Suara.com - Sebelum dilantik sebagai Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi, Stella Christie mengungkapkan soal kelemahan sistem pendidikan di Indonesia.
Profesor dari Tsinghua University ini menjelaskan kesalahan yang terjadi di sistem pendidikan Indonesia.
"Satu dari kelemahan kita untuk membangun manusia adalah sistem pendidikan kita ada yang kalau saya boleh bilang mohon maaf agak jujur ada kesalahpahaman (tentang) apa itu pendidikan," kata Stella dalam potongan video TikTok dari Podcast Merdeka.
Stella mengungkapkan perbedaan mengenai pedidikan dasar dan pendidikan tinggi.
"Nah kalau kita boleh secara sistem ada perbedaan pendidikan dasar dan pendidikan tinggi. Pendidikan dasar itu adalah belajar pengetahuannya jadi learning the knowledge. Nah tetapi pendidikan tinggi itu adalah learning to create knowledge, untuk bisa membuat ilmu baru," terang Stella Christie.
Menurut lulusan Harvard University ini, Stella menyebut bahwa masyarakat Indonesia masih salah kaprah mengenai pendidikan tinggi.
"Nah yang sementara ini yang kebanyakan pola yang kita sebagai masyarakat Indonesia berpikiran adalah pendidikan tinggi itu tidak beda secara kuantitas dari SMA cuma lebih sulit, itu salah besar," ungkapnya.
"Pendidikan tinggi di universitas itu adalah di mana sang pengajar meng-create knowledge itulah namanya kenapa pengajar, dosen, (melakukan) riset dan itu belajar untuk bisa meng-create ilmu baru, meng-create pengetahuan baru," lanjut Stella Christie.
Stella juga menyinggung agar mindset masyarakat juga diubah agar tak melulu meminta pada pemerintah.
Baca Juga: FSGI Desak Menteri Pendidikan Era Prabowo Hapus Istilah Guru Penggerak
"Oke paradigm shift dari pemikiran kita seluruh masyarakat Indonesia jadi bukan pemerintah saja tapi justru kita semua harus berpikir, inilah yang kita semua masih tidak ada," pungkas dia.
Berita Terkait
-
Inspiratif! Kelompok Drama Musical Sekolah Ini Bikin Pertunjukan Untuk Galang Dana Pendidikan
-
Profil Bartek Czech Suami Stella Christie, Bule Polandia Tak Kalah Jenius dari Sang Istri
-
FSGI Desak Menteri Pendidikan Era Prabowo Hapus Istilah Guru Penggerak
-
Kacamata Unik Wamen Stella Christie Bikin Salfok, Harganya Ternyata Terjangkau?
-
Relawan PLN Berikan Bantuan Pendidikan dan Kesehatan Warga Kampung Pemulung Jurang Mangu Timur
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
- 5 Sepatu Lari di Bawah Rp500 Ribu di Sports Station, Performa Nyaman Sesuai Review
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung
-
Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua
-
Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen
-
Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA
-
Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup
-
Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim
-
Kebakaran Lahan Meluas ke Pemukiman, BPBD Cianjur Minta Warga Waspadai Puntung Rokok
-
140 Titik di Banten Darurat Air Bersih
-
Gurita Pungli Dinas ESDM Jatim: Kabid Geologi Jadi Tersangka, Peras 217 Pemohon
-
Buka 31 Formasi Jabatan, Bupati Bogor Jamin Proses Seleksi ASN Transparan dan Bebas Orang Dalam