Suara.com - Keren, inovatif dan peduli lingkungan, itulah kata yang tepat untuk menggambarkan tas karya anak bangsa dengan merek WN White Noise.
Bagaimana tidak, merek tas lokal tersebut melakukan terobosan di dunia fashion dengan mengusung konsep ramah lingkungan (eco-friendly).
Founder WN White Noise, Renny Winarto mengatakan, tas-tas yang diproduksinya memang ramah lingkungan, karena dibuat dari bahan daur ulang nilon dan botol plastik.
“Ya, semua tas kami di sini dibuat dari bahan daur ulang dan sudah mendapat sertifikasi Jepang,” ujarnya saat Grand Launching WN White Noise di sebuah pusat perbelanjaan di kawasan Senayan, belum lama ini.
Dengan memilih bahan daur ulang, kehadiran tas ini, sambung Renny, tidak hanya mengurangi limbah, tetapi juga menginspirasi orang lain untuk lebih peduli terhadap lingkungan.
"Koleksi tas kami berbagai macam jenis tas, dari back pack, tote, messenger, duffle, sling bag dan pouch bag," tambahnya.
Oya, ada yang unik dari fitur produk dari merek tas lokal tersebut , tepatnya pada bagian pegangan tas terdapat 3D Air Booster Pad, dimana dapat mengurangi rasa beban tas sehingga pengguna dapat nyaman membawa tas tote bag, sling bag, maupun backpack.
Selain itu, logo ‘WN’ pada tas yang terbuat dari botol plastik tersebut dapat terkoneksi dengan landing page WN White Noise dengan menggunakan tap NFC pada handphone.
Lantas apa makna dari nama merek tas yang diberi nama WN White Noise? Renny menuturkan bahwa WN White Noise melambangkan suara positif yang lahir dari suara panggilan hati nurani untuk menciptakan sesuatu yang lebih berarti.
Baca Juga: Amora Ikut Kris Dayanti Kondangan ke Nikahan Anak Susi Pudjiastuti, Tenteng Tas Branded Semahal Ini
"Kami berkomitmen nyata dalam memberikan dampak positif bagi lingkungan tanpa mengorbankan estetika dan fungsi. WN White Noise menciptakan sebuah lingkaran ekonomi sirkular, reduce-reuse-recycle," jelasnya panjang lebar.
Sampah nilon dan plastik yang seharusnya dibuang, kata Renny, justru diberi kesempatan untuk memiliki kehidupan yang baru, sehingga mengurangi ketergantungan pada sumber daya alam minyak bumi yang semakin terbatas. "Sesuai dengan tagline-nya yaitu Style Meets Purpose," imbuhnya lagi.
Lebih lanjut Renny menjelaskan bahwa tidak hanya mendukung sustainable living dengan produk eco-friendly, merek tasnya juga berdonasi 1.000 tas untuk anak-anak di Sumba agar bisa sekolah dengan layak. Ya, WN White Noise berkomitmen melakukan donasi ini secara berkelanjutan.
Berdonasi 1000 tas tersebut sebagai perwujudan rasa peduli dan dukungan WN White Noise pada pendidikan di Indonesia, khususnya di pedalaman.
“Saya berharap tas lokal ini dapat menjadi bukti nyata bahwa gaya hidup ramah lingkungan tidak harus mengorbankan kualitas dan keindahan. Kami akan terus mengembangkan dan memadukan produk fashion dengan material ramah lingkungan. Kami ingin membuktikan bahwa bisnis dan memelihara lingkungan dapat berjalan beriringan,” ucap Renny bersemangat.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
- Link Resmi Pandang.istanapresiden.go.id buat Daftar Upacara Bendera HUT RI di Istana Negara
Pilihan
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
Terkini
-
Di Depan Penyakit, Tak Ada Nasionalisme yang Lebih Penting dari Kesembuhan
-
Eks Ketua Yayasan Sekolah Swasta di Jakarta Selatan Buka Suara Soal Temuan 995 Pucuk Senjata Api
-
Zulhas Goda Kepala BGN Sudaryono: Belum Sebulan Menjabat Sudah Turun Berapa Kilo?
-
Ratusan Dapur MBG Tangerang Belum Layak Sanitasi, BGN Ancam Tutup Permanen
-
Tangis Bayi yang Mendadak Senyap: Tragedi di Kamar Kos Mahasiswi Kedokteran Hewan Surabaya
-
Lelang Batubara Ilegal Hasilkan Rp20,97 Miliar untuk Kas Negara
-
ADA Band Genap 30 Tahun, Siap-Siap Nostalgia di Remember Fest x Cube Concert November Nanti
-
Jaga Warisan Perjuangan, Bupati Bogor Lakukan Revitalisasi Total Cagar Budaya SDN Cileungsi 02
-
Pakar Hukum Tata Negara Ungkap Inpres Kopdes Merah Putih Keliru
-
Buntut Kasus Yurizal, Nakes Jakarta Dilarang Keras Cibir Pasien BPJS