Suara.com - Usai terlihat ikut menyanyikan lagu ‘Pertemuan di Udara’ di pemakaman neneknya, banyak warganet baru mengetahui bahwa Nia Ramadhani tumbuh di keluarga yang berbeda keyakinan.
Kedua orang tua Nia Ramadhani, yaitu Alm. Priya Ramadhani dan Chanty Mercia memang merupakan pemeluk agama Islam, tetapi mendiang neneknya yang bernama Hanna Louise Poulan adalah pemeluk agama Kristen.
Meski begitu, Nia Ramadhani tetap menghargai hal tersebut dan turut memenuhi pesan terakhir sang nenek untuk turut menghafalkan lagu di pemakamannya.
“Kita juga walaupun beragama beda, tapi saya tidak keberatan dengan apa yang oma minta, kita disuruh hapalin lagu buat besok dinyanyiin,” ujar Nia pada para wartawan.
Sebelum itu, Nia pun telah meminta izin pada suaminya, Ardi Bakrie.
“Jadi dia sebenarnya pertama-tama minta izin dulu, kita kan berbeda keyakinan,” ujar Ardi Bakrie di area pemakaman.
Lantas, seperti apa sebenarnya latar belakang keluarga besar Nia Ramadhani? Simak informasinya melalui uraian berikut.
Silsilah keluarga Nia Ramadhani
Lahir di Jakarta pada tahun 1990, Nia Ramadhani memang memiliki keturunan Norwegian-Sunda. Diceritakan oleh Nia, ketika ayah ibunya menikah, keduanya memang merupakan single parent dengan tiga anak lelaki dan satu anak perempuan.
Baca Juga: Apa Agama Nia Ramadhani? Ikut Bernyanyi Rohani di Pemakaman Sang Nenek
Khrisna Radhitya, Judistira Ramadhani, Wawan Ramadhan adalah anak dari ayah Nia Ramadhani dari pernikahan sebelumnya. Sementara Thalia Elizabeth Nugroho adalah anak dari Canthy dengan pernikahan sebelumnya.
Tidak diketahui secara pasti apa agama dari masing-masing kakak Nia Ramadhani. Namun, diketahui bahwa mereka memiliki kedekatan yang cukup baik dan tidak memusingkan kalau ada perbedaan.
Sebelumnya, Nia Ramadhani sudah pernah membicarakan bahwa ia tidak merasa terbebani dengan perbedaan agama dengan keluarganya, yaitu sang nenek.
“Walaupun keyakinan aku dan Oma berbeda, tapi di agama manapun, aku yakin mengajarkan kita harus berbuat baik dan menyayangi semua manusia tanpa melihat perbedaannya,” ujar Nia Ramadhani dalam unggahan di Instagram pribadinya.
Nenek Nia Ramadhani, Hannah Louise Poulan meninggal dunia pada hari Jumat, 24 Januari 2025 di usia 87 tahun dan telah dimakamkan di Tanah Kusir, Jakarta Selatan.
Kontributor : Hillary Sekar Pawestri
Berita Terkait
-
Apa Agama Nia Ramadhani? Ikut Bernyanyi Rohani di Pemakaman Sang Nenek
-
Silsilah Keluarga Ustaz Derry Sulaiman: Sosok yang Syahadatkan Richard Lee Jadi Mualaf
-
Pesan Terakhir Nenek Nia Ramadhani Sebelum Meninggal Bikin Haru: Dari Baju hingga Peti Mati
-
Silsilah Keluarga Nasaruddin Umar, Jadi Gunjingan karena Pegang Tangan Celine
-
Silsilah Keluarga Ruben Onsu yang Diajak Umrah, Mualaf Demi Desy Ratnasari?
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 HP Murah Baterai 7000 mAh, Tahan hingga 2 Hari dengan Performa Kencang
- Rumah Lansia 82 Tahun Dieksekusi PN Jakbar Meski Masih Sengketa
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik
-
IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung
-
5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau
-
Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026
-
Kredit Macet Hantui Industri Pinjol
-
Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru
-
Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung
-
Saat Jas Putih Diuji: Selelah-lelahnya Tenaga Kesehatan, Tetap Lebih Melelahkan Jadi Pasien
-
Rp17 Triliun Aliran Modal Asing Masuk ke Pinjol RI
-
Buntut Kasus Komentar Nirempati Pasien BPJS, RS Sardjito Hentikan Praktik dr. Elda Putri Rahard