Suara.com - Tidak terasa, tren Harlem Shake ternyata sudah terjadi lebih dari satu dekade silam, tepatnya tahun 2013. Tak hanya pada kalangan anak muda, demam Harlem Shake bahkan sampai ikut dilakukan oleh orang tua dan orang-orang di kantoran.
Ciri khas goyang pinggul di tengah keramaian ini memang sulit dilupakan, bahkan setelah lebih dari sepuluh tahun berlalu. Apakah Anda merupakan salah satu yang sempat ikut joget Harlem Shake? Simak informasi berikut untuk mengenang masa-masa tersebut.
Tren Harlem Shake yang viral di tahun 2013
Harlem shake pertama kali diperkenalkan oleh seorang warga di kawasan Harlem, Amerika Serikat bernama AI B pada tahun 1981 lalu. Kala itu namanya bukan Harlem Shake, melainkan Albee.
Tarian ini berhasil menarik perhatian karena gerakannya seperti orang mabuk. AI B sebagai pencetus tarian juga mengaku bahwa gerakan ini terinspirasi oleh para mumi. Harlem Shake kemudian semakin banyak dikenal setelah masuk ke dalam video klip musik Let's Get It milik G. Dep di tahun 2001.
Akan tetapi, kepopuleran Harlem Shake memang mencapai puncaknya pada tahun 2013. Saat itu, video Harlem Shake yang pertama kali diunggah oleh pemilik YouTube The Sunny Coast Skate pada 10 Mei 2012 tiba-tiba dibanjiri penonton. Tidak berhenti di situ, orang-orang pun mulai membuat video Harlem Shake sendiri dan mengunggahnya ke YouTube. Ini merupakan hal yang wajar karena saat itu, perkembangan media sosial baru saja dimulai.
Perbedaan Harlem Shake yang viral di tahun 2013 dengan milik AI B ada pada lagu yang digunakan. Kali ini, gerakan tersebut diiringi oleh lagu milik Bauer yang tentunya berjudul Harlem Shake.
Awalnya, joget Harlem Shake memang hanya dilakukan seorang diri dan tampak iseng-iseng. Namun, tren tersebut kemudian berkembang dengan pemakaian kostum aneh, bahkan dilakukan di depan orang banyak.
Saat itu, diperkirakan ada lebih dari 12.000 video Harlem Shake yang diunggah ke YouTube dalam waktu satu hari saja. Alhasil, lagu Harlem Shake pun ikut menjadi viral, bahkan menduduki tangga lagu Billboard selama lima minggu berturut-turut.
Baca Juga: Apa Itu Tren No Buy 2025? Cocok Diterapkan di Tengah Gempuran PPN 12 Persen
Di Indonesia sendiri, banyak kalangan ikut meramaikan tren joget Harlem Shake pada tahun 2013. Mulai dari anak sekolahan hingga karyawan menampilkan kreativitas mereka dalam menciptakan video Harlem Shake.
Kontributor : Hillary Sekar Pawestri
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 HP 5G Terbaru Paling Murah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Jempolan
- Proyek 3 Triliun Dimulai: Makassar Bakal Kebanjiran 200 Ton Sampah dari Maros dan Gowa Setiap Hari
- 5 Sunscreen Wardah Terbaik untuk Flek Hitam Segala Usia
- Berapa Gaji Pratama Arhan? Kini Dikabarkan Bakal Balik ke Liga 1
- 3 HP Murah Rp1 Jutaan RAM 8 GB April 2026 untuk Multitasking Lancar
Pilihan
-
Baru 17 Tahun, Siti Khumaerah Sudah Diterima di 5 Kampus Dunia
-
Sidoarjo Mencekam! Tim Jibom Turun Tangan Selidiki Ledakan Maut di Pabrik Baja Waru
-
Siap-siap, Kejari Sleman Beri Sinyal Tersangka Baru Kasus Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Belajar Empati dari Peristiwa Motor Terbakar di SPBU Sriwijaya, Pakai APAR Tidak Perlu Izin
-
Serangan AS-Israel Tewaskan Kepala Intelijen Garda Revolusi Iran Majid Khademi
Terkini
-
8 Parfum Murah Tahan Lama di Bawah Rp300 Ribu untuk Tampil Percaya Diri
-
Daftar Harga Parfum Wanita di Alfamart, Banyak Pilihan Aroma Sesuai Karaktermu
-
5 Bedak Wardah Terbaik untuk Makeup Sehari-hari Mulai Rp50 Ribuan
-
Pertama di Indonesia, Restoran Cepat Saji Gelar Open House Lebaran di 10 Kota
-
Reog Ketemu Barongsai! Yuk, Intip Serunya Pesta Budaya Rakyat di Pecinan Modern
-
Ancaman Banjir dan Longsor, Eiger Adventure Land Angkat 6 Ton Sampah di Puncak
-
6 Rekomendasi Sepatu Lari Hoka selain Clifton untuk Long Run dan Race
-
4 Rekomendasi Sunscreen Facetology untuk Mencerahkan Sesuai Jenis Kulit
-
Biaya Pasang Panel Surya 900 Watt di Rumah Terbaru 2026, Lebih Hemat dan Ramah Lingkungan
-
Berapa Harga APAR? Heboh Petugas SPBU Ogah Padamkan Motor Terbakar, Sebut APAR Mahal