Punya Uang Bisa Bayar Buzzer, Prabowo: Jangan Percaya Antek-antek Asing dan yang Ada di Medsos

Sabtu, 19 September 2026 | 16:27 WIB
Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menghadiri puncak acara Resepsi Kesyukuran 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor di Ponorogo, Jawa Timur. (tangkap layar)
BACA 10 DETIK
  • Presiden Prabowo memperingatkan santri Gontor di Ponorogo pada 19 September 2026 agar bijak menyaring informasi media sosial.
  • Ia menyatakan bahwa propaganda asing dan buzzer berbayar bertujuan melemahkan mental serta mempertahankan ketergantungan bangsa Indonesia.
  • Ia berpesan agar para santri bersiap memimpin dan mempelajari capaian pembangunan demi mewujudkan Indonesia yang mandiri.

Suara.com - Presiden RI Prabowo Subianto mengingatkan para santri dan santriwati Pondok Modern Darussalam Gontor agar lebih berhati-hati dan bijak dalam menyaring informasi yang beredar di media sosial.

Prabowo menekankan, agar para santri tidak mudah terpengaruh oleh narasi yang digerakkan oleh pihak-pihak yang ia sebut sebagai "antek-antek asing".

Peringatan tersebut disampaikan Prabowo saat memberikan pidato dalam acara Resepsi Kesyukuran 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor di Ponorogo, Jawa Timur, Sabtu (19/9/2026).

Ia menyoroti keberadaan buzzer berbayar yang dimanfaatkan untuk memengaruhi opini publik di media sosial.

"Jangan percaya mereka-mereka yang saya katakan antek-antek asing, jangan percaya mereka, mereka punya uang mereka bisa bayar buzzer, mereka bisa main di sosmed, hati-hati!" kata Prabowo.

Menurutnya, penyebaran informasi secara masif di media sosial kerap ditujukan untuk meruntuhkan mental dan kepercayaan diri bangsa Indonesia.

"Jangan percaya semua yang ada di sosmed itu. Mereka ingin menurunkan semangat kita, mereka ingin menurunkan keberanian kita, mereka ingin menurunkan kepercayaan diri kita, mereka ingin kita, mereka ingin kita lemah," katanya.

Lebih lanjut, ia menegaskan, bahwa tujuan utama dari propaganda tersebut adalah menjaga Indonesia agar tetap berada dalam ketimpangan dan ketergantungan pada pihak luar.

"Mereka ingin kita tetap miskin, mereka ingin kita jadi budak mereka selamanya, kita tidak mau jadi budaknya bangsa lain," katanya.

Di hadapan ribuan santri, Prabowo berpesan agar generasi muda Islam siap mengambil estafet kepemimpinan demi membawa Indonesia menjadi bangsa yang mandiri dan berdikari.

Ilustrasi buzzer politik di media sosial (pexel.com/picjumbo.com)

"Dan kalian, santri-santriwati, anak-anakku sekalian, kalianlah yang akan ambil alih, kalian yang akan meneruskan perjuangan kita. Kita akan menjadi bangsa yang hebat, kita akan berdiri di atas kaki kita sendiri," ungakpnya.

Selain itu, Prabowo mengimbau para peserta untuk mempelajari capaian pembangunan yang telah dibukukan dan dibagikan dalam acara tersebut sebagai dorongan optimisme menatap masa depan.

"Pokoknya banyak keberhasilan kita, sudah ada di buku di depan Saudara-saudara, pelajari, percaya masa depan Indonesia baik, masa depan Indonesia cerah," ujarnya.

Lebih lanjut, Prabowo menyampaikan apresiasi serta harapannya agar Pondok Modern Darussalam Gontor terus konsisten dalam mencetak generasi pengabdi bagi agama dan negara.

"Terima kasih Gontor, selamat. Teruskan panggilan sejarah, teruskan perjuanganmu, berbuat yang terbaik untuk bangsa dan umat,” pungkasnya.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com