Suara.com - Hasbil Mustaqim Lubis menjadi menyita perhatian publik setelah berseteru dengan komika Arie Kriting di platform media sosial X.
Publik mengetahui perseteruan itu ketika Hasbil Mustaqim Lubis menyampaikan bahwa akun X pribadinya diblokir oleh Arie Kriting.
"Mau mengkritik, tidak mau dikritik balik. Mau menyenggol, tidak mau disenggol. Sudah tepat, jadi pelawak saja," tulis Hasbil Mustaqim Lubis dalam utasnya, Minggu (15/9/2024).
Dari cuitan tersebut, banyak warganet yang menyayangkan sikap Arie Kriting yang hanya ingin mengkritik, tapi enggan untuk dibalas.
Dengan ramainya cibiran tersebut, Arie Kriting pun buka suara dan mengatakan bahwa dirinya telah lama memblokir Hasbil Mustaqim, sehingga ini hanyalah sebagai upaya menggoreng masalah lama.
"Saya block orang itu dari lama," tulis Arie Kriting dalam utasnya.
Sejak kabar perselisihan mereka berdua mencuat ke ranah publik, nama Hasbil Mustaqim Lubis sontak menjadi obrolan hangat.
Publik yang semula tidak mengenalnya, kini mencari tahu profil Hasbil Mustaqim Lubis dan bagaimana rekam jejaknya.
Profil Hasbil Mustaqim Lubis
Baca Juga: Pendidikan Arie Kriting Vs Hasbil Mustaqim Lubis, Saling Perang Urat Syaraf di X
Hasbil Mustaqim Lubis adalah seorang politisi Demokrat yang berasal dari Kabupaten Asahan, Sumatera Utara.
Diketahui, ia pernah menjadi caleg pada kontestasi politik 2024 di Dapil Sumatera Utara III yang meliputi Kabupaten Langkat, Karo, Simalungun, Asahan, Dairi, Pakpak Bharat, Batubara, Kota Siantar, Tanjungbalai, dan Ninja.
Namun, ia hanya berhasil mengumpulkan 3.675 suara, kalah jauh dengan rekan separtainya Hinca Pandjaitan yang mendapat 74.375 suara.
Kendati berasal dari Sumatera Utara, Hasbil Mustaqim Lubis saat ini tinggal di wilayah Tangerang Selatan.
Menurut informasi yang dihimpun, ia pernah mengenyam pendidikan di Jurusan Chemical Engineering (ChE) di Institut Teknologi Indonesia dan Jurusan Management Strategy di Universitas Mercu Buana Jakarta.
Kemudian, diketahui pula jika Hasbil Mustaqim Lubis pernah mengambil program S2 di jurusan Manajemen, Universitas Mercu Buana, Jakarta.
Berita Terkait
-
Pendidikan Arie Kriting Vs Hasbil Mustaqim Lubis, Saling Perang Urat Syaraf di X
-
Arie Kriting Puas Banget Buzzer Ngamuk Gegara Tak Diladeni: Ngemis Minta Dibukain Kolom Komentar
-
Indah Permatasari Bantu Arie Kriting Sikat Buzzer yang Serang Kaka Boss
-
Alasan Arie Kriting Blokir Akun Hasbil Politisi Demokrat: Hindari Saja, Karena Itu Iblis
-
Punya Darah Indonesia dan Karier Mentereng di Belanda, Geert Wilders Tak Bakal Dinaturalisasi
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
- 5 Sepatu Lari di Bawah Rp500 Ribu di Sports Station, Performa Nyaman Sesuai Review
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen
-
Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA
-
Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup
-
Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim
-
Kebakaran Lahan Meluas ke Pemukiman, BPBD Cianjur Minta Warga Waspadai Puntung Rokok
-
140 Titik di Banten Darurat Air Bersih
-
Gurita Pungli Dinas ESDM Jatim: Kabid Geologi Jadi Tersangka, Peras 217 Pemohon
-
Buka 31 Formasi Jabatan, Bupati Bogor Jamin Proses Seleksi ASN Transparan dan Bebas Orang Dalam
-
Dari Pencurian Ayam hingga Bentrok Jalanan: Mengapa Amuk Massa Terus Berulang?
-
Dari Made in Indonesia ke Made by Indonesia, Mendorong Produk Lokal Naik Kelas