Suara.com - Belakangan ini, Gus Miftah dan istrinya, Ning Astuti, menjadi perbincangan hangat di media sosial. Lantas, mengapa istri Gus dipanggil Ning?
Sebuah potongan video memperlihatkan Gus Miftah menoyor kepala istrinya viral di media sosial. Pemimpin Pondok Ora Aji Yogyakarta tersebut terlihat memegang dan menggoyangkan kepala istrinya dengan cukup keras saat menikmati lagu yang dibawakan Denny Caknan.
Peristiwa ini terjadi saat perayaan Hari Lahir (Harlah) ke-12 pondok pesantrennya pada Kamis (19/9/2024) di Kalasan, Sleman, Yogyakarta.
Guncangan tangan Gus Miftah di kepala istrinya tersebut tampaknya cukup keras, hingga Ning Astuti terlihat berusaha menahannya. Gus Miftah sendiri memasang ekspresi sumringah dan terkesan bercanda.
Tindakan tersebut langsung memicu pro dan kontra, dengan banyak yang menilai Gus Miftah tidak menghormati posisi istrinya yang dihormati oleh para santri.
Menyusul viralnya aksi Gus Miftah, banyak yang penasaran mengapa istri Gus kerap dipanggil Ning. Berikut penjelasannya.
Makna dan Filosofi Panggilan Gus dan Ning
Di kalangan pesantren dan komunitas Islam di Jawa, istilah "Gus" sudah sangat dikenal sebagai panggilan atau julukan bagi keturunan seorang kyai, yang berarti bagus, arif, dan baik.
Jika dirunut lebih jauh, istilah "Gus" biasanya menjadi "agus", yang merujuk pada sosok yang mulia. Misalnya, di Madura, seseorang yang memiliki keturunan kyai biasanya disebut "Lora" atau "Ra". Sementara untuk bentuk jamak dari "Gus" istilahnya adalah "Gawagis."
Beberapa tokoh terkenal selain Gus Miftah dengan gelar Gus antara lain KH Abdurrahman Wahid yang akrab disebut Gus Dur, KH Ahmad Mustofa Bisri yang dipanggil Gus Mus, serta KH Ahmad Bahauddin Nursalim yang sering disapa Gus Baha.
Sementara itu, untuk perempuan, ada sebutan khusus yaitu "Ning". Gelar ini menandakan bahwa seseorang tersebut memiliki tanggung jawab yang besar, sesuai dengan filosofi kata "Ning" yang berasal dari frasa Jawa "beningno ati", yang berarti menjernihkan hati.
Orang yang menyandang gelar ini diharapkan mampu menjernihkan hati agar bisa menjadi teladan yang baik bagi pengikutnya, yang dalam konteks ini adalah santrinya. Bentuk jamak dari "Ning" adalah "Nawaning."
Tidak semua orang dapat menggunakan panggilan tersebut. Hanya putra dan putri dari Kiai dan Bu Nyai di pesantren yang berhak menyandang gelar Gus dan Ning.
Dengan demikian, sudah sewajarnya istri dari Gus dipanggil dengan sebutan Ning, karena itu merupakan panggilan kehormatan.
Demikianlah penjelasan mengenai alasan mengapa istri Gus dipanggil Ning. Semoga bermanfaat.
Kontributor : Dini Sukmaningtyas
Berita Terkait
-
Sosok Kamila Asy Syifa: Influencer Muda Jadi Istri Gus Zizan, Bikin Netizen Singgung Isu Pernikahan Anak
-
Sumber Kekayaan Gus Zizan dan Istri, dari Bisnis Fashion Hingga Usaha Keluarga
-
Latar Belakang Keluarga Gus Zizan, Viral Nikahi Influencer Berusia 16 Tahun
-
Ning Astuti Punya Hobi Unik, Sosoknya Disorot Usai 'Ditoyor' Gus Miftah
Terpopuler
- REDMI 15 Resmi Dijual di Indonesia, Baterai 7.000 mAh dan Fitur Cerdas untuk Gen Z
- Kehabisan Uang Usai Mudik di Jogja, Ratusan Perantau Berburu Program Balik Kerja Gratis
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 23 Maret 2026: Klaim THR, Diamond, dan SG2 Tengkorak
- Peta 30 Suara Mulai Terbaca, Munafri Unggul Sementara di Musda Golkar Sulsel
- Mobil Alphard Termurah, 100 Jutaan Dapat Tahun Berapa?
Pilihan
-
Kabais Dicopot Buntut Aksi Penyiraman Air Keras Terhadap Andrie Yunus
-
Puncak Arus Balik! 50 Ribu Orang Padati Jakarta, KAI Daop 1 Tebar Diskon Tiket 20 Persen
-
Arus Balik, Penumpang Asal Jawa Tengah Hingga Sumatera Masih Padati Terminal Bus Kalideres
-
Ogah Terjebak Kemacetan di Pantura, Ratusan Pemudik Motor Pilih Tidur di Kapal Perang TNI AL
-
Sempat Dikira Tidur, Pria di Depan Gedung HNSI Juanda Ternyata Sudah Tak Bernyawa
Terkini
-
Bosan ke Ragunan? 5 Destinasi Wisata Murah di Jakarta yang Bikin Liburan Hemat dan Berkesan!
-
Kapan Pendaftaran UTBK 2026? Cek Jadwal Lengkap hingga Rincian Biaya yang Diperlukan
-
Khutbah Jumat Bulan Syawal Menyentuh Hati: 7 'Penyakit' Pasca-Ramadan yang Wajib Diwaspadai
-
6 Shio Paling Hoki dan Panen Rezeki pada 26 Maret 2026, Kamu Termasuk?
-
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan, Mimpi Menuju Jalanan Indonesia yang Bersih
-
Niat Puasa Syawal Sekaligus Senin Kamis dan Qadha Ramadhan, Bolehkah Digabung?
-
One Way Arus Balik Lebaran Jalur Pantura sampai Tanggal Berapa?
-
Promo Alfamidi Pekan Ini 23-29 Maret 2026: Diskon Susu, Snack, hingga Kebutuhan Rumah Tangga
-
Cara Cerdas Menyetok Ulang Kebutuhan Rumah Pasca Lebaran
-
Berapa Harga Parfum Dior Ori? Ini 5 Varian Berkelas dengan Harga Lebih Terjangkau