Suara.com - Saaih Halilintar gagal maju ke PON 2025 karena terlambat memenuhi persyaratan administrasi, salah satunya adalah karena ketiadaan Nomor Pokok Wajib Pajak.
Lantas apa pentingnya NPWP bagi atlet PON yang notabene berlaga di ajang olahraga?
Keharusan bagi atlet Pekan Olahraga Nasional (PON) untuk memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) mungkin terasa agak tidak lazim, terutama bagi mereka yang lebih fokus pada pelatihan dan prestasi olahraga. Namun, di balik kebijakan ini terdapat beberapa alasan yang cukup mendasar, misalnya penghasilan dari kegiatan olahraga.
Sponsorship: Banyak atlet profesional, termasuk atlet PON, mendapatkan penghasilan dari sponsor. Penghasilan ini termasuk dalam objek pajak.
Hadiah: Hadiah uang tunai yang diterima atlet dari kemenangan dalam kompetisi juga merupakan objek pajak.
Penghasilan Lain: Beberapa atlet mungkin memiliki bisnis sampingan atau sumber penghasilan lain yang terkait dengan olahraga, seperti coaching atau penjualan merchandise.
Transparansi dan Akuntabilitas:
Pencatatan Pendapatan: Dengan memiliki NPWP, atlet wajib mencatat semua pendapatan yang diperoleh. Hal ini penting untuk menjaga transparansi dalam pengelolaan keuangan pribadi.
Pemenuhan Kewajiban Pajak: Kepemilikan NPWP memastikan bahwa atlet membayar pajak sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Perlindungan Hukum:
Legalitas: NPWP menjadi bukti bahwa seseorang telah terdaftar sebagai wajib pajak. Hal ini dapat memberikan perlindungan hukum jika terjadi permasalahan terkait pajak di kemudian hari.
Kasus Saaih Halilintar
Baca Juga: Geni Faruk Bantah Saaih Halilintar Gagal Ikut PON Gegara Tak Punya NPWP
Dilansir dari tayangan Rumpi Trans TV pada Selasa (10/9/2024), ibunda Saaih Halilintar, Geni Faruk, mengaku anaknya sudah memiliki NPWP dan BPJS sejak beberapa tahun lalu.
"Saaih sih untuk NPWP dan BPJS, BPJS Saaih sudah punya sejak 2018, NPWP sudah sejak 2020," terang Geni Faruk.
Saaih Halilintar disebut baru mengirimkan dua berkas tersebut pada 1 Agustus 2024, tepat saat PB PON mengeluarkan SK atlet yang akan bertanding di PON XXI.
Berita Terkait
-
Kenapa Atlet Wajib Punya NPWP? Syarat Ini Disebut-sebut Bikin Saaih Halilintar Gagal Ikut PON
-
Disebut Gagal Ikut PON Gegara NPWP, Saaih Halilintar Dihubungi Orang Pajak
-
Geni Faruk Bantah Saaih Halilintar Gagal Ikut PON Gegara Tak Punya NPWP
-
Belajar dari Pengalaman Saaih Halilintar, Ini Sanksi Jika Tidak Punya NPWP
-
Perjuangan Saaih Halilintar Ikut PON Cabor Golf: Terjegal Syarat Administrasi, Keluarga sampai Nangis
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
Terkini
-
Gaji UMR Beli Sepatu Running Apa? Ini 3 Pilihan Terbaik Versi Dokter Tirta
-
3 Sabun Cuci Muka Marina yang Bisa Cerahkan Kulit Tanpa Rasa Ketarik, Lengkap Review Pengguna
-
5 Produk Lipstik Marina yang Ramah Kantong, Pembeli Akui Tak Bikin Bibir Kering
-
3 Benda Pembawa Rezeki Menurut Feng Shui, Cukup Disimpan di Saku
-
Lampu Emergency Tahan Berapa Lama? Ini Pilihan Bagus yang Awet 20 Jam
-
K-Beauty Makin Melokal, Hadirkan Shade Khusus untuk Kulit Perempuan Indonesia
-
4 Rekomendasi Sepatu Lari 910 Nineten untuk Daily Trainer: Nyaman, Responsif, Harga Ramah
-
Hong Kong Masuk 2 Besar Destinasi Ramah Muslim Terbaik untuk Negara Non-OIC
-
Apa Perbedaan AC dan Air Cooler? Kenali Sebelum Membeli Pendingin Ruangan
-
Genset Diesel vs Bensin: Mana yang Lebih Efisien untuk Rumah Tangga saat Mati Listrik?