak orang. Padahal faktanya, berkat kehadiran teknologi, kegiatan mencuci piring dapat diotomas dengan menggunakan dishwasher. Hadirnya mesin pencuci piring membuat kita dapat lebih multitasking dalam menyelesaikan pekerjaan di dapur. Karena selama mesin pencuci piring melakukan tugasnya, kita dapat memprioritaskan tugas lain yang membutuhkan perhatian manual.
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Media Italia Bongkar Ada Kontrak Lebih dari Rp25 T di Balik Hibah Kapal Induk Giuseppe Garibaldi
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review
- 10 Simbol Feng Shui di Rumah Old Money yang Dipercaya Membawa Kemakmuran
Pilihan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
Terkini
-
Perkuat Sistem Tanggap Darurat Perusahaan, PT Semen Gresik Gelar Sertifikasi Pemadam Kebakaran
-
Misi Sulit Kiandra Ramadhipa Rebut Puncak Klasemen Moto3 Junior di Prancis
-
Mengerikan! Bus Suporter Argentina Dihujani Tembakan, Satu Orang Terluka
-
Kasus Dugaan Intimidasi dr. Icha Naik Penyidikan, Empat Terlapor Mulai Didalami
-
Mobil Brimob Terserempet KA Bandara di Sedayu, Begini Kronologinya
-
Penyelesaian Konflik Papua Harus Dimulai dari Dialog, Bukan Senjata
-
Review Film Inglourious Basterds: Dilema Moral dan Balas Dendam Nazi
-
Hari Anak Nasional 2026: Sejarah, Makna, dan Tujuannya
-
BRI Hadirkan Ekosistem Digital Berbasis ESG di Jember Fashion Carnaval 2026
-
Imigrasi Semarang Deportasi 14 WNA dan Tolak 21 WNA Masuk via Bandara Ahmad Yani