Suara.com - Beasiswa LPDP yang dikelola oleh Kementerian Keuangan menawarkan beberapa kategori beasiswa, salah satunya Beasiswa Parsial. Beasiswa ini mencakup Dana Pendidikan dan Dana Pendukung sampai siswa lulus.
Beasiswa Parsial LPDP merupakan beasiswa umum untuk jenjang magister (S2) dan doktor (S3). Beasiswa Parsial juga diberikan kepada mahasiswa yang akan menempuh program satu gelar atau dua gelar (double degree) dengan durasi pendanaan paling lama 48 bulan.
Seperti yang disebutkan di atas, beasiswa parsial LPDP memberikan dukungan dana untuk Dana Pendidikan dan Dana Pendukung. Adapun Dana Pendidikan itu terdiri atas:
- Dana pendaftaran
- Dana SPP/Tuition Fee/Uang Kuliah Tunggal
- Dana penelitian tesis/disertasi
- Dana seminar internasional
- Dana publikasi jurnal internasional
Sementara Dana Pendukung antara lain terdiri atas:
- Dana transportasi
- Dana aplikasi visa
- Dana asuransi Kesehatan
- Dana kedatangan
- Dana hidup bulanan
- Dana lomba internasional
- Khusus program Pendidikan doctor akan mendapatkan dana tunjangan keluarga.
- Bila diperlukan akan ada biaya keadaan darurat.
Skema dana Beasiswa Parsial LPDP
Dikutip dari lpdp.kemenkeu.g.id, Beasiswa Parsial LPDP memiliki skema pendanaan yang berbeda dengan Beasiswa Regular LPDP. Dana Beasiswa Parsial LPDP terdiri dari individu penerima beasiswa dan LPDP dengan skema terperinci sebagai berikut:
- Siswa memilih salah satu dana yang akan dibiayai sendiri di antara dua pilihan yakni Dana Pendidikan atau Dana Pendukung.
- Jika memilih Dana Pendukung akan dibiayai sendiri maka Dana Pendidikan ditanggung oleh LPDP, sedangkan Dana Pendukung ditanggung oleh individu penerima beasiswa.
- Sebaliknya jika siswa memilih Dana Pendidikan akan dibiayai sendiri, maka mahasiswa akan memperoleh Dana Pendukung dari LPDP.
Persyaratan umum pendaftaran Beasiswa Parsial LPDP
Setelah mengetahui skema pendanaan Beasiswa Parsial LPDP, Anda mungkin sudah mantab untuk mendaftar menjadi penerima beasiswa. Berikut persyaratan umum yang harus dipenuhi untuk menerima beasiswa tersebut.
1. Warga Negara Indonesia (WNI)
2. Telah menyelesaikan Pendidikan diploma, sarjana, atau magister untuk melanjutkan ke jenjang berikutnya.
3. Bagi pendaftar dari diploma dan dari sarjana langsung ke doctor wajib memiliki LOA dari perguruan tinggi tujuan dan wajib memenuhi seluruh kriteria persyaratan sebagai pendaftar jenjang doctor beasiswa LPDP.
4. Pendaftar yang sudah menyelesaikan Pendidikan jenjang magister tidak diijinkan mendaftar program beasiswa jenjang magister. Begitu pula yang sudah lulus Pendidikan doctor, tidak boleh mendaftar beasiswa program doctor.
5. Pendaftar jenjang Pendidikan doctor diutamakan bagi yang dapat melampirkan surat kesediaan menjadi promotor jika pendaftar sudah mendapatkan persetujuan promotor dengan mengacu pada contoh format surat usulan/rekomendasi sebagaimana Lampiran.
6. Memenuhi syarat minimal Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) pada masing-masing program.
7. Bagi pendaftar luar negeri wajib melampirkan ijazah yang disetarakan dan konversi IPK dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.
Baca Juga: Segini Biaya Sekolah Ameena di Al Jabr Islamic School, Sudah Daftar Sejak dalam Kandungan
Persyaratan khusus pendaftaran Beasiswa Parsial LPDP
Selain persyaratan umum di atas, ada persyaratan khusus yang wajib dipenuhi oleh calon penerima beasiswa.
1. Memenuhi batas usia pendaftaran pada 31 Desember di tahun pendaftaran, sebagai berikut:
- Maksimal berusia 35 tahun untuk pendaftar jenjang Pendidikan magister.
- Maksimal berusia 40 tahun untuk pendaftar jenjang Pendidikan doctor.
- Pendaftar yang berprofesi sebagai dosen, memiliki Nomor Induk Dosen Nasional (NIDN) berusia maksimal 42 tahun untuk jenjang Pendidikan magister dan 47 tahun untuk jenjang Pendidikan doctor.
2. IPK minimal 3,00 pada skala 4 untuk pendaftar jenjang magister
3. IPK minimal 3,25 pada skala 4 untuk pendaftar jenjang doctor.
4. Mengunggah dokumen kemampuan berbahasa Inggris ETS, PTE Academic, dan IELTS, yang masih aktif pada periode pendaftaran berjalan yakni 24 Maret 2025.
5. Mengunggah surat rekomendasi dari tokoh masyarakat atau akademisi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
Prabowo Bakal Habiskan Rp4000 Triliun di 2027, Ini Perusahaan yang Bakal Cuan Besar
-
Tak Pasang Bendera hingga Ogah Ikut Lomba, Alasan Warga di Balik Sepinya Euforia Kemerdekaan
-
Merah Putih Berkibar di Bawah Laut Palabuhanratu, Cara Unik Penyelam Rayakan Kemerdekaan
-
PJJ Jakarta 18 Agustus 2026 Besok: Berlaku untuk Sekolah Negeri-Swasta, ASN Boleh WFH 50 Persen
-
Inspirasi French Chic, Gaya Paris yang Elegan dan Modern
-
LRT Sumsel Cuma Rp1.000 saat HUT RI, Cek Jadwal Tambahan Perjalanannya
-
7 Warna Cat Kamar Mandi Terbaik Menurut Feng Shui, Dipercaya Bawa Energi Positif
-
Review Serial Silo Season 1: Adaptasi Novel Wool yang Penuh Teka-Teki Seru!
-
Karhutla Bromo Belum Usai Dihitung, TNBTS Mulai Kaji Total Kerugian
-
Momen Haru Presiden Prabowo Berkaca-kaca Saat Lagu 'Bagimu Negeri' Menggema di Istana Merdeka