Suara.com - Perayaan tahun baru Imlek 2025 akan segera dilaksanakan, tepatnya pada tanggal 29 Januari 2025 mendatang. Mengingat cuaca di berbagai daerah belakangan yang tidak menentu, tak sedikit yang bertanya Imlek 2025 hujan atau tidak.
Pertanyaan ini sebenarnya juga terkait dengan kecenderungan dan anggapan masyarakat yang menganggap pada hari perayaan Imlek dipastikan hujan. Hujan pada penyambutan tahun baru ini dianggap sebagai tanda baik, bahwa rejeki akan datang dan menjadi berkat bagi banyak orang.
Lalu Imlek 2025 Hujan atau Tidak?
Jika mengacu pada apa yang disampaikan pada situs resmi BMKG pada bmkg.co.id, cuaca selama periode 25 Januari 2025 hingga 30 Januari 2025 diprediksi akan hujan ringan. Sementara itu terdapat perkiraan hujan intensitas sedang hingga ekstrim, disertai kilat dan angin kencang.
Hujan ringan diprediksi akan terjadi merata di seluruh wilayah Indonesia. Sementara itu untuk potensi hujan lebat hingga sangat lebat, hujan sangat lebat hingga ekstrim, dan potensi angin kencang dapat dilihat di bawah ini.
- Hujan lebat hingga sangat lebat diprediksi terjadi di daerah Sumatera Selatan, Lampung, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, dan Sulawesi Barat
- Hujan sangat lebat hingga ekstrim diprediksi terjadi di daerah Lampung dan Kalimantan Barat
- Potensi angin kencang diprediksi akan terjadi di daerah Sumatera Selatan, Lampung, Jawa Barat, dan Kalimantan Barat
Dengan ramalan cuaca ini, tentu masyarakat secara umum dihimbau untuk waspada dan bersiap menghadapi cuaca yang cenderung kurang bersahabat ini. Untuk agenda bepergian ada baiknya ditinjau kembali, karena kemungkinan cuaca buruk yang terjadi akan mengganggu rencana liburan yang Anda miliki.
Kepercayaan Imlek Pasti Hujan
Di masyarakat luas sendiri dipercaya bahwa tahun baru Imlek selalu datang bersama dengan hujan. Namun sebenarnya apa hubungan kedua hal ini?
Sebenarnya secara penanggalan, Imlek sendiri selalu tiba di bulan Januari atau Februari, yang notabene berada pada musim hujan. Jadi bukan hal aneh jika perayaan Imlek setiap tahun selalu diiringi dengan datangnya hujan.
Dari sisi kultur, masyarakat Tionghoa memiliki kepercayaan bahwa jika hujan datang saat Imlek tiba, maka akan membawa banyak keberuntungan dan kemakmuran. Warga Tionghoa meyakini semakin banyak hujan yang turun maka semakin banyak keberuntungan yang mereka dapatkan.
Itu tadi sedikit penjelasan tentang Imlek 2025 hujan atau tidak yang bisa disampaikan dalam artikel singkat kali ini. Semoga menjadi artikel yang bermanfaat, dan selamat melanjutkan kegiatan Anda berikutnya!
Baca Juga: 45 Link Twibbon Imlek 2025, Desain Bingkai Foto Keren Kekinian Siap Dibagikan!
Kontributor : I Made Rendika Ardian
Berita Terkait
Terpopuler
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- 6 Tanda-Tanda Rumah Memiliki Energi Positif Chi yang Membuat Penghuni Tenang
- 5 Sunscreen untuk Flek Hitam Usia 30 Tahun ke Atas Sesuai Review dan Harga
- Media Italia Sebut Jay Idzes Masuk Radar PSG: Transfer Mewah untuk Sassuolo
Pilihan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
Terkini
-
Menolak Bungkam! Rakyat Kecil di Kota Bogor Tuntut Keadilan Hak Tanah yang Diduga Diserobot
-
Tukang Cukur dan Camat Sudah Minta Maaf, Netizen Masih Buru Pelaku Perekam Video Viral
-
Tanggapi Insiden Tukang Cukur di Rancabungur, Bupati Bogor: Mari Bersama Maknai Kemerdekaan
-
Cara Seru Jakarta Ajak Ratusan Pelajar Kenali Pariwisata Berkelanjutan
-
Nekat Panjat Atap Hingga Bakar Dua Motor, Evakuasi Pria ODGJ di Cibadak Sukabumi Menegangkan
-
BRI Perluas Akses Pembiayaan KUR Petani di Bengkayang Guna Swasembada Pangan
-
Retribusi Melempem, Benyamin Davnie Bentuk Perseroda 'Citra Anggrek Mandiri' Kelola Pasar Tangsel
-
Geledah Jateng-Jatim, KPK Cari Bukti untuk Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Suap Pajak
-
Bupati Brebes Temui Siswa Sespimmen Polri, Bahas Persoalan Pupuk Subsidi
-
Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Pemkot Bandung Tertibkan Bangunan Liar di Jalan Rajawali