Suara.com - Dalam rangka memperingati ulang tahun ke-55 pada tahun 2025, Alumni ITB angkatan 1970 (ITB70) akan menggelar acara Virtual Run ITB70: Sumbangsih untuk Penderita Kanker Anak Indonesia.
Ketua Pelaksana, Syahrial Loetan mengatakan acara ini lebih dari sekadar lomba lari virtual, ini adalah wujud kepedulian mendalam terhadap kesehatan dan masa depan anak-anak Indonesia yang tengah berjuang melawan kanker.
“Melalui acara ini, kami bertujuan untuk meningkatkan kesadaran tentang pentingnya kesehatan bersama, serta mengumpulkan dana yang dapat digunakan untuk mendukung upaya penanganan dan pengobatan kanker anak di Indonesia,” ucapnya.
Acara Virtual Run ITB70 ini terbuka untuk semua peserta dari berbagai kalangan. Peserta dapat mengikuti lomba lari virtual dengan menempuh jarak yang ditentukan selama periode 5 Januari hingga 28 Februari 2025.
“Setiap langkah peserta dalam acara ini merupakan wujud nyata dan kontribusi kepedulian terhadap anak-anak Indonesia yang sedang berjuang melawan kanker. Dana yang terkumpul akan didistribusikan melalui Yayasan Kanker Anak Indonesia yang akan menjadi penerima manfaat dari acara ini,” terang Syahrial.
Ia menjelaskan, acara ini juga akan bertepatan dengan Hari Kanker Anak Sedunia pada 15 Februari 2025. Dimana pada tanggal tersebut, pihaknya ingin mengingatkan seluruh masyarakat tentang pentingnya perhatian terhadap kesehatan anak-anak, terutama yang sedang berjuang melawan kanker.
“Hari Kanker Anak Sedunia menjadi momen yang sangat tepat bagi kita semua untuk bersama-sama menunjukkan kepedulian, berbagi kasih, dan memberikan dukungan nyata kepada mereka yang membutuhkan. Kami mengundang masyarakat untuk berpartisipasi dan menjadi bagian dari perubahan yang lebih baik,” ungkap Syahrial.
Ajakan untuk Berpartisipasi
Syahrial mengundang seluruh masyarakat untuk ikut serta dalam acara Virtual Run ITB70: Sumbangsih untuk Penderita Kanker Anak Indonesia.
Baca Juga: Lini Baru Kitchen Sink Rockgranite dan Ferrara Hadir di Nusantara Food and Hotel (NFH) Expo 2024
“Mari kita jadikan setiap langkah yang Anda ambil dalam acara ini memberikan dukungan kuat untuk masa depan yang lebih sehat bagi anak-anak Indonesia yang sedang berjuang melawan kanker. Partisipasi Anda akan sangat berarti, baik untuk kesehatan diri Anda sendiri maupun bagi mereka yang membutuhkan dukungan,” pungkasnya.
Latar Belakang Komunitas Pelari ITB70
Komunitas Pelari Marathoners ITB '70 terbentuk secara spontan pada tahun 2017 setelah sekelompok alumni ITB angkatan 1970 mengikuti ITB Ultra Marathon. Event tersebut menjadi titik awal untuk saling mendukung, berbagi kebahagiaan, dan mempererat hubungan setelah bertahun-tahun tidak berjumpa.
Dari pengalaman tersebut, terbentuklah sebuah komunitas yang tidak hanya berfokus pada olahraga, tetapi juga pada kegiatan sosial yang memberikan dampak positif bagi orang lain.
Berita Terkait
-
Pentingnya Memilih Peralatan Rumah Tangga dengan Tepat, Ini Tipsnya
-
Koleksi Batik Hadir di Fashion Show Spotlight: Cultural Fusion 2024
-
Hadirkan Banyak Promo dan Musisi Ternama, ShopTokopedia Gelar Mega Guncang 12.12 Playground di Taman Literasi Blok M
-
Penuhi Kebutuhan Air Minum Sehat, Simak Tips Merawat hingga Memilih Dispenser dengan Fitur UV Sterilization
-
Transformasi Furniture Plastik, Pilihan Praktis dan Estetis di Rumah
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan