Suara.com - Kelakar Thariq Halilintar yang menyebut istrinya mengalami gangguan mental ADHD alias Attention Deficit Hyperactivity Disorder. Thariq sendiri secara sesumbar menyebut istrinya ADHD dalam kolom komentar sebuah konten di TikTok.
Diketahui dalam sebuah video yang diunggah akun TikTok @inilahakuu91, tampak kumpulan video yang tengah berbicang namun terpotong saat dirinya salah fokus dengan sekitarnya.
Pada video tersebut, banyak yang berkomentar soal ciri ADHD. Thariq kala itu juga ikut nimbrungberkomentar dan memanggil istrinya ADHD.
"My ADHD cutesyy wife," tulis Thariq.
Berbeda dengan Thariq yang menyebut istrinya ADHD tanpa pemeriksaan, Aaliyah Massaid beda pandangan dari sang suami. Menurut Aaliyah, gangguan mental harus diperiksa terlebih dahulu pada ahlinya.
"Engak (ADHD) sebenarnya kalau ngebicarain soal kesehatan dan diagnosis kan harus semua dari ahlinya gitu. Sebenarnya itu dari VT (video TikTok) aja, kamu komen apa sih?" tanya Aaliya pada Thariq, seperti dikutip dari akun Instagram @lambe_danu, Senin (9/9/2024).
"Enggak soalnya kan kamu kadang kalau ngomong fokusnya kepecah, tapi dia belum ngecek sih," balas Thariq.
Aaliyah menyebut persoalan gangguan mental harus dikonsultasikan ke ahli bukan publik.
"Sebenarnya kalau gitu enggak harus dibilang ke publik karena harus bilang ke profesional dulu," balas Aaliyah.
Unggahan akun Instagram @lambe_danu sontak mengundang berbagai respos dari warganet.
"Istrinya wise tapi suaminya malah begitu di komen. Mental health itu ga sembarang diagnose," komentar warganet.
"Calon psikolog kayaknya bener deh kata aal mahasiswa psikologi itu adalah orang yang berobat jalan tentang mental health," tulis warganet di kolom komentar.
"Cara ngomongnya tertata dan kelihatan cerdas Aal, Thariq malah komen begitu," timpal lainnya.
Diketahui Aaliyah Massaid sendiri merupakan mahasiswi Program Studi Psikologi Universitas Katolik Atma Jaya.
Berita Terkait
-
Istrinya Mahasiswa Psikologi, Thariq Malah Sesumbar Aaliyah Alami ADHD
-
5 Koleksi Parfum Aaliyah Massaid, Pantas Aroma Tubuhnya Jadi Bahasan
-
Aaliyah Massaid Jadi Model Merek Mewah Coach, Intip Potretnya yang Disebut Makin Mempesona Bak Barbie Usai Menikah
-
Saaih Halilintar Tak Punya NPWP, Kunto Aji Heran: Kok Bisa Lolos Sementara Kita Dikejar-kejar
-
Respons Mengejutkan Thariq Halilintar Tahu Aaliyah Massaid Punya Masalah Mental
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan