Suara.com - Di balik viralnya lagu Bayar Bayar Bayar yang kini dihapus akibat mengangkat isu korupsi dan pungutan liar di kepolisian, ada dua sosok yang berperan penting dalam kesuksesan band Sukatani. Mereka adalah Twister Angel dan Alectroguy dengan latar belakang serta talenta berbeda, namun bersatu dalam semangat punk yang sama.
Lantas siapa sebenarnya mereka? Simak profil lengkap dari kedua personel band punk asal Purbalingga, Jawa Tengah berikut ini.
Profil Twister Angel
Twister Angel adalah nama panggung dari Novi Citra Indriyati atau lebih akrab disapa Ovi, vokalis band punk Sukatani. Sebelum bergabung dengan Sukatani, Novi telah berkecimbung di dunia skena musik bahkan telah jadi vokalis di salah satu band di Purwokerto.
Dikutip dari PDDikti, Novi Citra Indriyati adalah alumni STAIN Purwokerto yang mengambil jurusan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah. Novi masuk kampus itu di tahun 2012 tapi status terakhirnya dimutasi.
Pada tahun 2016, Ovi menempuh pendidikan kuliah di IAIN Purwokerto dengan jurusan yang sama kemudian lulus di tahun 2017.
Dikutip dari perbincangan netizen di X, Novi yang berprofesi sebagai guru ini diduga dipecat dari pihak sekolah. Akun X @/arman_dhani mengonfirmasi bahwa Novi berprofesi sebagai guru di salah satu Sekolah Dasar (SD).
Namun profesi Novi sebagai guru ini berakhir mengenaskan usai dirinya disomasi oleh aparat berseragam polisi buntut lagu Bayar Bayar Bayar. Novi dipecat lantaran pihak sekolah tempatnya mengajar mendapat surat dari pihak kepolisian.
"Bahkan hingga salah satu membernya dipecat dari tempat pekerjaan. Beliau seorang guru sekolah dasar,” kata akun X itu.
Profil Alectroguy
Alectroguy adalah nama panggung dari Muhammad Syifa al Lufti alias Al, gitaris band punk Sukatani. Sayangnya tak ditemukan data dari Muhammad Syifa al Lutfi di PDDikti.
Baca Juga: Isu Diincar Aparat, Vokalis Sukatani Kabarnya Dipecat dari Pekerjaannya Sebagai Guru
Kabarnya Muhammad Syifa Al Lutfi berasal dari Jakarta namun kerap menyambangi Purwokerto, Jawa Tengah. Lutfi juga sempat aktif di Harvest Mind, kelompok tani muda.
Kontroversi Band Sukatani
Grup band punk Sukatani tengah menjadi perbincangan gara-gara lagu mereka yang berjudul Bayar Bayar Bayar yang mengangkat isu korupsi dan pungutan liar di kepolisian. Padahal lagu yang termasuk dalam album bertajuk Gelap Gempita itu telah dirilis 24 Juli 2023 lalu.
Pada Kamis, (20/2/2025) kemarin, Sukatani mengunggah video permintaan maaf pada instansi Polri terkait lagu Bayar Bayar Bayar. Bahkan mereka telah menghapus lagu tersebut dari seluruh platform streaming dan media digital.
Sementara itu nama Sukatani diambil dari sebuah nama desa yang asri dan makmur. Sukatani terbentuk pada Oktober 2022 lalu oleh duo Muhammad Syifa Al Lutfi dengan nama panggung Alectroguy sebagai gitaris dan vokalis dan Novi Citra Indriyati dengan nama panggung Twister Angel sebagai vokalis.
Sukatani telah merilis album Gelap Gempita yang berisi 8 lagu, termasuk Bayar Bayar Bayar. Di album tersebut, Sukatani dengan lugas dan tajam menyuarakan gerakan sosial dan akar rumput lewat dialek Banyumasan dalam liriknya.
Kontributor : Trias Rohmadoni
Berita Terkait
-
Isu Diincar Aparat, Vokalis Sukatani Kabarnya Dipecat dari Pekerjaannya Sebagai Guru
-
7 Lagu Sukatani Terbaik selain Bayar Bayar Bayar, Maknanya Deep Banget!
-
Kami Bersama Sukatani Jadi Trending Topik, Warganet akan Nyanyikan Lagu 'Bayar Bayar Bayar' di Demo Indonesia Gelap
-
Fanny Soegi dan Sederet Musisi Beri Dukungan untuk Sukatani: Masa Sama Lagu Takut?
-
Lagu 'Bayar...Bayar...Bayar' Ditarik, Amnesty: Kapolri Harus Undang Band Sukatani Nyanyi di Mabes Polri!
Terpopuler
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
- 6 Shio Paling Beruntung pada 23 Juli 2026, Keberuntungan Memihak
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
- 5 Warna Lipstik Wardah untuk Bibir Hitam dan Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
Jangan Anggap Sepele Nyeri Pinggang Mendadak, Bisa Jadi Tanda Batu Saluran Kemih
-
Motul Perluas Jangkauan di Jawa Barat, Dorong Pertumbuhan Ekosistem Otomotif Nasional
-
Igor Tolic Beberkan Faktor X yang Bikin Persib Hajar Arema di Piala Presiden 2026
-
Naik Kereta untuk Liburan? Jangan Lupa Siapkan Antisipasi Jika Jadwal Berubah
-
Febrie Adriansyah Ditahan di Rutan KPK, Koalisi Sipil Desak Pengusutan Tuntas Tanpa Intervensi
-
MAXI Yamaha Day Jabar 2026 Pikat Komunitas dengan Budaya dan Alam Kuningan
-
Gap antara Kampus dan Industri Masih Lebar, Mahasiswa Bisa Rugi Kalau Tak Bersiap
-
Hanya Gara-gara Colokan Kabel, Bisnis MUA di Tuban Kebakaran Rugi Rp400 Juta
-
Tangis Ayah untuk NH, Dugaan Perundungan yang Berulang, Bocah Kelas 3 SD Meninggal
-
Gunung Anak Krakatau Erupsi Dua Kali: Abu Hitam Pekat Selimuti Langit Selat Sunda