Suara.com - Sekolah Petra Surabaya milik siapa? Sekolah ini menjadi sorotan usai dikabarkan berkonflik dengan warga Perumahan Tompotika. Karena konflik tersebut, warga pun menutup akses jalan menuju Sekolah Petra.
Adapun konflik tersebut dikabarkan terjadi karena sekolah Petra menolak bayar iuran keamanan. Iuran kemanan yang harus dibayar Sekolah Petra pada awalnya Rp 32 juta per bulan, namun kemudian mengalami kenaikan Rp35 juta per bulan untuk kenaikan gaji satpam.
Mengenai kenaikan iuran keamanan ini, pihak sekolah Petra menyebutkan bahwa mereka tidak pernah dilibatkan. Selain itu, pihak sekolah Petra juga mengeluhkan bahwa mereka tidak pernah menerima laporan pertanggungjawaban keuangan iuran keamanan selama 2017-2024.
Atas pernyataan pihak sekolah Petra tersebut, Triawan sekalu perwakilan Perumahan Tompotika pun membantahnya. Triawan menyampaikan bahwa sekolah Petra sudah diberitahu dan laporan pertanggungjawaban keuangan pun sudah diberikan.
Sampai saat ini, konflik antara Sekolah Petra dan warga Perumahan Tompotika dari 3 RW masih belum menemukan titik terang. Seiring ramainya pemberitaan tersebut, muncul pertanyaan, Sekolah Petra Surabaya milik siapa?
Nah untuk mengetahui sekolah Petra milik siapa, yuk simak berikut ini ulasan profil Sekolah Petra yang dilansir dari berbagai sumber.
Profil Sekolah Petra
Sekolah Petra ini merupkan sekolah Kristen yang menyediakan pendidikan untuk tingkat SMP dan SMA. Sekolah Petra ini bagian dari PPPK (Perhimpunan Pendidikan dan Pengajaran Kristen) Petra. Yayasan ini telah berdiri sejak tahun 1951.
Saat ini Yayasan PPPK Petra telah mengolah banyak sekolah di sejumlah wilayah. Salah satunya SMP dan SMA Petra di Surabaya. Adapun pendiri yayasan PPPK Pertra ini yaitu sebagai berikut:
Baca Juga: Persatuan Ummat Islam Tolak PP No 28 Tahun 2024 Jokowi soal Pemberian Kondom Kepada Pelajar
- Bhe Hok Liong
- Gouw Loe Liong
- Lie Tong Liang
- Liem Siauw Giap
- Oey Koen Heng
- Tan Gie Djien
- Kwee Djien Kian
Mengenai Sekolah Petra Surabaya yang baru-baru ini sedang ramai jadi perbincangan, sekolah tersebut berada di Jl. Manyar Tirtoasri No 1-3, Kelurahan Manyar Sabrangan. Adapun sekolah tersebut terletak di ujung jalan dan berada di sisi kanan dari arah masuk.
Sekolah Petra berdiri kawasan Perumahan Tompotika pada tahun 1980-an. Dua Sekolah Petra ini berada di wilayah RW 3. Hanya saja, RW 3 ini berada di luar lingkungan Perumahan Tompotika. Namun, akses menuju sekolah melewati komplek perumahan.
Untuk siswa yang bersekolah di SMP dan SMA Petra ini totalnya ada sekitar 1.700. Adapun Sekolah Petra ini dibangun oleh Badan Pendidikan dan Pengajaran Kristen Tiong Hoa Kie Tok Kauw Hwee (BPPK THKTKH), Surabaya.
Demikian ulasan mengenai sekolah Petra Surabaya milik siapa lengkap dengan profil Sekolahnya. Semoga informasi ini bermanfaat!
Kontributor : Ulil Azmi
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- 7 Sepeda Terbaik untuk Pemula Mulai Rp1 Jutaan: dari Hybrid, Lipat hingga City Bike
Pilihan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
-
Sudaryono, Mantan Ajudan Prabowo Akan Gantikan Nanik Jadi Kepala BGN
-
Nanik Mundur dari Kepala BGN, Ini Alasannya
-
Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN, Prabowo Minta Tetap Awasi MBG
Terkini
-
Cabai Makin Murah, Tapi Daging Sapi dan Telur Ayam Terus Naik, Ini Update Harga Pangan
-
Ensiklopedia Digital Open Source Berbasis MediaWiki Siap Perkuat Dokumentasi Pengetahuan Indonesia
-
Kebijakan Tahan BI Rate 5,75 persen Disebut Bisa Dorong Penyaluran Kredit Perbankan
-
Flek Hitam Muncul di Usia Berapa? Ini Cara Mencegah dan Menghilangkannya
-
4 Tips Menyimpan Sepeda Lipat agar Awet, Bebas Karat, dan Tetap Nyaman Dikendarai
-
Tarif Naturalisasi Rp75 Juta, Pakar Minta Pemerintah Tak Jadikan Kewarganegaraan Hak Orang Berduit
-
Gara-gara Kue, Ketua DPRD Bone Diduga Aniaya Staf PPPK
-
Waspada! KPAI Ungkap Anak Indonesia Kini Terjebak 'Industri Kecemasan' dan 'Candu Digital'
-
Alarm Diabetes Indonesia: Skrining BPJS Belum Mampu Menjangkau Jutaan Kasus Tersembunyi?
-
Sekolah Masih Kekurangan Guru, PGRI Tolak Anggaran Pendidikan Dipangkas demi MBG