Suara.com - Belum lama ini, akun Instagram @/ssc_politik membagikan keluhan para pebisnis kuliner soal ulasan Codeblu. Salah satu pesan dari korban menungkap bahwa Codeblu diduga melakukan pemerasan sekitar Rp 350 juta.
"Betul kak, kami juga sudah proses hukum di Jaksel (Jakarta Selatan). Namun belum ada info lebih lanjut dari kepolisannya," tulis korban, dilansir dari Instagram @/ssc_politik pada Jumat (28/2/2025).
Adapun awalnya, Codeblu sempat mengunggah percakapan WhatsApp dengan klien perihal tarif dirinya sebagai konsultan FNB sebesar Rp350 juta. Hal ini dibahas agar ulasan buruk dari Codeblu dihapus dan diubah menjadi positif.
Publik lantas menduga jika Codeblu mungkin telah memeras ratusan juta rupiah untuk tutup mulut. Atas dasar itu, latar belakang pendidikannya ikut disorot. Apakah memang layak dirinya mematok tarif demikian besar?
Codeblu Lulusan Apa? Apakah Pernah Sekolah Kuliner?
Codeblu diketahui memiliki nama asli William Anderson. Pendidikan terakhirnya disebut-sebut S2 dan salah satunya, merupakan lulusan dari Le Cordon Blue, sebuah institusi pendidikan tentang kuliner. Ya, berdasarkan informasi tersebut, Codeblu pernah mengenyam pendidikan di sekolah kuliner.
Melalui akun media sosialnya, Codeblu kerap membagikan ulasannya terhadap banyak makanan. Dalam ranah ini, ia dikenal kritis dan jujur, namun tak sedikit yang kontra karena dirinya dinilai menjatuhkan bisnis orang lain.
Selain menjadi food vlogger, Codeblu dikabarkan turut berkarier sebagai advisory luxury alias layanan produk mewah untuk hotel bintang 5. Namanya pun semakin dikenal setelah terlibat keributan dengan sesama pengulas kuliner, yakni Farida Nurhan.
Codeblu pada September 2023 diduga telah melaporkan Farida Nurhan ke Polda Metro Jaya atas tuduhan doksing atau penyebaran data pribadi. Hal ini berawal dari ulasannya terhadap Oseng-oseng Bang Madun milik Nyak Kopsyah.
Baca Juga: Mengatasi Tantangan dalam Pendidikan Bagi Anak Berkebutuhan Khusus
Saat itu, Codeblu secara terang-terangan memberikan ulasan buruk untuk tempat makan tersebut. Mulai dari tempatnya yang tidak nyaman, harga yang tidak bersahabat, sampai rasa makanannya yang tak sesuai.
Codeblu pun memberikan nilai 3/10 secara keseluruhan untuk Oseng-Oseng Bang Madun milik Nyak Kopsyah. Ulasan itu tidak diterima oleh Farida Nurhan yang menganggap Codeblu tak seharusnya berkata demikian.
Farida kemudian mengungkap identitas nama asli dan wajah Codeblu. Padahal sebelumnya, Codeblu dikenal sebagai pengulas makanan yang selalu menyembunyikan identitas aslinya. Namun, sosoknya menjadi ketahuan.
Codeblu saat itu juga melaporkan dua orang lainnya dengan tuduhan yang sama. Farida Nurhan kekinian terpantau menyukai unggahan yang membahas dugaan pemerasan oleh Codeblu tersebut.
Soal dugaan pemerasan itu, Codeblu sudah buka suara. Ia mengatakan bahwa nominal Rp 350 juta sepadan dengan ilmunya di bidang kuliner. Ia juga mengingatkan orang-orang yang menyinggung soal tarif ulasannya.
"Memang rate card gue mahal karena ilmu gue mahal. Kalau enggak butuh ya enggak perlu kerja sama. Jadi jangan bilang gue memeras karena rate card gua mahal dan hati-hati jangan sembarangan nyebut nama tanpa bukti. Fitnah adalah sebuah kejahatan," tulis Codeblu dalam keterangan unggahannya di Instagram pada Selasa (25/2/2025).
Codeblu juga membagikan rekaman percakapannya dengan rekannya yang merupakan ahli hukum. Dikatakan bahwa ia tidak memeras karena tak ada pengancaman, bahkan uang itu belum masuk ke rekeningnya.
Kontributor : Xandra Junia Indriasti
Berita Terkait
Terpopuler
- Bawa Kasus Penebangan Pohon ke Jalur Hukum, Farhan Siap Lapor Gubernur Jabar dan KLH
- Harta Kekayaan Iptu Setya Budi Dias, Oknum KPK Pemeras Bupati Pemalang
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- Survei SMRC: Elektabilitas Gerindra Anjlok Tajam, Peluang Jadi Partai Nomor 1 Terancam
- 5 Sepatu Kasual Nyaman untuk Jalan Kaki di Kota, Ringan dan Empuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Investor Asing Masih Kabur, Net Sell Tembus Rp72,98 Triliun Sepanjang 2026
-
4 Night Cream Retinol Kunci Wajah Kencang dan Tetap Awet Muda di Usia 35-an
-
LPDB Koperasi Dorong KDKMP Papua Naik Kelas Lewat Program Inkubasi dan Akses Dana Bergulir
-
Kemenhub Akan Koordinasi dengan Malaysia Soal Pilot yang Menyelundupkan Narkoba
-
5 Alasan Kenapa Jalur Pesisir Pandeglang Jadi Surga Baru Buat Komunitas Sepeda
-
Arogansi Pengendara dan Hilangnya Budaya Sabar: Saat Hak Pejalan Kaki di Jalan Raya Terabaikan
-
Jadi Best Seller, Novel Better Than the Movies Siap Hadir dalam Versi Film
-
Awas Bingungkan Pengendara Lain! Kenali Waktu yang Salah untuk Pakai Lampu Hazard
-
Emiten RAAM Pangkas Utang dan Pulihkan Kinerja Operasional, Pendapatan Naik Jadi Rp 128,6 Miliar
-
BGN Suspend Dapur MBG di Semarang usai 707 Siswa dan Guru Diduga Keracunan