Suara.com - Marshanda menceritakan perebutan hak asuh anak menjadi proses yang ia benci selama mengurus perceraian dengan Ben Kasyafani beberapa tahun silam.
Dalam siniar bersama Denny Sumargo, Marshanda bercerita bahwa ia diminta mencari keburukan mantan suami supaya bisa memenangkan hak asuh anaknya.
"Nah, itu aku benci banget proses itu (perebutan hak asuh). Tahu nggak kenapa? Karena ternyata pengacara akan butuh data-data jelek tentang Ben dari aku dan data-data buruk tentang aku dari Ben. Untuk kayak biar gue yang menang gitu. Itu aku benci banget," ungkap Marshanda dikutip pada Jumat (11/10/2024).
Namun, Marshanda enggan menjelek-jelekkan Ben Kasyafani karena hal itu bisa berdampak pada perkembangan anaknya, Sienna.
"Satu aku benci proses menjelek-jelekkan mantan suami aku. Kedua, aku nggak mau Sienna kepanjangan memori tentang bapak ibunya berperang," jelasnya.
Sikap elegan Marshanda ketika menghadapi proses percerian ini langsung dibandingkan dengan Baim Wong. Bahkan, warganet menyarankan Baim Wong belajar dari sang mantan kekasih, Marshanda.
"Bisa jadi Baim salah langkah," ujar warganet dalam kolom komentar akun TikTok @sitijamilah466.
"tuh Baim liat tuh denger apa kata caca," komentar warganet.
"pemikiran yang dewasa dan bijak," ujar warganet.
Dinilai lebih bijak ketika proses perceraian, bagaimana riwayat pendidikan Marshanda?
Pendidikan Marshanda
Wanita bernama lengkap Andriani Marshanda ini lahir di Jakarta, 10 Agustus 1989. Marshanda menikah dengan Ben Kasyafani pada 2011.
Marshanda dan Ben Kasyafani dikaruniai satu anak perempuan bernama Sienna Ameerah Kasyafani. Namun, Marshanda dan Ben akhirnya memutuskan bercerai pada 2014.
Ibu satu anak ini diketahui merupakan alumni SD Islam Tugasku Pulogadung Jakarta tahun 2001. Ia kemudian melanjutkan ke SMPN 216 Jakarta dan lulus pada 2004.
Marshanda lalu mengenyam pendidikan di SMA Labschool Kebayoran dan lulus pada 2007. Setelah lulus, Marshanda melanjutkan pendidikan tinggi di Universitas Pelita Harapan.
Pemain sinetron Bidadari ini berhasil lulus dan mendapatkan gelar Sarjana Ilmu Komunikasi pada 2015 lalu.
Marshanda mulai dikenal publik sejak tahun 1997. Saat itu, Marshanda menjadi bintang iklan di salah satu bank swasta Indonesia.
Kemudian, namanya melambung ketika membintangi sinetron Bidadari yang tayang pada tahun 2000.
Berita Terkait
-
Pendidikan Baim Wong vs Jeje Govinda, Perbedaan Sikap ke Istri Bikin Paula Verhoeven Syok
-
Baim Wong Diminta Belajar dari Mantan, Marshanda Ungkap Cara Cerai yang Elegan: Jangan Jelek-jelekin...
-
Digugat Cerai Baim Wong, Jawaban Paula Verhoeven soal Jodoh Dipuji Luar Biasa
-
Paula Verhoeven Dulu Risih Dikenalkan ke Baim Wong: Reputasinya Kan Playboy, Mantannya Banyak
-
Jadi Mak Comblang Baim Wong dan Paula Verhoeven, Teuku Zacky Ramai Disalahkan Netizen
Terpopuler
- Profil dan Pekerjaan Jhon LBF, Siap Bantu Ruben Onsu Bayar Kerugian Rp3,5 M
- 6 HP Realme RAM 12 GB dengan Performa Kencang, Mulai Rp2 Jutaan
- 3 Shio yang Menarik Keberuntungan Sepanjang September 2026, Hoki Sebulan Penuh
- Erick Thohir Buka Hasil Evaluasi Timnas Indonesia usai Gagal di Piala AFF 2026
- 5 Pilihan Rice Cooker Panci Keramik yang Awet, Tahan Gores, dan Mudah Dibersihkan
Pilihan
-
Sempat Serukan Serang Hercules! Admin Akun Pemukiman Setan Ditangkap Polisi karena Molotov
-
Pidato Pertama Sebagai Ketua Umum PBNU, Gus Kikin Berseloroh: Baru Dua Jam Saja
-
Jalani Ritual di Danau Sunter, WNA Aljazair Dievakuasi Setelah Dirayu 3 Jam
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
Terkini
-
Tunggakan Rp14,8 Miliar, 303 Pemain Belum Digaji: Ada Klub Raffi Ahmad Rans FC
-
Bukan Cuma Jadi Konsumen! DPR Ingin Indonesia Kuasai Ekosistem AI
-
Alasan Ada Agenda Lain, Anggota DPR Satori Mangkir dari Pemeriksaan KPK
-
Persib Lolos ACL Two dengan Drama! Mariano Peralta Jadi Pahlawan di Menit-Menit Akhir
-
Cegah Risiko Pidana, Pakar Sebut Pemerintah Tepat Atur Pembelian Timah Rakyat
-
Desak Pelaku Pengeroyok Bambang Setiawan Ditangkap, Wamen HAM: Harus Ditindak Tegas!
-
Dedi Mulyadi: Uang Pajak Warga Depok Siap Disulap Jadi Flyover dan Underpass
-
Setengah Karhutla Terjadi di Wilayah Korporasi yang Izinnya dari Negara!
-
Sikap Bupati Bogor Usai KPK Masuk Pemkab: Serahkan Proses Hukum dan Hargai Praduga Tak Bersalah
-
Padam Setelah 30 Jam, Kebakaran Pabrik Plastik di Serang Telan Kerugian Rp41 Miliar