Suara.com - Desas-desus soal rencana Ruben Onsu menjadi seorang mualaf kembali mencuat usai diisukan menjalin kasih dengan artis Desy Ratnasari. Di tengah kabar tersebut, rutinitas pagi Ruben Onsu ikut menjadi perbincangan di media sosial.
Dalam sebuah potongan video yang diunggah ulang oleh akun TikTok @/anooniiim, Ruben Onsu awalnya nampak sedang ngobrol dengan Irfan Hakim. Mereka tadinya membahas soal penyakit yang diderita Ruben Onsu. Obrolan kemudian berlanjut soal rutinitas Ruben Onsu.
"Dia punya rutinitas bangun pagi loh. Sampe gue pernah nanya kan, Ben. 'Lo non Muslim kan? Lo gak salat Subuh kan? Ngapain lo bangun pagi-pagi?'," ucap Irfan Hakim menirukan kembali pertanyaannya kepada Ruben.
Irfan Hakim pun mengaku kerap memperhatikan story Instagram Ruben yang sering mengunggah kegiatannya saat waktu masih subuh.
"Karena kadang kita pulang udah malem, tapi pagi pagi banget lo udah update Story, udah berkegiatan," lanjut Irfan.
Ruben pun membenarkan hal tersebut. Ia mengaku memiliki ketakukan setelah bangun pagi dan kembali tidur, ia tak akan bangun lagi.
"Emang gitu, kadang gue kebangun subuh untuk ke kamar mandi, tapi lama lama mikir gimana kalo gue milih tidur lagi tapi nanti ternyata gue gak bangun lagi," akui Ruben.
Rutinitas Ruben ini pun sangat familiar dengan sunnah Rasul dalam Islam yang menganjurkan agar umat Muslim tidak kembali tidur usai subuh.
Bukan hanya anjuran Rasul, ada beberapa manfaat bagi kesehatan tubuh jika kita menerapkan bangun pagi. Lalu, apa saja manfaat bangun pagi untuk kesehatan? Simak inilah selengkapnya.
Baca Juga: 9 Tips agar Tak Malas Bangun Pagi
Manfaat Bangun Pagi Menurut Ahli Kesehatan
Menyandur dari healthline.com, ada beberapa jurnal kesehatan yang membahas berbagai manfaat dari bangun di pagi hari, yaitu:
- Menurunkan resiko penyakit kronis seperti obesitas, tekanan darah tinggi, hingga obesitas.
- Meningkatkan kualitas tidur. Secara normal, manusia dewasa memerlukan 6-8 jam waktu tidur berkualitas setiap harinya. Dengan bangun lebih pagi dan tidak kembali tidur melebihi waktu jam tidur normal, maka stamina dan energi tubuh setiap harinya bisa terjaga.
- Meningkatkan konsentrasi. Saat tubuh bangun di pagi hari, tubuh akan memberikan respons saat sudah siap menjalankan aktivitas. Banyak aktivitas yang bisa dikerjakan di pagi hari seperti olahraga, journaling, atau mengerjakan pekerjaan rumah. Melatih tubuh untuk melakukan aktivitas yang menjadi rutinitas bisa meningkatkan konsentrasi otak selama satu hari.
- Meningkatkan manajemen insulin. Tidur yang berkualitas dengan kebiasaan bangun pagi bisa meningkatkan manajemen insulin sehingga menurunkan resiko penyakit diabetes.
- Mendukung kesuburan. Hormon dan energi tubuh yang terjaga bisa meningkatkan dan mendukung kesuburan untuk proses fertilisasi. Hal ini bisa meningkatkan kemungkinan pembuahan bagi sel telur untuk wanita.
Bangun pagi sendiri bisa membuat tubuh memiliki alarm yang lebih responsif terhadap kondisi tubuh. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya rekomendasi ahli kesehatan bagi para penderita penyakit tertentu untuk menjaga jam tidur sehingga tubuh bisa lebih optimal dalam bekerja dan bergerak.
Kontributor : Dea Nabila
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering
-
Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026
-
Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain
-
Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar
-
Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU
-
Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok
-
Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri
-
Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor
-
5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan
-
Terungkap Penyebab Kematian Dokter PPDS di RSUD Tengku Rafian Siak