Suara.com - Penyanyi Mahalini yang saat ini tengah menantikan kelahiran anak pertamanya dengan Rizky Febian, baru-baru ini mengungkapkan keputusannya untuk tidak memperlihatkan wajah sang anak ke publik setelah dilahirkan nanti.
Keputusan ini ia sampaikan saat memberikan balasan pada seorang netizen di kolom komentarnya. Mahalini pun menjelaskan alasannya secara terbuka agar publik yak bertanya-tanya di kemudian hari.
"Kaaaa linn ga sabarr liatt dede bayii kamuuu," tulis seorang netizen seperti Suara.com kutip pada Sabtu (25/1/2025).
Dalam balasan tersebut, Mahalini mengungkapkan bahwa dirinya tak ingin memperlihatkan wajah bayinya ke publik untuk menjaga kesehatan mentalnya sebagai seorang ibu baru.
Ia menyadari bahwa komentar dan opini publik di media sosial sering kali tidak terkontrol, yang dapat memengaruhi kondisi emosional seseorang. Hal tersebut mungkin saja bisa menyebabkan baby blues.
"Doain aja ya hihi. Tapi aku gamau liatin untuk menghindari omongan orang yang bikin aku stres nantinya (karena kita tahu sendiri mental ibu itu beda-beda, apalagi aku ibu baru nantinya)," tulis Mahalini.
Tentu saja sebagai calon ibu naru, Mahalini mengutamakan ketenangan dan kesiapan diri, terlebih menghadapi fase baru dalam hidupnya.
Pelantun 'Sisa Rasa' itu juga berharap agar orang-orang di sekitarnya memahami keputusannya dan tidak mempublikasikan wajah anaknya, baik melalui konten media sosial maupun unggahan pribadi.
'Semoga orang sekeliling aku mengerti untuk nggak mengumbar muka anak aku dengan konten ataupun sebatas memposting, biar dari aku dan Iky siap dulu," lanjutnya.
Baca Juga: Beda Reaksi Thariq Halilintar dan Rizky Febian Tahu Istri Hamil, Ada yang Malah Cekcok
Keputusan Mahalini ini mendapat beragam respons dari netizen. Banyak yang mendukung langkahnya, menganggapnya sebagai bentuk perlindungan terhadap privasi dan kesejahteraan keluarga kecilnya.
Namun, ada pula yang penasaran dan menganggap keputusan tersebut sebagai langkah yang cukup berani di era media sosial, di mana kehidupan pribadi sering kali menjadi konsumsi publik.
Keputusan serupa juga diambil oleh beberapa figur publik lainnya yang memilih untuk menjaga privasi anak-anak mereka dari sorotan media. Hal ini tidak hanya bertujuan untuk melindungi anak, tetapi juga untuk menjaga kesehatan mental orang tua dari tekanan opini publik.
Berita Terkait
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
- KPK Buka Peluang Periksa Nusron Wahid Terkait Kasus Bupati Kuansing
- Polisi Telusuri Jejak Hotman Paris di Balik Kematian Tak Wajar Pengacara Rocky Martin
Pilihan
-
Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
Terkini
-
Skema Ponzi Berbaju Syariah? Bongkar Modus Penipuan yang Mengelabui Investor Muslim
-
BGN Sapu Bersih Dapur MBG Bermasalah, 833 Ditutup dan Ratusan Pegawai Dipecat
-
Pembukaan Rute dan Layanan Baru Dongkrak Arus Peti Kemas Nasional
-
Jangan Asal Congkel, Ini 6 Cara Membersihkan Bunga Es di Freezer Secara Efektif
-
Disdik Padang Soal Siswi SD Meninggal: Tidak Ada Indikasi Perundungan
-
Usai Purbaya, Giliran Mendagri Peringatkan Jakarta soal Obligasi Daerah
-
Peran 7 Tersangka Bentrok Menteng: Dari Rusak Gerobak hingga Aksi Pengeroyokan Maut
-
Red Bull Power Race Hadir di Indonesia, 24 Atlet Berebut Tiket ke Bangkok
-
Misteri Sutrimo Tewas di Depan Klinik, Polisi Minta Keluarga Lapor Jika Ada Kejanggalan
-
Belajar dari Pemilu: Kualitas Calon Pemimpin Tak Boleh Jadi Kompromi