Suara.com - Sama-sama menjadi pendakwah muda yang dicintai banyak masyarakat Indonesia membuat sosok Ustaz Felix Siauw dan Ustaz Adi Hidayat tak luput dari sorotan.
Namun baru-baru ini beredar video menunjukkan pengakuan Ustaz Felix Siauw tentang rasa tidak sukanya terhadap Ustaz Adi Hidayat. Hal ini seperti tergambar di video YouTube YNTV.
“Itulah kenapa aku nggak suka Adi Hidayat,” ucap Ustaz Felix Siauw di awal video singkat tersebut, dikutip pada Kamis (2/1/2025).
Tidak bermakna benci, Ustaz Felix Siauw ternyata merasa keilmuan Ustaz Adi Hidayat terlalu sulit untuk dikejar atau disaingi kendati kedua pendakwah muda itu berusia sebaya.
“Dia ngerusak pasar orang-orang 38 tahun,” katanya yang langsung membuat sang pembawa acara tertawa.
“Dengan usia yang sama, kita merasa kayak nggak ada apa-apanya. Bagiku itu orang merepotkan, karena standarnya jadi terlalu tinggi,” sambungnya.
Pendakwah yang menjadi mualaf saat masih berusia 18 tahun itu memang terbiasa untuk mencari sosok inspiratif, terutama yang sebaya dengannya. Ustaz Felix Siauw lalu akan berusaha keras untuk bisa mengejar ketertinggalannya demi menyaingi atau bahkan melampaui sosok inspiratif tersebut.
Namun saat muncul Ustaz Adi Hidayat yang ternyata seumuran dengannya, Ustaz Felix Siauw merasa standar yang dimiliki terlalu tinggi sehingga sulit untuk disaingi apalagi dilampaui.
“Hidupku dari dulu memang begitu. Contoh ya, ketika aku masuk Islam, aku akan nyari siapa ini seumur aku yang dia ini kayak untouchable, dan itu masih bisa dikejar,” tutur Ustaz Felix Siauw.
Baca Juga: Bolehkah Merayakan Tahun Baru Masehi dalam Islam? Ini Pendapat Para Ulama
“Sebelum Ustaz Adi Hidayat muncul, itu dunia dakwah baik-baik saja, 38 tahun ya nggak jauh beda. Begitu Ustaz Adi Hidayat datang, itu kita jadi berpikir, ‘Wah merepotkan ini’,” imbuhnya.
Ustaz Felix Siauw lalu menganalogikannya dengan produksi barang elektronik yang umumnya memiliki sebuah keunggulan. “Benchmarking ya, (misalnya) ini bagus di fitur apa, monitor, tapi ininya rendah,” ujarnya.
“(Tapi) dia (Ustaz Adi Hidayat) tiba-tiba di sini (standar sangat tinggi), gimana coba ceritanya?” tandasnya.
Berita Terkait
-
Bolehkah Merayakan Tahun Baru Masehi dalam Islam? Ini Pendapat Para Ulama
-
Ustaz Felix Siauw Analogikan Kenaikan PPN 12 Persen dengan Game Crusader
-
Pendidikan Koh Dennis Lim: Pernah Masuk Sekolah Katolik, Kini Sepaham dengan Felix Siauw Soal Ucapan Natal
-
Muslim Terlanjur Dapat Ucapan Natal? Ini Respons yang Dianjurkan Felix Siauw
-
Koh Dennis Lim Bicara soal Hukum Mengucapkan Selamat Natal, Satu Suara dengan Ustaz Felix Siauw
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 HP Murah Baterai 7000 mAh, Tahan hingga 2 Hari dengan Performa Kencang
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- Rumah Lansia 82 Tahun Dieksekusi PN Jakbar Meski Masih Sengketa
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
Bukan Hanya Populer, Seskab Teddy Salip Sejumlah Menteri Senior dalam Urusan Kinerja
-
Jejak Sang Maestro di Piala Presiden, Ketika Pemimpin Meletakkan Tongkat Estafet
-
Lahir dari DNA Meradelima, Kembang Goeyang Hadirkan Konsep Tempo Dulu di Sarinah
-
Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik
-
IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung
-
5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau
-
Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026
-
Kredit Macet Hantui Industri Pinjol
-
Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru
-
Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung