Suara.com - Keluarga Erina Gudono kini menjadi bulan-bulanan publik usai dirinya dianggap flexing alias pamer gaya hidup mewah di tengah-tengah panasnya kondisi politik di Indonesia.
Adapun baru-baru ini, istri Kaesang Pangarep tersebut pamer makan roti berharga ratusan ribu Rupiah hingga beli stroller alias kereta bayi yang harganya selangit.
Erina dituding tak peka terhadap kondisi politik dan memilih apatis. Apalagi, sosok Kaesang Pangarep dirundung habis-habisan usai keputusan di DPR RI soal RUU Pilkada dianggap menguntungkan dirinya.
Tak berhenti di situ, Erina dituding berasal dari keluarga orang kaya baru alias OKB. Padahal, ada segudang fakta menarik terkait keluarga Erina yang banyak menghasilkan para akademisi.
Berikut fakta mentereng keluarga Erina Gudono.
Bukan Keluarga Asli Orang Jogja
Keluarga Gudono kerap lekat dengan kota pelajar, Yogyakarta alias Jogja. Identitas keluarga Gudono sebagai keluarga orang Jogja muncul lantaran mereka tinggal lama di Jogja.
Tapi ternyata mereka bukan asli orang Jogja. Ayah Erina, Mohammad Gudono, merupakan seorang kelahiran Semarang, Jawa Tengah. Sementara ibunda Erina, Sofiatun Gudono, lahir di Kediri, Jawa Tengah.
Erina Gudono sendiri juga tak lahir di Kota Pelajar. Uniknya, istri Kaesang ini lahir di Philadelphia, Amerika Serikat pada 11 Desember 1996.
Menantu Presiden Jokowi tersebut kemudian pulang ke Indonesia dan menetap di Yogyakarta. Lantaran lama menetap dan besar di Yogyakarta, Erina pun menilai dirinya sebagai orang Jogja.
Baca Juga: Sindir Erina Gudono, Laura Basuki Ternyata Benci Nonton Sepak Bola Indonesia, Ada Apa?
"Paling lama tinggal di Jogja, jadi aku klaim aku orang Jogja," jawab Erina Gudono merespon pertanyaan warganet di Instagram pribadinya. Ia lalu menjajal hidup di Jakarta pada tahun 2018.
Keluarga Akademisi
Cap OKB yang kini melekat kepada keluarga Gudono seolah menutupi fakta bahwa mereka adalah keluarga akademisi. Diketahui, Muhammad Gudono ayah Erina merupakan guru besar Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (FEB UGM).
Ibunda Erina yakni Sofiatun juga merupakan seorang dosen dengan gelar mentereng dan sempat mengajar di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Mitra Indonesia sebagai rektor.
Mendiang Muhammad Gudono dan Sofiatun berhasil mendidik Erina Gudono yang akhirnya punya segudang prestasi. Erina berhasil memenangkan Puteri Indonesia DI Yogyakarta 2022 dan akhirnya lolos ke Puteri Indonesia 2022.
Kakak dan Adik Erina Gudono Tak Kalah Sukses
Tak hanya Erina, anak Professor Gudono dan Sofiatun lainnya juga berhasil menjadi seorang pribadi yang sukses. Kakak tertua Erina, Allen Adam Rinaldy Gudono merupakan lulusan Goethe University di Jerman dan berprofesi sebagai seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemkot Yogyakarta.
Lalu ada kakak kedua Erina, Nadya Sofia Gudono yang bekerja di salah satu bank pelat merah terbesar di Indonesia.
Terakhir, ada adik Erina yakni Shania Sofia Gudono yang menempuh studi di jurusan Politik dan Pemerintahan UGM.
Kontributor : Armand Ilham
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal
-
Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering
-
Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026
-
Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain
-
Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar
-
Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU
-
Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok
-
Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri
-
Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor
-
5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan